Staycation With Boss

Staycation With Boss
Jebakan Natasha



Beralih sejenak ke Jakarta, diam-diam Natasha tengah berusaha menyusun strategi untuk mendapatkan Raka. Ketika Natasha mengetahui bahwa wanita yang dinikahi Raka benar-benar tidak selevel, dan seharusnya memang tidak layak dinikahi Raka, membuat Natasha mencari cara untuk memisahkan Raka dengan Adista. Bahkan Natasha sampai meminta bantuan Papanya untuk mau menolongnya.


"Ayolah, Pa ... tolongin Natasha untuk bisa mendapatkan Raka," pintanya.


Seorang pria yang adalah papa Natasha yang memiliki usia tak jauh beda dengan Papa Zaid tampak menggelengkan kepalanya. "Tidak, Nat. Papa tidak ingin membuat keputusan yang salah lagi. Raka sudah menikah, biarkan saja," kata Papanya.


"Pa, Natasha menyukai Raka, Pa. Natasha harus bisa mendapatkan Raka. Apa pun yang terjadi," balasnya.


Jika seseorang yang tidak mau kalah dan setiap keinginannya harus dipenuhi, maka orang itu adalah Natasha. Dia sangat tidak suka ketika apa yang dia inginkan tidak menjadi miliknya. Apabila, Natasha tidak bisa memilikinya, maka orang lain juga tidak boleh memilikinya.


"Sudahlah, Natasha. Papa memberitahumu, perceraianmu dengan Ronald juga baru beberapa bulan. Pernikahanmu tidak bahagia. Jangan mengulangi lagi. Ketika kamu melakukan segala upaya untuk mendapatkan Raka, sementara dia tidak menyukaimu, yang ada hari-hari hanya membuatmu laksana di dalam neraka," kata Papanya dengan menatap Natasha.


Sejatinya Natasha sendiri memang baru saja bercerai dengan Ronald, pria yang dijodohkan dengannya sejak SMA dulu. Pernikahan mewah antara dua keluarga kaya raya nyatanya tak memberikan kebahagiaan. Natasha juga urung hamil sejak menikah dengan Ronald. Hidup bergemilang harta dan sering mendampingi Ronald melakukan perjalanan bisnis. Akan tetapi, pada akhirnya pernikahan keduanya yang sudah beberapa tahun berakhir tanpa diwarisi seorang keturunan.


"Aku sudah melupakan Ronald, Pa. Aku ingin mengejar Raka dan mendapatkannya. Dia dulu menyukaiku saat SMA," balas Natasha.


"Dulu, Nat ... saat SMA. Masa SMA-mu sudah berlalu begitu lama. Raka sudah menikah. Jangan lakukan lagi hal bodoh," balas Papanya.


Natasha kemudian menatap papanya itu. "Walau Papa tahu siapa Raka sebenarnya?"


"Memangnya siapa Raka itu?"


Natasha tersenyum, kalau dia mengungkapkan asal-usul Raka mungkin saja Papanya akan mendukungnya. "Raka adalah putra sulung keluarga Syahputra. Om Zaid dan Tante Erina," kata Natasha.


Keluarga Syahputra bukanlah sosok yang asing untuk keluarga Natasha. Ada benang merah yang terhubung di masa lalu. Seolah ada dendam yang kembali dipatik dengan api. Sungguh, tidak menyangka bahwa Raka yang Natasha katakan adalah putra sulung keluarga Syahputra.


"Raka ... Raka ... Raka Syahputra."


"Benar, dia adalah Raka Syahputra, Papa."


Pria paruh baya itu memijat pelipisnya. Benar-benar tidak menyangka dengan kebenaran yang baru dia ketahui sekarang. Bayangan seorang anak TK yang dua puluhan tahun lalu berdiri di hadapannya menghinggapi kepala. Membuat pria itu kemudian tersenyum karenanya.


"Oh, rupanya Raka putranya Zaid dan Erina."


"Benar, ini saatnya kita menghancurkan Om Zaid dan Tante Erina. Tidak ada yang mau bukan kalau rumah tangga anaknya bermasalah. Apalagi keduanya yang semula bahagia, tentu tak ingin anak dan menantunya bersedih. Ayolah, Papa. Bantuin Natasha."


Sosok pria ayah kandung Natasha itu tidak lain dan tidak bukan adalah Erick. Pria blasteran yang memiliki bisnis mode. Di masa lalu, ada hubungan yang terjalin antara Erick dan Mama Erina. Bahkan karena Erick, Mama Erina sempat berpisah dengan Papa Zaid. Rupanya, Natasha sendiri adalah putri Erick.


"Bantuin Natasha yah, Pa," pinta Natasha lagi.


Natasha tersenyum. Dia sangat senang ketika Papanya mau membantunya dan mewujudkan keinginannya. Sudah pasti usahanya untuk mendapatkan Raka akan berhasil. Natasha akan merayakan saat di mana dia merebut Pangeran dari Cinderella yang benar-benar tidak layak untuk Raka Syahputra.


...🍀🍀🍀...


Beberapa Hari setelahnya ....


Dengan penuh percaya diri, Natasha kembali mengunjungi La Plazza Hotel. Tujuannya tentu saja adalah untuk bisa membuat Raka masuk dalam perangkapnya. Terlebih semua sudah Natasha persiapkan dengan sedemikian rupa, sehingga Natasha yakin kali ini Raka akan benar-benar masuk dalam perangkapnya.


"Raka," sapa Natasha.


"Sudah ku bilang, jangan ke sini lagi," balas Raka.


"Perasaan di hatiku yang membuatku kembali ke sini, Raka. Aku benar-benar suka kepadamu, Ka."


Natasha mengatakan semuanya itu. Dia akan berusaha untuk memperdaya Raka. Tidak akan melewatkan saat ini.


"Aku menginap di sini, tolong antar aku ke kamarku saja, Ka. Please ...."


Raka semula menolak. Ada hati yang harus dia jaga. Walau Adista di rumah, dan tidak bekerja di La Plazza lagi, tapi Raka berkomitmen untuk menjaga hati dan perasaan istrinya itu.


Namun, Natasha tidak menyerah begitu saja. Seperti biasa, dia menggandeng tangan Raka dengan paksa dan membuat Raka mengantarkannya ke kamar yang sudah dia sewa di La Plazza. Tanpa Raka sadari ada bidikan kamera yang memotretnya. Kala Natasha menggandengnya dan berbagai foto yang lainnya.


Lebih dari itu, Natasha tiba-tiba memeluk Raka, membuat lipstiknya mengenai bagian kemeja Raka. Sudah pasti itu adalah jejak yang nyata dan akan menghancurkan rumah tangga Raka dan Adista.


"Jaga sikapmu itu, Natasha!"


Raka mengelak dengan meninggalkan Natasha seorang diri di sana. Raka begitu kesal. Selain itu, Raka juga berketetapan akan bercerita dengan Adista kala pulang kerja nanti. Lebih baik jujur untuk menceritakan semuanya selain itu mempertahankan keharmonisan rumah tangga tetap di tempatnya.


Sementara Natasha tersenyum sekarang. Walau Raka seperti itu, ada celah yang bisa Natasha manfaatkan dengan baik.


"Kamu sudah jatuh ke dalam lubang jebakan, Raka. Kita tunggu saja sebentar lagi rumah tanggamu akan hancur. Aku pastikan hanya seorang putri yang layak untuk seorang pangeran. Bukan wanita dari kelas rendahan seperti Adista itu."


Natasha merasa puas. Jebakan yang dia susun bersama Papa dan orang-orang kepercayaan Papanya berhasil. Hanya tinggal memantik api di jerami kering. Pastilah semua jerami kering itu akan terbakar dalam api.


Mungkinkah ada cobaan besar dalam rumah tangga Raka? Bila mengetahui rekayasa dari bukti yang ada, dapatkah Adista tetap mempercayai suaminya?