
Selang beberapa pekan kemudian, Raka dan Adista kembali menuju ke Dokter Spesialis Kandungan untuk memeriksakan kandungannya. Kalau dihitung usia kandungan Adista sudah lebih dari enam bulan. Keduanya juga penasaran apa jenis kelamin babynya.
Biasanya ketika usia kandungan sudah menginjak 17 minggu, akan terlihat jenis kelaminnya. Namun, tidak dengan bayi Adista yang masih menyembunyikan jenis kelaminnya. Sekarang, Raka dan Adista kembali ke Rumah Sakit untuk memeriksakan kandungannya.
"Nanti kalau babynya masih sembunyi gimana Mas?" tanya Adista kepada suaminya.
"Pengennya sih ya kelihatan, Yang. Kalau masih sembunyi ya udah deh. Mau bagaimana lagi. Mungkin si Baby mau kasih kita kejutan di hari persalinan nanti," balas Raka.
Ya, Raka sendiri sebenarnya juga menginginkan bisa mengetahui jenis kelamin bayinya. Namun, kalau babynya masih belum memperlihatkan bagian kelaminnya, bagaimana lagi. Mereka hanya bisa menunggu satu bulan lagi.
"Udah berapa bulan sih, Yang?" tanya Raka.
"Hampir 25 minggu deh, Mas. Udah mau enam minggu," balas Adista.
Raka kemudian menganggukkan kepalanya. Terbilang tidak terasa. Sebab, seperti baru kemarin menggelar Tasyukuran empat bulanan dan sekarang kehamilan Adista sudah enam bulan.
"Cepat yah, Sayang ... walau sudah enam bulan, tapi masih malu-malu babynya," kata Raka.
Mereka terus berbicara sembari menunggu nama Adista dipanggil. Hingga akhirnya lebih dari setengah jam, barulah nama Adista dipanggil oleh seorang perawat. Mulailah berat badan Adista ditimbang terlebih dahulu, kemudian melakukan pengecekan tekanan darah. Setelah itu, barulah Raka dan Adista memasuki ruangan Dokter Rinta.
"Malam Dokter," sapa Adista begitu memasuki ruangan Dokter Rinta.
"Malam Bu Adista dan suami," balas Dokter Rinta dengan tersenyum.
Setelah itu, Dokter Rinta mengecek buku catatan pemeriksaan milik Adista terlebih dahulu. Kemudian Dokter Rinta mempersilakan Adista menaiki brankar dan mulai melakukan pemeriksaan dengan menggunakan USG.
"Kita lakukan pemeriksaan dengan USG yah, Bu Dista. Sayang banget sudah menunda beberapa waktu dan belum kelihatan nih babynya cowok atau cewek," kata Dokter Rinta.
"Benar Dokter. Kami sih pengennya juga kelihatan aja babynya boy atau girl. Biar nanti persiapannya benar dan beli sesuai gendernya dia," balas Adista.
Dengan menggerakkan transducer di perut Adista yang sudah diberikan USG Gell, Dokter Rinta mulai menekan perlahan dan kemudian mengarahkan ke bagian tubuh si baby. Dari monitor, Raka mengamati pergerakan babynya dengan serius.
Raka juga mendengarkan penjelasan Dokter Rinta mengenai bayinya terkait dengan berat badan, panjang badan bayi, menunjukkan wajah dan beberapa organ tubuh yang terlihat, mendengarkan detak jantungnya. Hingga akhirnya, Dokter Rinta mengatakan satu hal lagi.
"Kenapa babynya bisa pemalu seperti ini sih?"
Raka dan Adista tersenyum, walau di dalam hati sebenarnya juga deg-degan, dan menunggu dengan penuh harap apa jenis kelamin dari babynya itu.
"Yang pemalu Mamanya atau Papanya yah?" tanya Dokter Rinta.
"Papanya," jawab Adista.
"Mamanya," jawab Raka.
Jawaban yang benar-benar tidak kompak dari pasangan itu. Hingga akhirnya, Raka dan Adista tertawa perlahan.
"Sayang sekali itu, Bu Adista. Babynya masih sangat pemalu. Belum terlihat gender revealnya," kata Dokter Rinta.
Sayang sekali, Raka dan Adista harus sama-sama kecewa dan harus menunggu lagi. Keduanya juga sampai heran kenapa babynya seolah menyembunyikan bagian itu. Padahal, Adista sudah sangat melihat apa gender reveal dari babynya.
"Sembunyi lagi ya, Dokter?" tanya Adista.
"Iya itu, Bu. Memberikan kisi-kisi pun, saya belum bisa," balas Dokter Rinta.
Usai itu, Raka dan Adista menganggukkan kepalanya. Harus bersabar lagi. Padahal sudah cukup bulan, tapi sayangnya si baby masih begitu pemalu dan membuat mereka menunggu lagi kapan bisa melihat gender reveal dari babynya.