
Akhir pekan pun tiba, kali ini Raka ingin mewujudkan keinginan Adista untuk menikmati akhir pekan di apartemen miliknya dulu. Sebelumnya, Raka sudah meminta tolong kepada pihak kebersihan di apartemen untuk membersihkan unitnya sehingga kala mereka tiba, unitnya sudah bersih dan harum tentunya. Tak hanya itu, Raka juga menambahkan request khusus untuk mengganti sprei ranjangnya dengan motif bunga-bunga.
Raka dulu sangat tidak menyukai sprei motif floral. Akan tetapi, sekarang rasanya biasa saja. Dia sudah terbiasa dengan sprei dengan motif bunga-bunga atau warna-warna pastel yang lembut seperti pink, peach, atau hijau sage. Apa pun yang Adista suka, Raka juga menyukainya.
"Ayo, Sayang ... jadi enggak?" tanya Raka kepada istrinya itu.
"Hm, mau kemana, Mas?" tanya Adista.
"Ke unit, katanya mau Staycation ke unit kita. Jadi enggak?" tanya Raka lagi.
"Sekarang?"
"Besok," balas Raka dengan melirik istrinya itu.
Adista kemudian tertawa. Dia tahu pastilah Raka sedikit kesal, tapi Raka untungnya sabar dalam menghadapi Dista. Akhirnya, Dista menganggukkan kepalanya.
"Jadi, dong. Aku sisiran dulu yah, Mas."
Wanita itu berganti dengan dress dan menguncir rambut panjangnya ala ponny style. Make up tipis, dan menyemprotkan parfum di badannya. Raka tersenyum tipis sembari melirik istrinya itu.
Hanya beberapa menit, Adista sudah siap. Dia segera menggandeng tangan suaminya dan turun dari kamar. Tidak lupa Adista berpamitan dengan para ART di rumahnya dan mengatakan dia akan pergi dan kemungkinan akan pulang esok pagi.
"Mampir ke satu tempat enggak?" tanya Raka kepada istrinya itu.
"Beli minuman, snack, dan pizza aja yah, Mas. Hari ini, kayaknya aku gak mau keluar. Di unit aja, kangen," aku Dista.
Akhirnya, Raka menuruti apa yang Adista mau. Dia mampir sejenak ke Coffee Shop, Raka memesankan Dark Chocolate untuk Adista, membeli beberapa kue, dan juga membeli Pizza sesuai yang dimau istrinya. Begitu semuanya sudah dibeli, barulah Raka mengemudikan mobilnya lagi menuju ke apartemen.
Sepanjang jalan, Adista tampak begitu senang. Walau hanya ke apartemen saja, rasanya seperti liburan ke luar kota. Sementara Raka yang memang dasarnya irit berbicara lebih banyak mendengarkan Adista saja.
"Mas, gantian kamu yang bicara gitu loh. Sejak tadi, aku yang bicara terus deh," kata Adista.
"Bicara apa, Yang? Aku bingung malahan kalau banyak bicara," balas Raka dengan melirik Adista sekilas.
"Masak dari berangkat hingga sekarang mau sampai di apartemen, aku yang bicara terus," kata Adista.
"Gak apa-apa, kan aku mendengarkan kok," balas Raka.
Akhirnya, Adista memilih diam sejenak. Langkah kakinya mengikuti Raka memasuki lift, hingga akhirnya sekarang mereka tiba di unit mereka. Raka membukakan pintu dan menyuruh Adista untuk masuk terlebih dahulu.
"Welcome our unit," kata Raka.
"Rasanya bersih dan wangi banget," kata Adista.
"Iya, kemarin dibersihkan dulu. Ada yang berubah enggak?" tanya Raka.
Adista mengamati sekelilingnya dan kemudian melihat ada sesuatu yang berbeda. Tentu itu adalah sprei berwarna pink dengan motif bunga-bunga. Seingat Adista dulu, ranjang di apartemen ini memiliki warna abu-abu. Adista berjalan perlahan menuju ranjang, wanita hamil itu tersenyum sendiri sembari mengusap perlahan perutnya yang kian membuncit.
Akan tetapi, gumaman itu terdengar juga oleh Raka. Raka segera memeluk Adista dari belakang. Dengan kedua tangan turut mengusap perut Adista yang sudah besar.
"Bumil kan suka sprei bunga-bunga, biar semakin nyaman staycationnya," kata Raka.
"Makasih Papa Raka. Gini aja udah seneng loh," balas Adista.
Raka mengangguk perlahan, dengan dagunya yang berada di puncak bahu Adista. Memang Raka kalau berbicara banyak tidak bisa, tapi urusan sentuh-menyentuh Raka nomor satu. Pria itu tak segan untuk memeluk, mendekap, atau mencium istrinya. Pria yang paling susah mengungkapkan beberapa bait kalimat, tapi begitu lihai dengan sentuhan. Itulah Raka.
"Seneng kan?" tanya Raka.
"Seneng banget. Aku inget banget, dulu ranjang di sini menggunakan sprei abu-abu, sekarang menjadi bunga-bunga rasanya seneng banget," balas Adista.
"Iya, sengaja. Ini sprei baru juga, kemarin aku membelinya dan meminta tolong petugas kebersihan untuk bersih-bersih dan memasang sprei baru. Kangen yah menempati ruangan persegi ini?" tanya Raka.
"Kangen. Waktu awal menikah, dan dapat banyak PR dari kamu. Ruangan yang penuh mesumnya kamu," balas Adista.
Raka tersenyum, tidak marah. Bagaimana tidak nakal dan mesum kalau hanya berada di ruangan persegi bersama istri sendiri. Rasanya ingin bercinta terus dengan Adista. Selain itu, mungkin ruangan dengan ruang gerak terbatas, semua tindakan bisa dilihat secara nyata sehingga benih-benih cinta itu bisa tumbuh jauh lebih cepat.
"Sekarang kita sudah di sini, mau ngapain? Melakukan apa saja bebas," kata Raka.
"Peluk dulu, Mas. Jangan tergesa-gesa. Anggap Staycationnya kita berdua," pinta Adista.
Raka akhirnya mengubah posisinya, kini sekarang dia memeluk Adista dengan erat. Tanpa permisi Raka mengecup puncak kepala istrinya itu. Merasa sangat senang dan bahagia memiliki Adista dalam hidupnya. Lebih bahagia lagi karena mereka juga akan segera menjadi orang tua.
"Kangen," kata Raka.
"Setiap hari bertemu, apa masih kangen?" tanya Adista kepada suaminya.
"Iya, kangen banget. Kangen kamu," balas Raka.
Di pelukan Raka, Adista tersenyum. Dia semakin membenamkan wajahnya di dada suaminya sembari menghirupi aroma parfum suaminya yang begitu maskulin, Adista sangat menyukai aroma parfum yang khas dari suaminya.
"Mas Raka, babynya launching hampir dua bulan lagi. Siap menjadi Papa?" tanya Adista.
"Siap, Sayang. Kamu udah siap menjadi Mama?" tanya Raka.
"Siap juga. Kalau anaknya sudah lahir, diajakin bicara yah, Mas. Sounding dengan babynya, masak Papanya diem aja. Baby kalau digendong dan dicium-cium kurang, Mas. Mereka mau dengerin suara orang tuanya loh," kata Adista.
"Iya, nanti aku ajak bicara. Tenang aja, Yang," balas Raka.
"Seriusan loh. Masak Mamanya yang bicara terus, nanti babynya bingung suara Papanya loh," balas Adista.
Raka kemudian tersenyum. Dia agak mempertimbangkan ucapan istrinya itu, akan mengajak bicara anaknya nanti. Bagaimana pun Raka juga akan belajar untuk menjadi Papa terbaik untuk babynya nanti.