Staycation With Boss

Staycation With Boss
Rayyan Kembali ke London



Tidak terasa waktu satu bulan sudah berlalu, sekarang waktunya Rayyan untuk kembali ke London. Jika sebelumnya Rayyan ke London membawa hati yang patah. Kali ini, Rayyan sudah benar-benar ikhlas. Tidak ada lagi sakit hati, yang ada dia akan mendoakan kebahagian kakaknya dan kakak iparnya.


Bahkan sekarang Raka dan Adista turut mengantarkan Rayyan ke bandara untuk kembali ke London. Dengan usia kandungan Adista yang sekarang sudah lima bulan, sehingga memang perut Adista sudah kelihatan menyembul.


"Pelan-pelan jalannya, Sayang. Katanya Mama dan Papa di depan pintu keberangkatan," kata Raka yang menggandeng istrinya berjalan menuju pintu keberangkatan.


"Jalannya jauh yah, Mas?" tanya Adista.


"Lumayan. Aku beliin koper yang bisa dinaikin tinggal tekan tombolnya aja kali ya, Sayang. Biar kamu gak kecapekan berjalan," kata Raka.


Adista malahan tertawa. Dia teringat dengan para member idol grup yang sering menaiki koper yang ada rodanya dan bisa dinaiki.


"Nanti kalau aku memakai koper kayak gitu dikira aku member kelima Pink Black loh, Mas," balasnya masih tertawa.


Raka kemudian tertawa juga. Lantas, pria itu mencubit hidung istrinya itu. "Kamu ini bisa aja," jawabnya.


"Aw, sakit, Mas. Kan aku cuma bercanda. Aku lihat di Youtube kan mereka waktu ke ruangan konser naik koper itu. Koper Scooter," balas Adista.


Ya, memang ada koper scooter. Pada mulanya koper ini dinaiki anak-anak. Akan tetapi, kemudian orang dewasa pun banyak yang menggunakan koper scooter karena tidak membuat capek, tidak perlu berjalan kaki.


"Iya, mau aku beliin itu?" tawar Raka.


"Enggak. Kan kita juga enggak pergi kemana-mana juga. Gak perlu naik koper."


"Kan kita bisa Staycation lagi, bukan with boss, tapi with husband," balas Raka.


Usai itu, Adista tersenyum lagi. Mendengarkan kata Staycation pastilah Adista langsung teringat dengan Pulau Lombok. Entah rasanya, Lombok sangat identik dengan Staycation with Raka Syahputra.


"Enggak ah, di rumah kita sekarang aja setiap hari rasanya udah Staycation kok," balas Adista.


Raka tersenyum tipis. Kalau memang rumah baru mereka bisa membuat Adista serasa Staycation sepanjang waktu justru menyenangkan. Raka juga merasa bahagia ketika istrinya itu menikmati suasana liburan di rumah sendiri.


Berjalan beberapa menit, akhirnya mereka sampai di depan pintu keberangkatan. Sudah ada Mama Erina yang melambaikan tangannya kepada mereka berdua.


"Halo, Mama dan Papa," sapa Adista.


"Halo, jalannya jauh?" tanya Mama Erina.


"Lumayan, Ma," balas Adista.


Usai itu, Adista menyapa Rayyan yang berdiri tidak jauh di hadapannya. "Halo, Ray ... udah mau berangkat?"


"Hai juga, Kak ... masih nanti. Cuma kan dua jam sebelumnya sudah di sini," jawabnya.


Rayyab sendiri sejak memutuskan untuk melepaskan Adista dan lebih menerima kenyataan, pemuda itu juga memanggil Adista dengan sebutan kakak, tidak lagi memanggilnya Tata. Berawal dari hal kecil yaitu mengubah panggilan. Perlahan-lahan akan mengubah perasaan juga.


"Kenapa penerbangan ke luar negeri selalu malam yah, Ray?" tanya Raka.


"Biar bisa tidur kali yah, Kak. Jaga-jaga kalau jetlag juga," balas Raka dengan tertawa.


Kakak dan Adik itu tertawa bersama. Mama Erina dan Papa Zaid tentu senang sekali. Kedua putranya sudah benar-benar akrab sekarang. Sementara Adista juga berusaha menyesuaikan diri untuk tidak kikuk. Walau masih perlu waktu.


"Ajaklah Kak, kakak ipar ke London. Jalan-jalan ke luar negeri itu menyenangkan. Sesekali, jangan hanya di dalam negeri," kata Rayyan.


"Nanti, kapan-kapan, Ray. Pengennya juga baby moon gitu. Nunggu Bu Negara mau atau tidak," balas Raka.


"Benar, Ka. Agenda suami mengikuti Bu Negara," balas Papa Zaid.


Rayyan hanya tertawa sekarang bahwa kehidupan pernikahan ada kalanya mengubah kehidupan dan aktivitas seorang pria. Seperti yang ingin jalan-jalan harus menunggu istri. Namun, tidak dipungkiri bahwa memang akan ada yang berubah usai pernikahan. Bagaimana hidup sudah terikat dengan pasangannya, tidak lagi menjadi lajang.


"Kalau udah married begitu yah?" tanya Rayyan.


"Akan ada yang berubah usai menikah, Ray. Kita tidak lagi menjadi lajang yang bebas kemana-mana dan melakukan apa pun. Ketika sudah menikah, kita harus memperhatikan pasangan kita. Kalau menikah dan masih inginnya bebas serta tak mau terikat itulah yang salah," balas Papa Zaid.


Rayyan menganggukkan kepalanya. Kalau Papanya yang berbicara pastilah Rayyan percaya. Secara logika yang disampaikan Papanya juga benar adanya. Terkadang masih ada beberapa orang yang tidak mau terikat dan menginginkan hidup bebas padahal sudah menikah. Ketika dua sudah menjadi satu itu memang akan ada hal-hal yang disesuaikan satu sama lain.


"Tetap lebih enak menikah kok, Ray," balas Raka.


"Ah, itu karena Kakak udah married aja. Dulu waktu lajang, Kakak gak bilang apa pun," sahut Rayyan.


"Benar, Ray. Kalau menikah itu lebih enak. Ada yang ngurusin dan ada yang memperhatikan. Rumah juga memiliki Ibu Negara, memiliki ratunya," imbuh Papa Zaid.


"Wah kalau gini, Rayyan buru-buru cari Wifey saja," balasnya.


"Boleh. Papa dan Mama tidak memberi syarat yang banyak. Cukup satu iman saja dan kalian saling mencintai. Udah," balas Papa Zaid.


"Benar sekali, Ray. Kalau udah ada yang cocok kenalkan Mama dan Papa yah," balas Mama Erina.


"Lulus dulu aja, Ma. Siapa tahu sambil menyelam minum air, sambil menyelesaikan semuanya nanti ditunjukkan Allah jodoh yang sepadan," balas Rayyan.


Sekarang Raka dan Adista menganggukkan kepalanya. Yang dikatakan Rayyan benar bahwa siapa tahu sembari menyelesaikan kuliahnya, ada jodoh yang Allah tunjukkan.


Cukup lama keluarga Syahputra mengobrol di sana, hingga terdengar voice attentions bahwa penumpang dengan penerbangan menuju London dipersilakan untuk cek in dan memasuki ruang tunggu. Mama Erina dan Papa Zaid pun memeluk putra bungsunya itu.


"Hati-hati yah, Ray. Jauh dari rumah bukan berarti membuatmu jauh dari Mama dan Papa. Kami, orang tuamu selalu ada untukmu dan kamu bisa bercerita apa pun kepada kami. Obatnya diminum yah. Jaga Raline juga ketika di London nanti," kata Mama Erina dengan memeluk Rayyan.


"Iya, Mama. Pasti Ma, kan Rayyan juga tinggal satu gedung apartemen hanya berbeda unit saja. Aman kok, Ma. Pasti Rayyan akan jagain Kak Raline," balas Rayyan.


"Ray, semangat nyelesain kuliahnya yah. Kalau ada waktu Kakak main ke London," kata Raka.


"Oke, siap My Big Bro!"


Begitu juga dengan Adista dan Raka yang sekarang saling berjabat tangan. "Safe flight, Ray. Sukses selalu," kata Adista.


"Ya, Kak. Jangan lupa kalau babynya lahiran, beritahu aku yah," balas Rayyan.


Raka dan Adista menganggukkan kepalanya. Pasti empat bulan lagi ketika menyambut bayinya, mereka akan memberitahukan kepada Rayyan dan Raline yang berada London. Walau jauh, berbagi kabar akan tetap dilakukan anak-anak keluarga Syahputra.