
Selang beberapa hari kemudian, Raka dan Adista menggelar acara Aqiqahan untuk Baby Qiana. Tidak membuat acara mewah, tapi memang ada beberapa kerabat dan kolega yang diundang. Sementara untuk seluruh pegawai La Plazza Hotel juga sudah menerima hampers langsung dari Adista dan Raka.
Bertempat di kediaman Adista dan Raka, beberapa tamu undangan sudah terlihat berdatangan dan juga hendak mengikuti acara kajian terlebih dahulu. Mama Erina, Papa Zaid, dan keluarga Adista juga turut datang. Untuk makanan sebagai hidangan untuk tamu semuanya sudah dikoordinir oleh La Plazza Cafe milik Papa Zaid. Untuk hampers sebagai ucapan terima kasih juga sudah diberikan oleh Mama Erina.
Ketika acara kajian diberlangsungkan semua tamu undangan pun tampak khusyuk mengikuti acara kajian. Raka dan Adista juga serasi berdampingan, dengan senyuman di wajah mereka.
"Gerah enggak, Yang?" tanya Raka kepada istrinya itu.
"Enggak, kan ruangannya full AC. Jadi enggak gerah kok. Beberapa tamu undangan juga bisa di area taman, jadi enggak gerah," kata Adista.
"Iya, kasihan Qiana kalau kegerahan," balas Raka.
"Hm, sekarang yang diperhatikan Qiana terus deh. Mamanya Qiana enggak diperhatiin," balas Adista.
Dengan cepat Raka kemudian tersenyum. "Tidak juga, Mamanya Qiana selalu menjadi nomor satu untuk Papa Raka kok."
Setelah itu, Raka dan Adista menyalami tamu undangan satu per satu. Setiap tamu undangan juga memberikan hadiah untuk Qiana. Adista sampai bingung karena putri kecilnya mendapatkan hadiah yang begitu banyak.
"Selamat yah untuk kelahiran Princess kecilnya ...."
Ada pasangan Aksara dan Arsyilla yang saat itu juga datang. Keduanya berbahagia dan memberikan ucapan selamat untuk Raka dan Adista. Sebagai rekan bisnis dan sudah mengenal, Raka tentunya begitu senang.
"Ara dan Anna di rumah Eyangnya. Ayah dan Bundanya berdua dulu," balas Aksara.
"Wah, jadi tips untuk kita nanti, Mas. Kalau pengen berduaan, Qiana nitip ke Eyang atau Oma nya dulu," balas Adista.
Arsyilla pun tertawa malahan mendengarkan ucapan Adista itu. "Benar banget. Kan sesekali tidak apa-apa, para Eyang atau Oma Opa itu kalau dititipin cucu juga seneng loh. Coba aja," kata Arsyilla.
Rupanya ucapan Arsyilla didengar juga oleh Mama Erina. Akhirnya, Mama Erina pun menyahutnya. "Belajar nih sama Kak Arsyilla, Dista. Mamanya Kak Arsyilla ini ahlinya parenting. Bisa tanya-tanya," kata Mama Erina.
"Serius Kak Syilla? Wah, keren banget dong. Pasti Kak Syilla juga jago nih ilmu pengasuhannya," balas Adista.
Arsyilla kemudian tersenyum. "Parenting sebenarnya tidak ada yang sempurna. Para pasangan sering mengalami jatuh dan bangun. Aku dan Kak Aksara juga. Namun, ketika jatuh bukan berarti menyerah, melainkan cepat-cepat berdiri. Runtuh bukan berarti tak tumbuh lagi. Begitu sih prinsipnya," kata Arsyilla.
Raka dan Adista menganggukkan kepalanya. "Setuju banget. Apalagi kami baru banget, orang tua pendatang baru, pasti banyak salahnya," balas Raka.
"Tidak apa-apa Boss Raka. Menjadi orang tua juga tentang belajar kok. Terus belajar dan terus semangat aja," balas Aksara.
"Harus belajar dari kamu nih Pak Arsitektur," balas Raka.
Kedua pria itu kemudian tertawa bersama. Ada hal positif yang bisa dikatakan ketika sudah bertemu. Namun, prinsip dari ilmu pengasuhan sejatinya adalah sama yaitu selalu belajar, dan ketika gagal atau salah, segera memperbaiki diri untuk terus membersamai tumbuh kembang anak-anak kita. 🧡