
Leon benar-benar sudah kehabisan kesabaran melihat lawan bicaranya yang begitu arogan, Baltasar yang menyadari hal tersebut pun tersenyum dengan licik dan berdiri untuk menyombongkan dirinya dan berkata, “Aku sendiri bisa saja menghancurkan kerajaan Engrasia jika aku menginginkannya. Kalian para manusia tidak akan mungkin bisa menghentikanku!”
Sudah tidak dapat beradu argumen lagi dengan Baltasar, Leon pun sepertinya terpaksa menantang Baltasar sesuai dengan tradisi bangsa Orc di mana yang kuat lah yang berkuasa. Ia benar-benar tidak mengira kalau Baltasar begitu sulit untuk diajak bernegosiasi akan perdamaian.
“Aku akan memutarbalikan kata-katamu itu, Baltasar. Tunggu saja hari kematianmu," ancam Leon dengan tatapan dinginnya kepada Baltasar dan dibalas dengan tatapan bengis oleh Baltasar sendiri.
Baltasar menyengir sinis, ia pun menghentakkan kakinya pergi. Meja yang dibuat oleh Leon menggunakan kekuatan Primordial angel miliknya langsung terbelah menjadi empat bagian sama rata, dan menyisakan ruang yang cukup bagi Baltasar untuk bergerak ke arah Leon.
Makhluk besar itu berhenti tepat di depan mata Leon dan memandanginya dengan tatapan dingin dan keji, namun Leon tetap saja memandangi tatapan itu dengan tatapan dinginnya.
Baltasar akhirnya tertawa dan berkata, “Hahahaha. Manusia, kau sangat berani sekali menantang diriku yang hebat ini. Baiklah. Kalau begitu, bagaimana kalau kita selesaikan dengan pertarungan sesuai dengan kebiasaan kami?!"
Leon sempat terdiam dan berpikir sejenak, kemudian dia menganggukkan kepala sebagai tanda kalau dirinya menerima permintaan Baltasar untuk melakukan pertarungan dengannya.
Leon pun bertanya, “Apa peraturannya?”
“Bagaimana jika kita mulai sekarang? Peraturannya adalah tidak boleh memakai senjata apa pun. Hanya tangan kosong dan kemampuan bertarung yang kau miliki. Bagaimana manusia? Apakah kau setuju?" tanya Baltasar dengan senyumannya yang licik.
Leon menyadari rencana Baltasar dan hanya membalas senyuman licik milik Baltasar dengan senyuman dingin miliknya sambil memikirkan rencana harus seperti apa dia mengakhiri pertarungan ini.
Pria itu pun mengangguk sebagai tanda kalau dia setuju dengan peraturan yang diberikan oleh lawan bicaranya itu. Karo dan Mark dengan cepat menyingkir ke pinggir ruangan dan menjadi saksi pertarungan tersebut.
Sebelum bertarung, Tyr dan Den memberi tahu sedikit hasil analisa mereka tentang Baltasar. Mereka melakukan analisa dari balik bayangan Leon selama Leon dan Baltasar sedang berdiskusi. Tyr menjelaskan kepada Leon kalau Baltasar sepertinya sempat mengalami cedera di kaki kirinya oleh karena itu ada baiknya untuk mengicar kaki kiri dari Baltasar.
“Tuanku, izinkan aku menggantikanmu untuk bertarung melawan Baltasar," pinta Den kepada Leon dari balik bayangan Leon. Namun sebagai tuannya, Leon tidak mengizinkan hal tersebut dan hanya meminta Den, Tyr, dan semua Orc bayangan lainnya untuk bersiap jika saja Baltasar memanggil pasukan elite-nya untuk menyergap dari luar.
“Kau siap, nak?” tanya Baltasar kepada Leon. Leon menatapnya tanpa mengangguk.
Baltasar pun melepas tudung kepalanya yang terbuat dari kepala serigala crystal putih ke atas kursi tahtanya serta melepaskan jubah mantel bulunya yang terbuat dari bulu Serigala Tyrant. Seketika aura yang terpancar dari tubuhnya berubah drastis, samar-samar terasa aura kematian terpancar dari tubuh makhluk tinggi itu serta aura dewa yang tidak terasa asing bagi Leon.