
Isabel mengajak Leon untuk tinggal satu ruangan dengannya, bahkan gurunya juga memperbolehkannya untuk tinggal dengannya. Hal ini membuat Leon merasa aneh sekali. Isabella membawanya ke ruangannya, tempatnya cukup luas. Ada dua kamar tidur, sofa lebar, dan kamar mandi.
“Kau bisa tidur di kamar ini kalau mau,“ ucap Isabella sambil menunjuk ke arah kamar yang paling luas.
“Tidak, tidak perlu, ini pasti kamarmu, bukan? Aku bisa pakai yang satu ini," sahut Leon seraya menunjuk kamar yang lebih kecil.
Setelah selesai merapikan semua barang-barangnya di kamar, Leon keluar dari kamar dan kembali ke aula ruangan bersama dengan Isabella karena Guru memanggil mereka. Di sepanjang perjalanan, mereka mengobrol.
“Hey setelah ini bagaimana kalau kita makan?” ajak Leon berusaha mencari topik pembicaraan karna keheningan ini.
“Uhm, boleh. Aku bisa merekomendasikan tempat makan yang lezat di sini," sahut Isabella menjawab dengan penuh semangat.
“Omong-omong Isabel, dari penampilanmu kau terlihat seperti seorang pendekar pedang! Apa aku benar?” tanya Leon. Seketika dia menjawab, “B-bagaimana kau tahu itu?”
Pada akhirnya Leon hanya menjawab kalau dia asal menebak. Isabel pun berkata, “Tebakanmu itu benar, 80% lebih tepatny. Aku ini seorang magic swordsman!”
Isabell menjawab dengan semangat dan menceritakan bagaimana awal mulanya dia berniat menjadi magic swordsman karena cerita keluarganya yang sangat hebat dalam seni berpedang.
Saat sampai di aula Party Dragonite, semua orang sudah berkumpul. Ketika Leon dan Isabella datang bersama, semua mata tertuju ke arah mereka berdua.
“Sudah! Perhatikan apa yang ingin disampaikan oleh Gurumu ini !” seru Draco D membubarkan pandangan semuanya. Kemudian semua perhatian tertuju ke arah guru. Leon dan Isabell duduk bersebelahan.
Ketika mereka sedang mengobrol, ada seseorang yang menepuk pundak Leon dan bertanya, "Kau Leon Silvestre, bukan?”
Ia adalah Budi S. Blackwater, kemudian Leon mengangguk untuk menjawabnya karena sedang fokus mendengarkan apa yang guru sampaikan.
“Bisakah kau diam dan mendengarkan?” bisik seseorang kepada Budi. Seketika dia terdiam dan fokus pada apa yang guru sampaikan.
Semua orang tetap fokus mendengarkan apa yang Guru sampaikan. “Jadi, sebagai guru yang baik, saya berharap kalian mau saling membantu! Saya akan membagi kalian ke dalam tiga kelompok kecil!” sambungnya.
Kemudian muncul cahaya dari tangannya dan berubah bentuk menjadi sebuah list nama-nama dari anak-anak muridnya.
Group 1 : Isabella Yra Calvet, Budi Sergio Blackwater, Ray Hashglow, Prisciliana Sanchez, Galleon A. Silvestre.
(1 Magic Swordsman, 2 Heavy Swordsman, 1 Healer, 1 Deadly Mage/ Warlock)
Group 2 : Bas Hardork, Jean lenorda, Miyura Chalice, Quantz Savaro, Lenin Adro
(1 Light Swordsman, 2 Healer, 1 Assassin, 1 Summoner)
Group 3 : Vunar Shior, Maljum Sat, Xian Jian, Lu Bo Ki, Karrion Hex
(1 Paladin, 2 Summoner, 1 Healer, 1 Magic Swordsman)
“Semua yang ada di dalam list, kuharap bisa saling membantu untuk menjadi lebih kuat. Sebelum pertandingan antar akademi, akan ada pertandingan Internal antar Party," jelas Draco D.
“Jika salah satu dari grup kalian bisa menempati posisi pertama atau kedua, akan ada hadiah yang menunggu kalian.
“Apa itu hadiahnya, Guru?” Semua orang serentak bertanya.
“2000 Gein dan 75,000 Dein," jawab Draco D dengan bangga.
Seketika semua orang tercengang mendengar jumlah hadiahnya dan menjadi sangat bersemangat untuk meraih posisi pertama di pertandingan lima tahun yang akan datang.