
Doroin dan gerombolan Orc yang mendukungnya kemudian berjalan ke arah kemah tempat Baltasar beristirahat, namun ketika mereka mendekat kehadiran mereka dihadang oleh seorang Orc besar dan perkasa yang membawa dua pedang besar di punggungnya. Di tubuhnya terdapat banyak Tattoo yang menandakan berapa banyak pengalamannya dalam berperang dan berkelahi.
“Menyingkirlah Varbu! Aku tidak memiliki urusan denganmu!” seru Doroin dengan tatapan menghina dan meremehkan.
Melihat Varbu diremehkan semua pendukungnya langsung berkumpul dan bersama menghalangi jalan Doroin dan para Orc yang mengikutinya.
“Kau tidak punya urusan denganku? Aku yang sudah ikut berperang dengan Khan dan selalu melindungi sisi belakangnya ini berhak untuk mengetahui tujuanmu terlebih dengan membawa senjata itu!” seru Varbu dengan tatapan bengis yang qbersiap menarik kedua pedang besar di punggungnya itu.
Tatapan bengis yang ditunjukkan oleh Varbu tidak membuat Doroin takut atau pun bimbang dengan keputusannya sedikitpun. Dia tetap berusaha untuk melangkah maju dan menantang posisi Baltasar yang sekarang menjadi pemimpin dari semua Klan Orc yang ada di dunia.
Melihat Doroin yang tidak mau mundur membuat Varbu menjadi merasa kesal dia pun menendang Doroin hingga terpental sangat jauh.
“Aku Varbu... pemimpin klan Garigan ,panglima perang sang Khan dan salah satu pemegang senjata pembunuh telah menantangmu, Doroin putra tertua dari Darano untuk bertarung denganku!” seru Varbu menyatakan tantangan pertarungan kepada Doroin dengan tatapan serius tertuju kepada Doroin.
“Memangnya kenapa kalau kau memegang pedang ‘Void carver’ salah satu pedang terkuat dari 9 senjata pembunuh, kau pikir aku takut? Lihatlah kapak ini!” seru Doroin kemudian menunjukan kapak besarnya itu yang hanya dari hembusan angin saat mengayunkannya mampu menghancurkan pohon besar di sampingnya.
Varbu menarik dua buah pedang besar di punggungnya dan dengan cepat melesat bergerak menyerang Doroin. Dari sejak lama Varbu memang terkenal sebagai panglima Orc paling kuat dan brutal di bawah komando Baltasar, tidak ada seorang pun yang mampu mengalahkan Varbu selain Baltasar sendiri.
Doroin memang tidak seterkenal Varbu namun ajaibnya setiap serangan yang lakukan oleh Varbu mampu ditahan oleh Doroin dengan menggunakan kapaknya. Dengan sangat cekatan, Doroin mengayunkan kapak besarnya untuk menahan tiap serangan sekaligus mencari cela untuk menyerang Varbu.
“Kau memang kuat namun sayangnya, kau tidak pernah kalah sedikitpun. Hari ini untuk pertama kalinya kau akan mengalami kekalahan, Varbu!” seru Doroin yang mulai menyerang Varbu dengan membabi buta.
Semua Orc yang menonton bersorak untuk mendukung petarung dukungannya, ada yang mendukung Varbu karena namanya sudah terkenal hebat dan ada juga yang mendukung Doroin karena bagi mereka dia mirip seperti sosok Baltasar sebelum menaklukan semua clan Orc di dunia.
Kedua belah pihak memiliki gaya bertarung dan teknik yang menakjubkan bahkan para warga desa yang menonton merasa terpesona sekaligus takut ketika memikirkan kembali kata-kata mereka yang menolak berdamai dengan para Orc.
“Akan ku akhiri di sini [Axe style ‘Carnage Slash’]” seru Doroin yang kemudian menggunakan teknik buatannya sendiri yang dia buat setelah mempelajari teknik pedang [Carnage Slash] versi Varbu yang sangat melegenda.
Tebasan kapak milik Doroin mampu menghancurkan apapun di depannya yang berjarak kurang dari 100 meter dan lebar kerusakan 3 meter. Tebasan itu dengan mudah dihindari oleh Varbu namun tujuan sebenarnya serangan itu bukan untuknya melainkan untuk Baltasar yang masih berada di dalam tenda peristirahatannya.
“Khan!!” seru Varbu ketika melihat serangan tersebut mengenai tenda peristirahatan milik Baltasar.