Reincarnated As A Warlock

Reincarnated As A Warlock
Chapter 129



Kesabaran Lars terhadap Samuel Silvestre sudah habis, ia bahkan tanpa sadar melepaskan aura membunuhnya yang kuat dan hampir saja membuat mereka yang lemah mati. Untungnya Selene mampu menyadarkannya.


“Pergilah denganku malam ini. Akan kupastikan hari ini adalah hari terakhir untuk Samuel Silvestre!” seru Lars dengan kemarahannya yang membara.


“Aku mungkin membencinya, namun bukan berarti aku membenci anak yang sedang kukandung ini. Dia tidak berdosa, Lars. Dia tidak bersalah. Kumohon jangan renggut sesuatu dari hidup anak ini seperti ayahnya yang merenggut banyak hal dari kita berdua!” tegas Selene dengan yakin dan tidak kenal takut persis seperti apa yang Lars kenal dulu.


Lars tidak bisa berkata apa-apa lagi, hatinya benar-benar kacau karena tidak tahu harus berbuat apa lagi. Hatinya itu hanya mengenal satu perempuan yang telah menemaninya selama hidup ini, dan hanya kepada perempuan itulah dia memberikan seluruh perasaannya, namun sayangnya perempuan yang sangat disayanginya itu harus dia relakan pergi meninggalkan dirinya.


Selene pun juga sama jauh di dalam hatinya, dia hanya mencintai Lars namun akan menjadi sebuah omongan publik ketika seorang wanita yang sudah menikah hamil karena pria yang bukan suaminya. Hal ini akan menginjak-injak nama baik Lars sebagai suaminya, terlebih permasalahan ini bersangkutan dengan Keluarga Silvestre yang sudah terkenal kehebatan dan ketenarannya, tidak mungkin bagi orang biasa atau bangsawan kelas rendah untuk melawannya.


“Kau itu baik dan tampan, Lars sayang, pasti banyak wanita di luar sana yang sesuai denganmu. Tetaplah kuat dan baik hati seperti dulu, ya. Aku akan menikah dengan orang itu bulan depan. Datanglah dengan wanita pengganti diriku dalam kehidupanmu nanti," jelas Selene sambil berusaha tetap tegar kemudian pergi melewati Lars dan menghilang di keramaian.


...πππ


...


Aether pun menyetujuinya dengan catatan ketika Aether nanti memintanya untuk melakukan sesuatu, Lars tidak boleh menolaknya. Karena dalam keadaan emosi Lars memilih untuk menerima persyaratan tersebut.


Penyesalan baru datang ketika dia mengetahui yang dia harus lakukan adalah membunuh salah satu anak dari orang yang paling dia cintai, anak itu adalah Leon. Lars tidak tega untuk membunuh Leon dan lebih memilih untuk membuat sebuah skenario di mana Leon harus diasingkan ke dalam alam Ilusi melalui gerbang ilusi Abyss, namun siapa sangka Leon mampu kembali tanpa ada yang membuka lagi gerbang tersebut.


Yang terjadi biarlah terjadi, pikir Lars dalam benaknya.


Sekarang ia berambisi untuk menghabisi raja Engrasia, dorongan ini disebabkan oleh perasaan benci Lars yang masih teringat bagaimana istrinya direbut darinya dan diperlakukan seenaknya. Anehnya raja Engrasia membiarkan para bangsawannya melakukan hal yang tidak bermoral seperti itu.


Sambil mengusap kepala Selene dan mengingat masa lalu, tanpa disadari air mata keluar dari mata Lars. Ketika terbangun dari tidurnya, Selene melihat mata Lars yang berkaca-kaca dengan banyak tetesan air mata di pipinya, Selene yang khawatir pun mengusap kedua matanya dengan tangannya dan berusaha menghiburnya.