
Isabella sontak melemparkan baju kepada Leon supaya Leon memakainya. Setelah memakai pakaian tersebut, Leon duduk bersebelahan dengan Isabella untuk makan bersama. Isabella mulai menyuapinya masakan buatannya dan bertanya, "Bagaimana? Apa masakanku lezat?”
Sebenarnya bagi Leon rasa masakan yang dibuat oleh Isabella sedikit pahit, namun dia tidak mengatakan hal tersebut melainkan hanya tersenyum kecil. "Masakanmu lezat namun perlu sedikit perbaikan."
Mendengar pujian dari Leon membuat hati Isabella merasa sangat senang dan menjadi semangat untuk memasak lebih bagi Leon kedepannya. Setelah selesai makan, Isabella merapikan peralatan bekas makanannya dan bersiap mengganti pakaian, sedangkan Leon pergi keluar dan memanggil Boreas untuk ikut bersamanya dengan membawa dua orang bawahan yang kuat dan terpercaya yang diketahuinya.
Boreas melaksanakan titah tuannya dan memanggil dua orang high orc berwarna coklat. Keduanya memiliki ukuran yang besar dengan tinggi badan 200cm. Orc yang pertama menggunakan sebuah pedang besar dan yang kedua menggunakan kapak.
“Ada apa memanggilku, Boreas?” tanya San.
“Kau mencariku?” tanya Cou.
Boreas kemudian menjelaskan kepada kedua Orc itu untuk ikut bersamanya dalam mengawal tuan mereka menyelesaikan misi di tempat yang berbahaya. San dan Cou setuju dengan tawaran Boreas. Mereka pun berkemas-kemas menyiapkan barang mereka untuk pergi.
Sementara Leon dan Isabella saling membantu dalam menyimpan dan menyiapkan barang. “Apa kau butuh ini?” tanya Isabella kepada Leon sambil menunjukan sebuah celana pendek yang biasa digunakan oleh Leon untuk tidur.
Leon kemudian mengambil celana pendek tersebut dan menyimpannya dalam cincin ruang yang dia miliki. Ketika sedang merapikan barang, Leon melihat pakaian milik Isabella yang biasanya digunakannya. “Apa kau mau membawa ini?” tanya Leon kepada Isabella sambil menunjukan baju atasan berwarna merah milik Isabella.
“Apa kau mau aku menggunakan pakaian itu?” Isabella berbalik bertanya karena tahu pakaian tersebut akan sangat ketat dan mencetak tiap lekukan tubuhnya.
Leon hanya tersenyum kecil kemudian menyimpan pakaian tersebut di cincin ruangnya. Setelah selesai merapikan barang, mereka berdua menaiki seekor harimau salju berukuran besar, namun masih berusia muda yang diberikan oleh Boreas.
Boreas, San, dan Cou juga bersiap di belakang Leon dan hanya tinggal menunggu aba-aba dari tuannya. Dalam benak Leon, ini saatnya untuk menyelesaikan tugas yang perlu di kerjakan.
...
Di Akademi Ahrion.
Lars dan Selene sedang bersiap berpakaian, mereka berdua menggunakan pakaian serasi dengan kombinasi warna hitam dan merah, Selene membantu Lars merapihkan pakaiannya. Selama Selene merapihkan pakaian Lars yang sedikit berantakan, Lars berkata, "Saatnya menyelesaikan dendam ini."
Selene hanya tersenyum dan menyemangati orang yang dicintainya itu dan memeluknya sambil ikut menatap keluar jendela.
Aneh tapi nyata di saat yang hampir bersamaan walau berada di tempat yang berbeda, Lars dan Leon mengatakan kata-kata yang sama.
“Tidak boleh ada kesalahan sedikit pun, satu saja salah bisa berakibat sangat fatal."
Dengan begitu Lars dan Selene bergerak untuk menyerang Istana Raja Engrasia, sedangkan Leon dan Isabella pergi menuju ke tempat reruntuhan kuno karena mendapatkan misi dari Guild militer Engrasia.
Di Akademi Ahrion, Lars dan Selene berjalan berdua bergandengan tangan. Semua murid yang menyaksikan sangat terkejut ketika melihat mereka berdua bersama, bagaikan pasangan terpilih dari surga keduanya tampak sangat serasih, Lars yang sangat tampan rupawan dengan Selene yang cantik seindah Dewi Aphrodite.
Di antara semua orang yang terkejut, Draco dan Lucilia jauh lebih terkejut. Dalam pandangan Lucilia, Lars tidak pernah sedikitpun terlihat dekat dengan perempuan manapun di akademi, sedangkan dalam pandangan Draco dia mengetahui persis apa yang terjadi.
Draco mengetahui persis bahwa perempuan yang bersama dengan Lars adalah Selene Silvestre dan ini membuat tingkat kecurigaannya terhadap Lars semakin meningkat.