
Lars tersenyum karena melihat Selene berada di sisinya dan berusaha menghiburnya, namun jauh di dalam dirinya dia merasa sangat menyesal karena membuat Selene lupa ingatan tentang dirinya dan menjadikannya budaknya.
Alasan Lars ketika memohon menjadikan Selene sebagai budak adalah ketika ia datang ke pernikahan Selene, dirinya dicaci dan dihina oleh dua keluarga bangsawan yaitu Silvestre dan Grimsbane. Selene yang ada di sana pun juga ikut menghinanya, walau sebenarnya Lars tahu Selene tidak bermaksud menghinanya melainkan terdesak oleh keadaan. Karena terbutakan oleh kebencian, membuat Lars mengambil keputusan yang dia sesali saat ini.
“Tuanku, ada apa? Apa aku salah kemarin?” tanya Selene dengan penuh kekhawatiran ketika melihat wajah murung Lars.
Lars hanya memandangi wajah Selene dan menyentuh pipinya dengan menggunakan tangannya dengan lembut. Sontak ia memeluk Selene dengan sangat erat dan meminta maaf berulang kali. Selene yang tidak mengerti apa-apa pun merasa bingung dengan tindakan yang dilakukan tuannya itu, namun Selene hanya menanggapinya dengan ramah dan membalas pelukannya.
“Selene, apa kau mau berhenti menjadi pelayanku?” tanya Lars kepada Selene. Mendengar perkataan Lars, Selene sempat ingin menangis karena merasa Lars sudah tidak membutuhkan dirinya lagi.
“A–apa aku salah, tuanku? A–aku kurang baik dalam melayanimu, ya, tuanku? Tolong beri aku kesempatan lagi, tuanku." Selene memohon sampai berlutut di hadapan Lars karena dia berpikir Lars ingin mengusir dirinya. Lars kemudian membungkuk dan membantu Selene berdiri kemudian mencium kening Selene dan berbisik.
“Tidak, bodoh. Aku ingin menjadikanmu istriku. Apa kau mau?” bisik Lars kepada Selene. Wajah Selene seketika bersemu merah karena merasa malu, terlebih ketika Lars berlutut di hadapannya dan memberikan sebuah cincin untuknya.
Lars memasangkan cincin itu ke jari Selene dan berdiri kemudian memeluknya. Selene hanya bisa menangis bahagia karena dinikahi oleh Lars yang merupakan tuannya yang sangat dia sayangi dalam pikirannya.
“Aku akan menjadi Istri yang baik untukmu, tuanku," kata Selene dengan penuh rasa bahagia kepada Lars.
“Baiklah, Lars sayangku," sahut Selene sambil tertawa dan tersenyum kecil di hadapan Lars.
Setelah Itu Lars dan Selene menyiapkan diri dan bersiap sesuai dengan apa yang disusun dalam rencana mereka.
Lars and Selene's Part – END
Di klan Night Lion.
Isabella bangun pagi-pagi sekali sebelum Leon bangun dengan niatan untuk menyiapkan sarapan untuknya. Ia meminta Boreas dan para Orc lainnya untuk mencarikan dan menyiapkan beberapa bahan makanan untuknya membuat sarapan bagi Leon. Boreas pun langsung bergerak bersama Orc lainnya untuk berburu dan mencari makanan.
Tidak lama kemudian Boreas kembali membawa berbagai bahan makanan, Isabella pun menggunakan beberapa bahan yang ada untuk membuat sarapan untuk Leon dan dirinya. Ketika selesai memasak, ia membawa makanan yang dibuatnya masuk ke dalam kamar. Betapa terkejutnya Isabella ketika melihat tubuh Leon yang tanpa busana dan penuh keringat karena baru saja selesai melakukan olahraga push up.
"Astaga!" pekik gadis itu. Wajah Isabella memerah ketika melihat Leon, terlebih karena Leon yang dengan santainya berjalan mendekat ke arah Isabella dan mengambil makanan dari tangannya meski dia sadar dia belum memakai baju. “Gunakan pakaianmu dulu baru makan!” tegur Isabella ketika melihat Leon mengambil piring yang berada di tangannya.