Reincarnated As A Warlock

Reincarnated As A Warlock
Chapter 120



“Kau benar-benar lucu, Cilia. Yah mungkin itu alasan aku menyukaimu,” gombal Budi sambil tertawa melihat wajah kesal Prisciliana yang perlahan berubah menjadi kemerah-merahan.


“Berhentilah menggodaku, Budi!” Prisciliana tersipu sambil menutupi wajahnya yang memerah dengan kedua tangannya.


Budi pun mendekatkan tubuhnya ke Prisciliana dan berniat untuk menciumnya, Prisciliana sempat sedikit menolak namun jauh di dalam hatinya ia begitu ingin mencium Budi dan karena hal itu dia memberanikan diri untuk tetap diam.


Ketika kedua bibir mereka hendak menyatu, tiba-tiba saja dari balik semak-semak muncul seorang Orc bawahan Boreas yang melihat mereka berdua. Orc tersebut pun berseru dengan sangat keras karena berhasil memenuhi perintah Leon untuk mencari Budi dan Prisciliana. Karena kemunculan Orc tersebut membuat Budi merasa sangat kesal karena merusak suasananya.


Prisciliana yang melihat ekspresi kesal Budi pun menjadi sedikit tersenyum dan berusaha menenangkan amarah Budi yang terlihat jelas sangat membara terhadap Orc itu. Tidak lama kemudian muncul beberapa Orc lain ke lokasi tersebut dan di susul dengan kedatangan Boreas, Isabella, dan Leon.


Isabella langsung berlari menghampiri kedua teman sekaligus anggota timnya tersebut, Prisciliana menyambut kedatangan temannya itu dengan tangan terbuka dan wajah yang berseri-seri. Budi yang awalnya emosi pun mereda karena melihat senyuman di wajah Prisciliana yang sangat indah bagi perasaannya.


Leon pun juga berjalan ke arah Budi dan menyapa temannya sekaligus mengobrol banyak hal. “Bagaimana luka-lukamu?” tanya pria itu kepada Budi sambil terus memperhatikan Isabella dari kejauhan.


“Sudah tidak parah. Lihat! Tanganku bisa bergerak lebih leluasa sekarang! Selama masa penyembuhan, Cilia selalu saja melarangku untuk melakukan ini dan itu!” seru Budi dengan wajah menggerutunya kepada Leon, entah bagaimana caranya tetapi Priciliana mampu mendengar apa yang dikatakan oleh Budi.


Isabella sendiri juga merasa sedikit takut sekaligus terkejut karena tidak pernah melihat Prisciliana sampai segitunya terhadap Budi.


“Kau bilang aku apa tadi! Kalau bukan karena aku, luka-lukamu masih ada sampai sekarang bodoh!” pekik Prisciliana dengan nada kesal sambil terus mencubiti Budi.


Budi masih berseru kesakitan hingga meminta pertolongan kepada Isabella dan Leon, namun mereka berdua tidak ada yang bergerak karena tidak ingin mencampuri urusan kedua pasangan itu. Budi meminta maaf sampai ratusan kali hingga akhirnya Prisciliana berhenti mencubit dan membantu Budi untuk berdiri sekaligus menyembuhkan rasa sakitnya dengan sihir penyembuhnya.


Selagi menunggu Budi dan Priscliana, Leon berjalan ke arah Boreas dan memerintahkannya untuk berburu dan menyiapkan makan siang untuk mereka semua. Boreas mengangguk mengerti dan langsung menyuruh semua Orc bawahannya untuk berpencar dan berburu.


Selama menunggu Isabella, Leon, Budi dan Prisciliana saling mengobrol tentang apa yang mereka akan lakukan kedepannya setelah menyelesaikan akademi Ahrion, Budi menceritakan rencananya panjang lebar tentang apa yang akan dia lakukan kedepannya bersama dengan Priciliana.


“Setelah keluar dari akademi Ahrion kami berdua memang berencana untuk pindah ke kerajaan Indouressia dan membuka sebuah Bar di sana," jelas Prisciliana sekaligus menegaskan apa yang dikatakan oleh Budi sebelumnya.


“Jangan khawatir. Jika kalian butuh bantuan apa pun, kami berdua pasti akan membantu," timpal Budi berusaha mengubah topik pembicaraan.