Reincarnated As A Warlock

Reincarnated As A Warlock
Chapter 46



“Terima kasih juga, Gris! Sekarang mari keluar dari tempat ini," tutur Leon segera menggunakan kekuatan yang ia dapatkan dan membelah dimensi untuk membuka pintu kembali.


Berhasil! Hah aku akhirnya kembali ke tempat asalku, dan ini tepat di mana aku pergi dua tahun lalu menurut waktu di dunia ini.  Sepertinya kedatanganku cukup membuat heboh semua orang ya?


“Siapa dia?!”


“Tidak tahu. Orang aneh!"


“Berani sekali dia muncul seperti itu, membahayakan orang lain!”


Semua orang kelihatannya tidak menyukai Leon di sana, mungkin ia harus meminta maaf karena membuat mereka semua tak menyambutnya dengan baik di sana.


“Bagus sekali, ada murid baru yang menantangku. Bocah, apa kau tidak tahu siapa diriku ini? Aku ini Icarius Vel dari Party Starling!" Orang itu menantang Leon namun Leon tidak terlalu peduli dengan kata-katanya. “Hanya aku satu-satunya orang di Academy Ahrion yang berhak melamar dewi perang dari Party Dragonite bernama Isabella Calvet," lanjutnya tegas.


“Kau bilang apa tadi?!” Leon mulai merasa marah mendengar kata-kata pria yang berada di depannya itu. Ia mengepal tangannya erat hingga mengeluarkan anak urat nadinya.


“Isabella Calvet adalah milikku, dasar kau anak bocah! Kau tidak akan memiliki kesempatan sebagai anak baru!” Icarius Vel menatap dengan tatapan yang mengejek.


“Benarkah?!”


Leon langsung menyerangnya dengan mengepungnya dengan ribuan tombak api. Tatapannya tajam, penuh kobaran amarah karna hatinya yang menekan bahwa ia tak menerima hal itu.


Blar!


Icarius menghindarinya dan menahan Leon untuk berbicara dengannya tanpa kekerasan.


“Dengarkan baik-baik, aku sama sekali tidak mengenalmu. Memangnya kau sudah berapa lama di Akademi Ahrion?”


"Satu tahun," jawab Leon dengan dingin. Sepertinya, sejak dari Dunia Abyss, sifatnya berubah 180° hingga menjadi seperti ini.


“Isabella Calvet itu kekasihku! Kalau kau mau mengambilnya, akan kubunuh kau!”


“Leon, hentikan!”


Sosok perempuan secantik malaikat berlari menghampiri Leon, membuat pria itu menurunkan tangannya dan memusnahkan semua aura membunuh yang keluar dari tubuhnya sendiri. Ia adalah Isabella, gadis yang pria itu sukai.


“Oh, dewiku. Aku baru saja berniat untuk menghabisi bocah sialan ini yang mengaku kalau kau adalah miliknya," tukas Icarius Vel hingga Isabella bergidik ngeri melihatnya.


“Siapa kau aku tidak mengenalimu!” seru Isabella mengabaikannya dan tetap berjalan ke arah Leon. Gadis itu memeluknya dan menatap ke arah Icarius yang terkejut dan tak menyangka. “Aku ini memang miliknya! Kau saja yang tidak tahu!”


Icarius pergi dari sana, merasakan malu yang luar biasa menyerang pikirannya.


Semua orang di sekitar yang awalnya berusaha menolong mereka yang sekarat karena aura membunuh Leon justru malah bergosip tentang hubungan mereka. Leon dan Isabella segera pergi menjauh dan menghabiskan waktu berdua karena ingin melepas rindu, mereka berjalan-jalan di sekitar taman sambil berpegangan tangan dan sesekali berpelukan.


“Aku benar-benar merindukanmu. Kau tahu itu, bukan?” Leon memeluknya, karena baginya mereka berdua sudah berpisah selama enam tahun.


“Aku juga merindukanmu, Leon. Aku bahkan hampir tidak percaya kau sudah lebih tinggi dariku," sahut Isabella membalas kata-kata Leon lalu mencoba menjinjit untuk menyamai tingginya. Terlihat sangat imut baginya.


“Bagaimana kabar yang lainnya? Apa mereka baik-baik saja?” tanya Leon seraya mengajak Isabella duduk di salah satu bangku berwarna putih. Gadis itu mengangguk.


“Iya. Mereka semua baik-baik saja. Mereka merindukanmu juga," jawab Isabella dengan senyumannya yang indah. Sangat indah.


Mereka menghabiskan waktu bersama sepanjang hari hingga malam. Pada saat malam, merekai berbelanja bersama dan membeli beberapa pakaian baru untuk Leon.


“Hahaha, hari ini sangat menyenangkan." Leon merenggangkan tubuhnya hingga merasakan sesuatu yang membuatnya mengerutkan kening, "badanku sungguh bau, ya?”


“Tidak. Bagiku harum tubuhmu itu sangat wangi!” sahut Isabella sambil berusaha menahan tawa.


Sesampainya di gedung Party Dragonite, Leon disambut oleh anggota lainnya. Mereka mengadakan pesta kecil-kecilan untuk merayakan kembalinya dirinya..