
Sedikit demi sedikit Orc yang menyerang dihabisi oleh Isabella dan juga Budi tetapi jumlah mereka tetap banyak dan membuat Budi dan Isabella kewalahan.
“Kita tidak bisa terus begini, kita kalah jumlah!” seru Budi sambil terus bertarung dengan Orc yang menyerang.
Isabella tidak memperdulikan kata-kata Budi dan tetap fokus dengan pertarungan yang dia hadapi, sosok High Orc merah bertubuh besar membawa pedang panjang berusaha memanfaatkan situasi yang kacau untuk menyerang Isabella dari belakang.
“Isabella awas!” teriak Budi memperingati Isabella yang terlalu fokus dengan musuh di depannya.
Pedang milik High Orc merah tersebut hampir mengenai tubuh Isabella, pedang tersebut tertahan oleh kapak besar milik Boreas. Boreas membawa beberapa Orc bersamanya atas perintah Leon untuk melindungi Isabella.
—Beberapa saat sebelumnya—
Leon dan Roseria melakukan kontrak setara di mana Roseria akan selalu berada disisi Leon dan membantunya dengan keuntungan dia tidak akan bisa mati kecuali jika Leon menginginkannya atau Roseria mengkhianati Leon. Dan bagi Leon, dengan kontrak setara ini dia bisa menggunakan semua pengetahuan yang Roseria miliki namun Roseria tidak bisa melihat pengetahuan yang ia miliki.
Kemampuan tombaknya sangat hebat dia bisa menciptakan tarian tombak dengan efek kerusakan kepada musuh yang begitu besar. Ini akan sangat membantu dalam berurusan dengan musuh dalam jarak dekat, pikir Leon dalam batinnya sambil merencanakan gerakannya berikutnya.
Leon merencanakan akan bergerak menuju clan Orc terdekat yaitu Clan black Bear, Clan domiscus, dan Clan notte. Leon kemudian memerintahkan Boreas untuk membawa beberapa Orc dan mengunjungi clan-clan Orc terdekat yang ingin dia kunjungi.
“Lord ku, kami semua sudah siap dan menunggu perintahmu," kata Boreas kepada Leon sambil membungkukan badan dan diikuti oleh 50 Orc lainnya.
Leon mengangguk dan segera memerintahkan Boreas untuk bergerak.
Clan Orc Domiscus dan notte memiliki kemampuan unik setelah melakukan kontrak dengan Leon sebagai tuannya. Kemampuan yang unik dimana mereka bisa menjadi bayangan dan terus mengikuti Leon dari balik bayangannya tanpa harus makan atau pun minum sedikitpun.
Boreas memanggil mantan pemimpin klan Domiscus dan notte ke hadapan Leon,
“Sungguh sebuah kehormatan bagiku melayanimu, tuanku," ucap kedua pemimpin itu berkata kepada Leon di saat yang bersamaan.
Boreas menjelaskan kepada Leon, sosok yang tinggi dan jauh lebih besar darinya itu bernama Tyr dan senjata yang paling sering dia gunakan adalah palu yang sangat besar yang mampu menggetarkan tanah, sedangkan disampinya yang berukuran seperti manusia normal bernama Den. Dia merupakan seorang assassin yang mampu menghabisi musuhnya dalam hitungan detik.
“Tyr dan Den!” seru Leon dengan nada tegas yang berwibawa.
“Iya tuan ku!” jawab mereka berdua di saat yang bersamaan.
“Aku ingin kalian mendengarkan dan membantu Boreas dalam memimpin Orc lainnya,” tegas Leon dengan tatapan tajamnya yang serius dan hampir membuat Den jatuh pingsan karena terasa seperti di tekan.
“Terima kasih tuanku, aku akan melaksanakan perintahmu.” Serentak jawab Tyr dan Den.
Boreas kemudian berdiri di hadapan dua Orc itu dan berkata, “Jika kalian berani sedikitpun terlintas ide untuk mengkhianati Lord ku, akan kupenggal kepala kalian berdua!”
Dengan suaranya yang berat dan keras, Boreas menunjukan dirinya sangat dominan di antara para pemimpin Orc yang ada.