
“Maaf, Sword of Ghost!" Leon menyerang dan menghabisi orang yang menyerangnya dari arah depan dan kiri tanpa mereka sadari.
“Dua tumbang, delapan tersisa!”
Sing!
“Matilah! Wind Strike!” seru orang keempat dari mereka.
“Ketemu! Thunder Sword Strike!"
Leon menyerang musuh yang tadi mengeluarkan suara dan membunuhnya tanpa mengeluarkan suara.
Srat!
“Tiga tumbang, tujuh tersisa!”
Terdengar langkah kaki di sekitarnya seperti berputar mengelilingi dirinya, menunggu saat yang tepat untuk menyerang.
“Spear Style Wind Breaker!" seru orang kelima dan orang ketujuh.
“Death God Sword Style, ‘First style; Torment!”
Dengan serangan Leon, ia menghabisi keduanya sampai sudah tidak berwujud lagi.
“Lima tumbang, lima tersisa!” Lalu ia melanjutkan, “Oh aku lupa kalau masih ada satu orang bajingan yang tidak terhitung!”
“Habisi dia!” seru Alfonso membuatnya mudah tertebak di mana lokasinya.
“Mati! Spear style ‘Flame Serpent strike’," seru orang keenam.
Lalu dari samping kiri, datanglah orang kesatu. “Sword Style ‘Wind Slasher'!"
“Mountain Breaking Slash!” Serangan Leon menghabisi mereka berdua dengan memotong mereka menjadi bagian yang kecil dan terpisah-pisah.
Perlahan ia rasakan Domain yang menghalanginya menggunakan sihir sudah menghilang dan domain penghalang yang membuatnya menjadi susah melihat juga menghilang karna pengguna domainnya sudah dibunuh olehnya.
“Oh, ternyata tersisa empat, bukan tiga!” Leon bisa melihat mereka semua dan terlihat dari ekspresi mereka sudah sangat ketakutan ketika melihat seluruh arena bertumpahan darah rekan mereka. Juga organ dan anggota tubuh dari rekan mereka.
“H-habisi dia!” seru Alfonso memerintah bawahannya, mereka bertiga bergerak bahkan Healer juga maju menghadapi Leon. Setiap pukulan yang mereka keluarkan ia hindari dengan mudah.
“Kita sudahi saja mainnya di sini, okay?” kata Leon Aku karena ingin mencoba trick baru.
“Soul Harvest Spell!" Ia menyerang dan seketika seluruh arena berubah menjadi merah dan terasa muncul aura membunuh yang kuat.
Sebelum mantra mencabut nyawa semua orang yang ia targetkan, ketiga orang yang tadi langsung berubah menjadi mayat kering yang sangat rapuh dan hanya tersisa Alfonso saja yang tidak ia targetkan.
"Kya!" Mereka semua berubah menjadi mayat kering di depan kedua manik mata Alfonso sendiri.
Leon pun berjalan mendekatinya dengan tersenyum, dia berjalan mundur dengan wajah penuh ketakutan seolah melihat ke jurang yang dalam.
“Matilah! Sword style ‘Dragon Slash’!” Alfonso menyerangnya. Tapi sayang, serangannya mudah ditebak arahnya sehingga dapat Leon hindari dan menyerang balik.
“Kau menyerang temanku dengan tidak manusiawi, jangan salahkan aku jika melakukan hal yang sama!” seru Leon langsung menyerang Alfonso dengan kedua daggernya.
Yang pertama ia lakukan adalah menyerang belakangnya lalu diikuti dengan memotong kedua ‘Achilles Tendon’ miliknya yang membuatnya tidak bisa bergerak bebas.
“Argh! Aku menyerah! Aku menyerah!” seru Alfonso menjerit kesakitan.
“Kau tidak membiarkan temanku menyerah sebelumnya!” balas Leon menyobek dadanya dengan kedua dagger miliknya hingga Alfonso berteriak kesakitan.
Lalu ia membisikkan kalimat, “Kau sendiri yang bilang tidak ada yang bisa keluar arena kalau belum mati musuhnya, bukan?”
“Nightmares!” Leon gunakan mantra itu yang membuatnya melihat ilusi mimpi terburuknya untuk menambah rasa sakit yang dia rasakan
“Berhenti! Apa kau mau menjadi musuh keluargaku—keluarga bangsawan Croix—hanya untuk rakyat jelata?!" Seorang pria tua berambut putih dan berkacamata monocle datang dengan membawa dua ahli beladiri di ranah Elder Realm lapisan puncak.