
Sepertinya aku menemukan mereka, Gris, ujar Leon dalam batinnya sambil memikirkan rencana bagaimana cara menyingkirkan orang-orang tersebut.
“Dimension cut." Leon menggunakan sihirnya untuk membelah ruang dan masuk ke sana untuk membuat orang-orang yang membuntutinya seolah kehilangan jejak dirinya.
Syung!
Pergi secepat kilat, membuat hiruk pikuk orang-orang yang berada di sana.
“Sial … kita kehilangan jejaknya!”
“Lord pasti akan marah kepada kita!”
“Kita ini Orc dari Hasnorth, tanah para ksatria! Jangan kalian menyerah atau aku yang akan memenggal kepala kalian," perintah sosok Orc bertubuh besar yang membawa kapak.
Leon hanya mengamati mereka dari balik dimensi lain, yang membuatnya menjadi sangat tersembunyi dan misterius.
Mereka semua berjumlah 24 orang. Dilihat dari auranya, salah satu dari mereka memiliki kekuatan setara dengan Seraphim bersayap 8, pikir Leon dalam batinnya. Kemudian tercetus sebuah ide dalam pikirannya untuk menyerang dengan cara menyergap mereka dengan serangan yang mereka tidak akan bisa tebak dari mana arahnya.
Dimension Slash sudah lebih dari cukup untuk menghabisi mereka semua tanpa mereka sadari, pikirnya dalam batinnya sambil tersenyum dengan seringai jahatnya.
Pria itu pun menyerang ketika para Orc itu sedang tidak fokus. Dalam hitungan detik, tebasan yang Leon berikan mampu membelah 23 Orc hingga menjadi serpihan kecil. Leon sengaja menyisakan satu Orc yang memiliki kekuatan setara dengan seraphim bersayap 8 karena dia berpikir membutuhkan sekutu yang kuat untuk bertarung dengan para dewi dan dewa.
SRAT!
Leon membelah ruang dan menampakan dirinya kepada satu Orc besar yang berada di hadapannya dengan wajah penuh kebingungan ketika melihat semua timnya sudah terpotong hingga menjadi serpihan kecil. Orc itu langsung berlari dan menyerang ke arah Leon dengan menggunakan kapaknya, namun Leon berhasil memberhentikannya dengan sihir yang membuatnya tidak bisa bergerak sama sekali.
Leon menghela nafas, ia tidak menjawab pertanyaan itu hingga dirinya mengangkat Orc itu naik sampai ke langit lalu menjatuhkannya ke tanah berulang kali sampai Orc itu diam dan tunduk di hadapannya.
Bruk! Duar!
“Akan kuberi kau kesempatan hidup dengan melayani diriku," tegas Leon dengan nada geram dan tatapan dinginnya yang membuat Orc itu ketakutan dan tidak berani menatap matanya.
“Bunuhlah aku! Tidak akan mungkin aku melayani makhluk lemah seperti dirimu," hina Orc itu yang lalu meludah ke arah Leon dengan maksud menghina nya.
Leon tidak berkata apa-apa tetapi dia mengeluarkan wajah dinginnya dan juga aura membunuhnya yang mengerikan. 2 buah sabit yang terbuat dari api berwarna putih langsung mengarah ke leher dari Orc itu. Pria itu berjalan maju tepat di hadapan makhluk besar itu yang sedang ketakutan dan akhirnya memutuskan untuk menerimanya menjadi tuannya.
"Maaf, Tuan. Maaf!" serunya ketakutan dan menyayangi nyawanya.
“Berikan darahmu!” perintah Leon dengan geram kepada Orc itu yang langsung memotong sedikit tangannya untuk mengeluarkan darahnya.
Crat! Akh!
Leon pun mengambil darah Orc tersebut dan mengubahnya menjadi sebuah krystal ruby berwarna merah. Pria itu menaruhnya ke dalam Spatial Ring miliknya. Crystal ruby yang terbuat dari darah Orc itu berisikan jiwa dari Orc tersebut, dengan kata lain selama ruby itu masih ada tidak mungkin Orc tersebut akan mati.
“Jiwamu adalah milikku, tidak akan kubiarkan kau mati tanpa seijinku," ancam Leon dengan wajah dinginnya dan tatapannya yang membungkam mulut Orc itu untuk tak melawan sama sekali jika ia menyayangi nyawanya.
“Aku Boreas, High Orc dari klan Night Lion akan meninggalkan Lord yang lama dan melayani Lord yang baru!” seru Boreas sambil membungkukan badannya di hadapan Leon yang sekarang dianggapnya sebagai tuannya.