Reincarnated As A Warlock

Reincarnated As A Warlock
Chapter 123



Warning 21+


Leon hanya tersenyum kecil melihat tingkah Isabella yang manis itu dan mengecup keningnya sebelum akhirnya menyiapkan kasur untuk dirinya sendiri di bawah kasur yang digunakan oleh Isabella.


“Apa kau yakin ingin meninggalkan akademi sebelum acara besar kompetisi antar akademi?” tanya Leon kepada Isabella karena berusaha mencari topik sebelum tidur.


“Memangnya mengapa? Lagian aku sudah jauh lebih cukup untuk lulus. Ini adalah keputusanku untuk mengikutimu, bukankah kau bilang untuk selalu mengikuti apa kata hatiku?” jawab Isabella sambil memandang ke bawah, melihat Leon yang sedang mencoba untuk tidur.


Isabella tertawa kecil lalu mengelus kepala Leon dan sedikit menyanyikan lagu pengantar tidur dengan suara yang sangat lembut dan merdu seolah siapa pun yang mendengarnya seperti tersihir dan langsung mengantuk.


“Aku tidak tahu kau bisa menyanyi," kata Leon karena terkejut dengan suara nyanyian kekasihnya itu yang hampir membuatnya tertidur. Isabella hanya tertawa kecil dan tersenyum melihat ekspresi Leon yang sangat menyukai nyanyian pengantar tidur yang baru saja dia nyanyikan.


“Tidurlah. Besok banyak yang harus kita lakukan, bukan?” sahut gadis itu menyuruh Leon untuk tidur. Mereka berdua tertidur pada malam itu sambil berpegangan tangan seolah tidak ingin berpisah atau dipisahkan sedikitpun.


...πππ...


Di akademi Ahrion.


Lars duduk termenung di ruangannya ditemani oleh pelayannya Selene. Ruangan tersebut penuh berserakan dengan buku serta kertas yang berisikan gambar dan susunan rencana yang telah dibuat oleh Lars untuk mengambil alih kerajaan Engrasia.


Lars terus menatap ke luar jendela dan melihat langit yang dipenuhi oleh bintang-bintang dan bulan yang menyinari gelapnya malam. Lars pun melihat ke arah Selene dan memintanya untuk mendekat ke arahnya. Ketika Selene mendekat, sontak Lars menyentuh dagu wanita itu dengan lembut, tatapan matanya memperhatikan setiap detail di wajah Selene.


“Apa menurutmu aku jahat, Selene?” tanya Lars kepada Selene sambil terus menatap ke arah mata kedua wanita itu dengan sangat intens, membuat Selene menjadi sangat terpesona dan bergairah juga gugup di saat yang bersamaan.


“Tidak, tuanku. Kau adalah pria paling baik yang kukenal di dunia ini,” jawab Selene dengan wajahnya yang sedikit kemerahan karena merasa sedikit malu dengan pesona yang ditunjukkan oleh Lars kepadanya.


Lars tersenyum mendengar jawaban tersebut dan langsung menggendong Selene naik ke atas mejanya dan menghujaninya dengan kecupan, Selene pun membalas tiap kecupan yang diberikan tuannya karena merasa sangat senang dan bergairah.


Tanpa sadar, Selene mulai membuka pakaiannya sendiri karena merasa semakin bergairah, namun Lars menghentikannya dan menatap mata Selene dengan tatapan serius yang membuat Selene bingung namun juga makin bergairah karena tatapan Lars sangat mempesona bagi Selene.


“Sebelum melanjutkan, aku punya pertanyaan untukmu Seleneku. Aku membutuhkanmu untuk membunuh Ash Soulton raja Engrasia. Apa kau sanggup?” tanya Lars dengan tatapan serius sambil terus menyentuh tubuh Selene.


Selene mengangguk untuk menunjukkan bahwa dirinya sanggup untuk membunuh sang raja Engrasia untuk tuannya Lars. Melihat ekspresi Selene membuat Lars semakin senang dan merasa tenang dengan rencananya, Lars pun menghabiskan malam bersama dengan Selene.


Ketika pagi, Lars terbangun dengan Selene masih tergeletak di atas tubuhnya hanya tertutup oleh selimut tipis yang lembut. Merasa tidak tega untuk membangunkan Selene yang terlihat tertidur sangat pulas karena terlalu lelah, Lars hanya mengusap kepala Selene dengan lembut lalu sedikit memberikan kecupan di kepalanya.