Reincarnated As A Warlock

Reincarnated As A Warlock
Chapter 45



Sebelumnya di dunia ilusi.


Sudah hampir seminggu Leon mencari pintu keluar dari dunia Ilusi ini, tapi tidak dapat ia temukan satu pun petunjuk.


Huft … ia menghela nafas. Udara yang tipis dan cahaya matahari yang sangat sedikit membuatnya merasa mudah kelelahan. Sial! rasa nya aku akan pingsan sebentar lagi.


Bruk!


“Ah ... aku merasa sangat lelah sekali!” Pandangan mata mulai merasa kabur sebelum akhirnya gelap semua pada sorot mata gelap Leon.


Ketika ia terbangun, ia melihat sesuatu dari balik gelapnya hutan. Tubuhnya puluhan kali lebih besar dari pada Han Rou—temannya—walau ia tidak bisa melihatnya dengan jelas saat itu. Namun terasa jelas bahwa dia benar-benar bukan tandingannya.


Makhluk itu kemudian mendekat ke arahnya dengan ukuran tubuh yang sama dengannya.


“Siapa kau?" tanya Leon dengan ketakutan. Seluruh bulu kuduk di balik jenjang lehernya berdiri. Makhluk itu tetap bergerak mendekatinya.


“Aku adalah kau, dan kau adalah aku!”


Leon sama sekali tidak mengerti apa maksud dari perkataannya itu. 


“Kau baru memiliki sedikit dari kekuatanku dan kau sudah diincar oleh para demigod.” Makhluk itu melanjutkan kata-katanya. Seketika Leon merasa mengerti maksudnya, mungkin adalah sihir yang ia pelajari dari Grimoire of Death.


“Apa yang kau inginkan? Membunuhku?” Leon mengambil tindakan untuk membela dirinya dan mundur.


“Aku tidak ingin membunuh bagian dari diriku sendiri. Sebaliknya aku ingin membantumu,”  balas makhluk itu kemudian mendekat tepat di depan kedua mata Leon.


“Dengan bayaran apa?" tanya Leon yang merasa tak yakin.


“Tidak ada. Aku akan memberikan semua kekuatanku yang tersisa untukmu. Dengan begitu, kau bisa dengan sangat mudah keluar dan masuk antar dunia sesuka hatimu" jelas makhluk itu. 


Tiba-tiba saja, ada aliran energi yang meresap masuk ke dalam aliran darah dan tubuh Leon. Ia mulai merasa lebih kuat sangat jauh lebih kuat.


“Kau ini apa sebenarnya?” tanya pria itu dengan heran.


“Aku tahu! Maksudku apa kau punya nama?” Kembali ia bertanya.


“Banyak. Aku memiliki banyak nama. Tapi nama pertama yang diberikan oleh seorang kawan lamaku adalah ‘Gris'." 


“Apakah kau itu makhluk yang namanya Demons?" tanya Leon karena dulu sewaktu di kehidupan sebelumnya, ia sering mendengar nama tersebut. Orang-orang menggambarkan makhluk itu sebagai makhluk yang mengerikan dan kuat. Sama seperti makhluk di depannya ini.


Namun makhluk itu mengamuk, ia menatap tajam Leon, “Jangan samakan diriku dengan para makhluk hina itu! Aku mungkin sudah terjatuh, tapi aku tidaklah sehina mereka!” 


Gris geram, perlahan kekuatannya memudar karena diberikan kepada Leon.


“Aku ingin meminta bantuan darimu. Sebelum dirimu, ada tiga makhluk yang menerima kekuasaan atas kematian dariku. Dua diantaranya telah menyalahgunakan kekuasaan tersebut!” lanjut Gris membahas hal lain.


“Jadi kau ingin aku membunuh mereka?” tanya Leon pada pandang pikirannya.


“Tidak. Tapi jika kau mampu silahkan saja. Yang kuinginkan adalah kau menarik kembali kekuasaan yang telah kuberikan kepada mereka berdua," jawa Gris menjelaskan.


“Kalau boleh tahu. Siapakah mereka berdua?” tanya Leon karena tidak mengetahui siapa yang dibicarakan.


“Anubis dan raja dari para Asura Vritra,” jawab Gris sebelum pada akhirnya semua kekuatannya diberikan kepada Leon


“Baiklah, aku akan melakukannya." Leon bertekad tinggi, ia akan melakukan apa yang diminta oleh Gris. 


Namun Leon terkejut ketika tiba-tiba saja terdengar dalam pikirannya, suara dari Gris.


“Terima kasih banyak.”


“Tunggu kupikir kau sudah tiada ketika memberikan kekuatanmu kepadaku," tutur Leon bertanya kepada Gris. Dia menjelaskan kalau dia tidaklah mati, tetapi akan tertidur untuk waktu yang sangat panjang di dalam dunia kehampaan.


Dia tetap bisa berkomunikasi dengan Leon langsung ke pikirannya, karena mereka berdua berbagi kekuatan yang sama.


“Terima kasih juga, Gris. Sekarang mari keluar dari tempat ini." Leon segera menggunakan kekuatan yang ia dapatkan dan membelah dimensi untuk membuka pintu dunia lain kembali.