Reincarnated As A Warlock

Reincarnated As A Warlock
Chapter 7



Tak banyak yang bisa Leon ketahui, bahkan dengan mata spesial ini. Tapi siapa peduli, anak itu tetap mempelajarinya tanpa peduli dengan hal yang lainnya dan keterbatasan kemampuannya.


“Ya, pelajari”.


Seketika ia merasa seperti melihat sosok Grim Reaper tepat di depannya, tak lama kemudian menghilang. Leon memegang Sabitnya—Scythe—di tangan kanannya lalu juga menghilang, berubah menjadi seperti tattoo di tangan kanannya.


"Ini benar benar mengagumkan!” seru Leon kagum sambil memandangi tanda di tangan kanannya. Anak itu pun keluar untuk menguji mantra Death’s Spells karna kebetulan di bawah rumahnya, ada penjara tempat para bandit di kurung.


Leon datang ke sana dan mendengar suara berisik, bandit itu saling mencemooh satu sama lain. Salah seorang dari mereka bersery, “Hey, bocah! Kemarilah dan bantu aku keluar dari sini! Akan kupastikan, memberikan kematian yang cepat untuk mu, hahahaha!”


Diikuti tawa oleh bandit lainnya. Dalam benak Leon, ia merasa mereka adalah target yang sempurna untuk uji cobanya.


“Bocah sialan, apa kau dengar?!" Seorang dari bandit-bandit itu mulai marah dan berusaha menyerang Leon dari balik jeruji besi. Leon pun memejamkan kedua matanya dan melakukan hal menakjubkan.


“The whispers from Fallen Angel, I call upon my name. Papyrus Ani!” serunya, seketika semua bandit-bandit itu mengerang kesakitan dan mati berubah menjadi tulang belulang.


Semua bandit di sini berjumlah 300 orang, semuanya mati seketika hanya dengan satu serangan dari Leon. Sihir ini luar biasa, ia merasa semakin kuat setelah menggunakannya. Semakin banyak ia membunuh, maka semakin kuat dirinya.


Ini bahkan melawan dasar aturan kultivasi manapun, aku cukup yakin mereka yang mengikuti jalur kultivasi gelap pun tidak akan bisa mengalami perkembangan secepat ini, batin anak itu.


Saat ini, Leon sudah berada di tingkat Dou Practitioner lapisan kedua dan untuk lingkaran sihir berada di tingkatan kesatu tier lapisan menengah.


“Menjauh!  P-pergilah, monster!” Salah satu bandit itu berseru ketakutan sambil bergerak mundur ketika Leon mendekatinya.


POV Bandit



“M-monster!” seru Bandit itu, sekujur tubuhnya bergemetar tidak karuan, merasakan ketakutan yang luar biasa menyerangnya.


“Hey, bukankah kau yang penjahatnya di sini?” sahut Leon sambil tersenyum puas saat melihat raut wajah ketakutan dari si bandit itu.


“A-ampuni kesalahanku, Tuan Muda!” Bandit itu bersujud di hadapan Leon dengan tangan mengepal seperti sedang berdoa dan menyembah. Membuat Leon terkikik lucu melihatnya.


“Maaf saja, hahahahaha. The whispers from the Fallen Angel, I call upon my name. Zeronomachia." Leon menggunakan salah satu mantra yang memberikan ilusi tiada henti berisikan mimpi buruk kepada si bandit itu.


“Akh, tidak! Jangan makan aku, Bos! Selamatkan aku!” Bandit itu meracau berseru-seru di dalam penjara, Leon segera pergi dari sana dengan rasa puas walau ia lelah, hampir pingsan rasanya.


5 tahun sudah berlalu sejak insiden penjara bawah tanah, tak ada yang mengetahui dan juga tak ada yang mau tau siapa pelakunya. Usia Leon saat ini kurang lebih 12 tahun, 2 bulan lagi mencapai 13 tahun. Tingginya tidak perlu dibanggakan, masih sekitar 159 cm dan masih lebih pendek dibandingkan kakaknya yang saat ini berusia 16 tahun dengan tinggi 178 cm.