Reincarnated As A Warlock

Reincarnated As A Warlock
Chapter 19



“Kak, bagaimana Kakak bisa menjadi seorang ‘Warden’ di akademi Lancaster?” tanya Leon sekaligus mencari topik pembicaraan lain ketika dirinya sedang jenuh.


“Entahlah, Kakak hanya berlatih pedang dengan keras dan sedikit melawan laki-laki bejat di akademi,” jawab Laura dengan mempraktekan bagaimana ia melawan laki-laki yang ia bilang ‘bejat’ di akademi.


“Kakak saat ini berada di tingkat kultivasi apa?” lanjut Leon bertanya setelah mendapatkan jawaban dari pertanyaannya.


“Eh … kupikir Adikku ini jenius yang tahu segalanya," sindir Laura seraya melirik tertawa. “Santai-santai, Kakak hanya bercanda!" lanjutnya terkekeh. "Saat ini Kakak berada di tingkat Dou Lord lapisan keempat," jawabnya.


 Dalam benak Leon, ia sangat kagum karena menurut sejarah yang ia pelajari, Dou lord termuda saat ini berusia 24 tahun, kakaknya bahkan sudah mencapai itu di usia yang baru mau masuk 17 tahun.


“Itu luar biasa, Kak!” puji Leon dengan kedua manik mata yang terkagum-kagum, Laura pun tersenyum.


"Iya, terima kasih atas pujiannya, Adikku tercinta. Tapi … untuk mencapai ini, bayaran yang harus Kakak bayar sangatlah mahal."


Leon terpaku dengan kata 'mahal' itu, ia pun bertanya lagi, “Maksudnya, Kak?”


“Tolong jangan bilang siapa-siapa, ya, Leon kecil! Kakakmu ini menemukan teknik rahasia sewaktu memasuki reruntuhan kuno. Teknik itu mampu meningkatkan kultivasi seseorang bahkan sampai tingkat ‘Dou Ancestor’ dengan bayaran umur dari pengguna teknik ini!” jelas Laura dengan raut wajah yang sedih dan menyesal. 


Leon begitu terkejut setelah mendengar penjelasan kakaknya, ia pun bertanya karena penasaran. "Apakah kakak tahu berapa sisa umur kakak?"


“Jangan bodoh, adikku! Kau itu jenius keluarga kita seharusnya paham kalau umur tidak dapat kita perkirakan. Bahkan, mereka yang berada di tingkat kultivasi menembus langit—Initial- Demigod—tidak akan mengetahui kapan ajal menjemput!” pekik Laura dengan intonasi tinggi dan berusaha membuat Leon tenang kalau dia baik-baik saja.


Leon pun menggunakan mata analisisnya kepada kakak perempuannya itu, Ini pertama kalinya dirinya menggunakan teknik ini ke manusia dan ternyata bisa.


(Name) : Laura De Silvestre


(Age)      : 16 years 11 month


(Teknik rahasia Gate of Power) {Masa Hidup --} [Manusia tidak bisa tahu]


(Weakness/ kelemahan):


- Galleon Azuth de Silvestre (Adik kecil)


- Melihat barang cantik [Greediness 20%]


Sial! Ternyata tidak ada gunanya juga menggunakan mata analisis ini kepada kakak! umpat Leon dalam hati kecilnya, ia masih terlalu belia dan kurang paham meski dirinya jenius.


“Hey, adik kecil! Kita sudah sampai. Apa yang kau lamunkan?" tutur Laura menyuruh Leon untuk keluar dari kereta kuda.


“Oh, iya. Aku turun, kakak!” sahut Leon lalu turun dari kereta kuda dan membantu kakaknya membawa barang barangnya.


Laura pun menarik tangan adiknya lalu berkata, “Ingat. Jangan bilang apa pun yang kakak ceritakan ke Ayah dan Ibu, okay!"


Gadis itu menatap adiknya dengan tatapan yang berkaca-kaca. Entah apa maksudnya, namun hati Leon tersentuh.


“Iya, aku janji kak! Dan aku juga janji akan mencari cara untuk membatalkan kutukan itu," ungkap Leon pada Laura dengan yakin lalu menyodorkan jari kelingkingnya untuk membuat janji dengan kakaknya.


“Baiklah, tapi janganlah kau buat janji yang tidak bisa ditepati terutama kepada seorang wanita," sahut Laura lalu membuat janji itu kepadanya.


Sepanjang hari, mereka berempat saling mengobrol terutama karena Laura membeli banyak barang-barang. Semua saling mencoba barang-barang yang dibelikan.