
Mendengar nama Uzza membuat Boreas kehilangan kesabaran dan melampiaskan emosinya dengan menghancurkan batu besar di sampingnya serta mengeluarkan aura membunuhnya yang hampir membuat bawahannya pingsan.
BRAK!
"Dasar musuh gila itu!" serunya.
Uzza merupakan rival Boreas, dalam pertarungan gulat satu lawan satu. Boreas memang lebih unggul, tetapi dalam hal berburu dan membunuh Uzza merupakan yang terbaik. Dia bahkan di angkat menjadi tangan kanan dari para raja Orc Baltasar Baran.
Kesombongan Uzza setelah diangkat menjadi tangan kanan Baltasar menimbulkan percikan kebencian di hati Boreas. Hal yang paling membuat Boreas membenci Uzza adalah ketika Uzza menggunakan posisinya yang sebagai tangan kanan Baltasar untuk membunuh anak-anak serta mengambil istri Boreas darinya.
“Tuan Boreas, tenang lah ...,” kata salah satu bawahan Boreas.
“Maaf,” jawab Boreas sambil berusaha menenangkan dirinya agar tidak membuat keputusan yang salah.
Boreas kembali serius kemudian menyuruh pasukan Orcnya untuk bersembunyi mengitari karavan dan menyerang ketika Uzza menyerang Isabella.
—Saat ini—
Sing!
Pedang milik High Orc merah tersebut hampir mengenai tubuh Isabella, pedang tersebut tertahan oleh kapak besar milik Boreas.
Syut!
Tidak lama kemudian semua Orc yang Boreas bawa keluar dari tempat mereka bersembunyi dan segera menyerang Orc lain yang sebelumnya menyerang Isabella dan orang-orang yang berusaha melindungi karavan itu.
Hiak! Kya! Bruk!
Bunyi peperangan itu terdengar hingga seluruh semut pun tak dapat mengelak.
“S-siapa kalian?” tanya Isabella dengan penuh kewaspadaan di wajahnya.
“Lord meminta kami untuk melindungimu, Isabella," jawab salah satu bawahan Boreas dan segera membawa Isabella menjauh dari Boreas yang bersiap akan bertarung dengan Uzza.
“Uzza, kau akan mati hari ini!” geram Boreas yang segera melancarkan pukulan pertama ke arah wajah Uzza. Uzza sempat melihat siapa yang melawannya sebelum dirinya jatuh
Bruak! Sruk ....
Uzza tersungkur ke tanah namun segera bangkit lagi dan mengambil pedang bawahannya, lalu menatap ke arah Boreas dengan wajah serius.
Uzza kemudian melompat ke sisi kanan Boreas dan menyerangnya dengan pedang besarnya namun tertahan oleh kapak besar milik Boreas.
Prang!
“Kau ... berapa banyak wanita yang kau ambil? Apakah mengambil Istriku tidak cukup bagimu?!” tanya Boreas dengan penuh kekesalan dan terus menyerang Uzza dengan membabi buta.
Brak! Prang!
Uzza mengalami kesulitan dalam menahan serangan dari Boreas yang sangat tidak bisa di baca pergerakannya dan juga karena kapak besarnya itu memiliki jangkauan serangan yang lebih luas di banding pedang miliknya.
“Kau tidak akan pernah tahu rasanya, karena kau bukan orang kepercayaan tuan Baltasar!” jawab Uzza sambil berusaha menahan tiap serangan Boreas.
Boreas merasa semakin murka namun dia berusaha tetap tenang agar tidak gagal dalam menjalankan perintah tuannya. Boreas kemudian mengaktifkan kemampuan.
[Orcish Berserk] yang dengan cepat membuat Boreas menjadi jauh lebih kuat dibandingkan Uzza.
Sing!
Uzza berhasil terpojokan oleh Boreas namun setiap serangan Boreas tidak ada yang menghasilkan luka fatal kepada Uzza. Boreas yang berusaha mengeluarkan serangan terakhirnya untuk menghabisi Uzza ditahan oleh beberapa High Orc bawahan Uzza.
Para High Orc yang berusaha menahan Boreas dapat dengan mudah dikalahkan olehnya, namun hal itu membuat perhatian Boreas teralihkan dan memberi kesempatan untuk Uzza menyerang Boreas dari belakang.
Wush! Crat!
“Kau memang telah menjadi kuat, Boreas. Kuakui hal tersebut," bisik Uzza kepada Boreas setelah menghunuskan pedangnya dari belakang tubuh Boreas. Namun ada satu hal yang tidak Uzza sadari bahwa Boreas tidak dapat dibunuh oleh siapapun selain oleh Leon.
Boreas tertawa, ia pun menggunakan kesempatan itu untuk memutarbalikan keadaan dengan menarik kepala Uzza yang berada di belakangnya.
“Kena kau!” seru Boreas dengan senyuman liciknya.
Boreas menarik kepala Uzza dan membantingnya ke depannya, Uzza tidak dapat menghindari serangan kejutan Boreas yang sangat tiba-tiba.
BRAK!
“Arghh!” Uzza berteriak kesakitan.