Reincarnated As A Warlock

Reincarnated As A Warlock
Chapter 65



Suatu hari, Raja para manusia—Amar vânt Gizero—entah bagaimana mampu mengalahkan 12 pemimpin Utama Orc dalam sekejap mata, bahkan bagi para Raja Elf saat itu mustahil untuk mengalahkan 12 pemimpin Utama Orc karena mereka memiliki kesepakatan dengan sosok kuat yang mengerikan. Bagi mereka para Elf menyebutnya sebagai ‘Deabru’ hanya 3 sosok Raja Elf yang bisa bertarung dengan seimbang melawan salah satu dari 12 pemimpin Utama Orc, karena ketiga raja Elf ini memiliki kemampuan yang diberikan oleh sosok kuat juga yang kami menyebutnya sebagai ‘Aingeru’. 


Ketiga raja Elf ini memiliki kekuatan yang luar biasa kuat, tetapi meski begitu mereka masih tidak mampu mengalahkan ke 12 pemimpin Utama Orc disaat bersamaan seperti Raja para manusia—Amar vânt Gizero. Setelah kejadian itu, ketiga raja Elf sepakat kalau raja manusia tidak memiliki kesepakatan dengan salah satu ‘Deabru', tetapi sebuah kontrak dengan dewa atau pun dewi dan sejak saat itu hubungan antara manusia dan Elf mulai memanas.”


Sampai saat ini pun masih tetap memanas, ujar Enma dalam hatinya kemudian dia melanjutkan membaca ke bagian akhirnya.


“Pada akhirnya banyak manusia dan juga Elf yang memilih bersekutu dengan para dewa atau dewi. Dari 3 Raja Elf yang terkuat hanya satu yang masih selamat dari kejamnya serangan yang dilakukan oleh para Dewa dan Dewi dengan perantara manusia dan elf. Semoga yang mulia—Ash Aindra—tetap aman dan semoga juga dunia akan lebih damai kedepannya. Tertanda ‘R’"


Enma pun menutup buku itu dan menaruhnya di sampingnya.


Jadi buku itu merupakan sebuah buku harian milik seorang Elf dari masa lampau? gumam Enma dalam hatinya lalu menghela nafas dan berkata, “Sepertinya keinginanmu itu akan sulit sekali, ya, Jenny kawanku.” 


Enma tiba-tiba saja teringat dengan keinginan Jenny untuk membuat tiga ras besar berdamai dan hidup bersama-sama tanpa perlu saling berperang.


Gadis itu pun tertidur sambil memikirkan apa yang dapat dia lakukan untuk mewujudkan impian temannya itu. Tidak lama kemudian, Enma terbangun dan melihat kalau dia sudah sampai di tempat tujuannya. Dengan cepat Enma turun dari kereta kuda dan segera berjalan menuju ke markas Guild Venom.


...πππ...


Ketika sampai di sana, tiba-tiba saja dari samping Jenny menarik tangan Enma dan berlari menuju ke arena berlatih.


“Ada apa ini? Hey, Jenny lepaskan!” seru Enma berusaha melepaskan tarikan tangan Jenny.


“Apa yang terjadi memangnya?” tanya Enma yang masih tidak mengerti maksud perkataan Jenny.


“Kau ingat Assassin yang baru kita rekrut itu?” tanya Jenny  sambil terus berjalan dengan cepat.


“Iya, tentu saja!” jawab Enma.


“Dia berniat menantang Leon bertarung!” jelas Jenny singkat.


“Si sialan itu! Apa tidak bisa dia tenang untuk sebentar saja?” Enma mulai kembali merasa kesal mengingat apa yang sudah Mark lakukan.


...πππ...


Sebelumnya ketika Mark dan El baru sampai.


“Jadi ini tempatnya? Hebat, besar juga.” Mark turun dari kudanya dan terkagum melihat besarnya gedung Guild Venom.


“Iya tentu saja, lagi pula Guild Venom merupakan salah satu guild terkuat dalam militer kerajaan Engrasia," sahut El kemudian mengajak Mark masuk ke dalam dan bertemu dengan teman-teman satu grupnya.


“El, itukah kau?” Jenny menyapa dan segera berlari ke arah El dan Mark. "Kau pasti Mark, bukan?” tanya Jenny lagi lalu menjabat tangan Mark dan memperkenalkan diri.