
“Lihat! Itu Kak Leon! Kemari, duduk di samping kami,” ajak Eleanore lalu menghampiri Leon dan menariknya untuk duduk disampingnya dan Savina.
Leon duduk di tengah-tengah mereka berdua, mereka pun mengobrol tentang ujian masuk akademinya tadi.
Sovina juga mengatakan kalau dirinya tertarik untuk mengambil ujian masuk bergabung dengan Party Dragonite, Eleanore menjelaskan alasan mengapa dirinya tidak mau ikut dalam satu party dengan saudari kembarnya itu. Hal itu karena dia lebih merasa tertarik dengan Party kelas dua bernama Party Saffire.
Dikarenakan party Saffire adalah party yang memiliki dana paling besar dan kaya akan sumber daya, hampir semua keinginan anggotanya akan dipenuhi oleh akademi, bahkan jika keinginan tersebut aneh atau berbahaya.
Setelah berbincang-bincang, mereka pun makan malam bersama. Ketika selesai, ayah dan ibu pergi kembali ke rumah kediaman Silvestre dan meninggalkan Leon di sini dengan alasan untuk menginap.
Namun Leon yakin, alasannya adalah karena ayah tidak ingin putranya itu mengganggu waktu mereka berdua, karena saat ini kakak juga sedang ada di akademi yang berbeda.
Mengapa aku tidak masuk ke akademi Lancaster seperti Kak Laura, ya? Mungkin memang ini jalannya lebih baik, aku harus bersyukur, bukan? batin anak itu.
“Kak Leon, apa yang sedang kau lakukan termenung seperti itu?” tanya Eleanore dan memeluk Leon dari belakang.
"Tidak ada, bukan apa-apa," balas Leon menjawab sepupunya itu.
Kemudian Leon dihampiri juga oleh Sovina, gadis itu melempar beberapa pakaian dan sebuah handuk kepadanya. "Kak Leon, giliranmu untuk mandi. Air panasnya sudah ada."
Leon pun mengangguk, ia masuk ke kamar mandi dan membuka bajunya lalu masuk ke dalam sebuah bak berisikan air hangat yang nyaman. Setelah mandi ia bersiap mengganti pakaiannya.
Syur ....
Ketika keluar dari kamar mandi, ia sudah ditunggu oleh seorang maid yang mengantarkannya ke sebuah ruangan yang sudah disiapkan untuknya beristirahat.
Ketika di kamarnya sendirian, baiklah saatnya meneruskan kultivasi. Setelah Leon berkultivasi selama lebih dari 7 jam, tanpa ia sadari saat ini sudah pagi, matahari sebentar lagi terbit, kultivasi kali ini berkat pil yang diberikan oleh Guru.
Akhirnya bisa menembus ranah ke Dou Spirit lapisan awal dengan sangat mudah. Untuk menguji kekuatannya, Leon langsung bergegas menuju ke arena pertarungan tempat biasanya paman berlatih dengan menggunakan teknik langkah yang baru saja ku kembangkan bernama 'Ghost Movement' di mana Leon mengkombinasikan sihir dan langkah kaki swordsmanship.
Leon pun mencoba serang sebuah patung yang terbuat dari besi keras dengan pedang nya.
Slash!
Patung tersebut hancur menjadi debu hanya menyisakan bagian kaki kebawah.
Kejadian itu disaksikan juga oleh paman yang diam-diam masuk ke arena berlatih miliknya, kemudian paman memberi tepuk tangan selamat atas kemajuan kultivasi Leon.
Prok! Prok!
"Kau hebat sekali, Leon. Aku akui kehebatanmu itu," pujinya.
Ketika siang, Leon berpamitan dengan keluarga paman untuk kembali ke kediamannya. Sebelum ia pergi, paman memberikannya sebuah kalung dengan permata hijau di tengahnya, ia menggunakan skill analisis dan hasilnya;
(Birthstone Emerald Pendant)
(Note) Kalung milik keluarga bangsawan Grimstone memiliki efek sihir khusus untuk meningkatkan kecepatan penggunanya dan membuat pengguna menguasai hukum sihir angin tingkat II
(Efek) Kecepatan meningkat 30%
Memungkinkan pengguna memahami hukum sihir angin II
Memungkinkan pengguna menguasai skill Pedang Angin
Benar-benar kalung yang mengagumkan. Sebelum Leon kembali ke kediamannya, ia meminta kusir untuk pergi ke toko buku sihir di kota Alderth untuk membeli barang-barang.