
“M-menakutkan, b-bagaimana bisa keluarga Silvestre menyembunyikan bakat seperti ini." Ksatria penjaga akademi mengatakan hal ini sambil berusaha bangkit melawan aura membunuh milik Leon.
“M-Monster! Anak itu pasti jelmaan Iblis!” Quintus berseru ketakutan kemudian pingsan di tengah tengah aula tes akademi.
“Luar biasa, anakku bisa menunjukan aura membunuh sampai setingkat ini!” Ayah mengatakan dengan kagum.
Leon berusaha menarik kembali aura membunuhnya dan fokus kembali kepada tesnya. Seketika, Crystal Stone itu meledakan cahaya berwarna ungu ke atas dan menghancurkan langit-langit Akademi, kemudian cahaya itu naik dan menembus awan, meledak merubah langit yang awalnya biru menjadi gelap dan keunguan.
“Luar biasa, salah satu dari tiga cahaya legenda!” Sohru terkagum,“ M-mustahil di usia yang muda tingkat kultivasinya sudah mencapai tngkat Dou Grandmaster lapisan kelima, dalam hal sihir sudah berada di 3rd Tier lapisan awal!"
Sohru merasa terkejut serta terhina karena tingkat kultivasi Leon yang jauh di atasnya, seketika kata-katanya ini mengundang perhatian para ahli di akademi Ahrion. Mereka semua langsung bergerak mendekati Leon, jika ia tidak salah menghitung, total jumlah mereka ada sekitar 25 orang.
Masing-masing dari mereka memperkenalkan diri. “Jadi, Nak, karena bakatmu yang menarik itu, beberapa dari kami tertarik untuk memasukkanmu ke dalam ‘Party’ yang ada di akademi ini dibawah naungan kami," jelas Baros.
Pria itu adalah sosok yang menarik dengan perawakan seperti orang di usia 28 tahun, tetapi gaya berbicaranya lebih tua dari usianya. Tubuhnya tinggi, mungkin sekitar 184 centimeter tingginya.
Intinya, dia berusaha merekrut Leon masuk ke bawah grup yang dia pimpin. Lebih baik ia mendengarkan dulu tawaran yang lain.
“Baros tampan, bukan seperti itu cara merekrut seorang anak terutama yang tampan seperti ini!”
Oh astaga, jika saja aku ini di tubuhku yang sebenarnya, mungkin aku sudah mengajaknya berkencan. Tidak, aku harus fokus, batin Leon menghapus pikiran kotornya sendiri.
“Perkenalkan anak tampanku, wanita yang ada di depanmu ini namanya Lucilia Van Holser. Aku harap kau mau bergabung dengan Party Starling milikku” jelas Lucilia berkata lalu mendekat ke arah Leon.
“Kalau kau bergabung denganku, akan ku pastikan membiarkanmu terhibur setiap saat!” lanjutnya dengan nada yang erotis dan menggoda, sangat menggoda demi apapun tak pernah Leon rasakan yang seperti itu.
“Lucilia, berhentilah melakukan hal mesum itu! Jangan gunakan 'Seductive Aura' milikmu itu di sini, dasar ******!” Seorang pria misterius berseru menegurnya dengan nada yang tegas, perawakannya besar tinggi dan memiliki otot yang ia yakin dibalik bajunya yang tidak biasa itu.
Tingginya bisa Leon pastikan diatas 185 cm, dia membawa pedang di punggungnya, rambutnya berwarna hitam, memiliki janggut dan mengenakan penutup mata pada salah satu matanya.
“Anak itu milikku, dasar ******! Nak, bergabunglah dengan 'Party Dragonite' dan aku juga akan menjadikanmu murid pribadiku, bagaimana?” Pria misterius menawarkan Leon, tawarannya cukup menarik, mengingatkan Leon kepada atasannya sewaktu ia tergabung kepada pasukan khusus ‘Black Squad’.
Ya, sifat mereka sama-sama mampu menarik perhatian. Kalau begitu, sudah Leon putuskan, tapi sebelum itu ia menghentikan niat pria itu untuk melanjutkan kata-katanya.
“Sebelum aku memutuskan, bolehkah aku bertanya siapa nama anda?” tanya Leon. Seketika ia menjawab, “Tentu saja boleh, Nak! Ingat baik-baik nama gurumu ini, namaku Draco D. Dulgarso."