Reincarnated As A Warlock

Reincarnated As A Warlock
Chapter 136



'Karena cinta kebencian pun dapat tercipta, karena peperangan kematian tak terelakan.


Selama keserakahan ada, tidak mungkin ada yang namanya ketenangan. Ras naga akan kembali ke permukaan berkat keserakahan dari para Dwarf, para manusia akan banyak melahirkan keturunan dari langit yang nantinya akan menyulut peperangan.


9 makhluk cahaya pertama akan muncul kembali memimpin pasukannya untuk bertarung demi melindungi dunia dari para keturunan langit yang akan mengobarkan api peperangan, dan ras Elf akan ikut berperang di sisi para cahaya walau akhirnya akan gugur dan masuk ke dalam kegelapan.


Jika salah satu dari 9 makhluk cahaya membaca tulisan ini, terimalah segel penguasa ini dan jadilah salah satu dari 3 penguasa ras kami. Ini adalah satu-satunya cara yang kulihat di masa depan yang mampu membuat perdamaian di antara ras Elf yang sekarang kian terkikis rasa persaudaraannya.'


Setelah selesai membaca buku tersebut, Leon menceritakan isinya kepada Isabella dan memberikan buku tersebut kepada Isabella karena tahu kalau Isabella sangat tertarik untuk mempelajari bahasa tersebut.


“Jadi kenapa tidak kau ambil kesempatan untuk menjadi penguasa itu?” tanya Isabella kepada Leon karena heran dengan keraguan yang terlukis di wajah Leon.


Leon pun menawarkan kesempatan tersebut kepada Isabella, Isabella menerima hal tersebut. Isabella membuka buku tersebut dan mengambil segel penguasa tersebut, segel tersebut berbentuk sebuah pedang dengan 2 burung di tiap sisinya dan ketika disentuh, segel tersebut langsung berpindah ke lengan kanan Isabella.


Di saat yang bersamaan, tubuh Isabella menjadi tertutup cahaya dan keluar kembali dengan tubuh yang lebih indah seolah seperti terlahir kembali.


Tiba-tiba saja dari balik pakaian Leon, Aguya keluar dan memperbesar ukurannya yang setara dengan seorang perempuan dengan tinggi badan 180 cm. Aguya memandangi Isabella yang sedang tidak sadarkan diri dengan sangat seksama kemudian melaporkan kepada Leon. “Tuanku, maaf jika kata-kataku lancang, tetapi wanita ini tidak akan bisa mengingat apa-apa lagi ketika sadarkan diri. Itu karena dia terkena kutukan ‘melekhor’," kata Aguya setelah melihat tubuh Isabella yang tidak sadarkan diri.


Kutukan Melekhor adalah kutukan kuno yang sangat misterius asal usulnya, kutukan ini bisa menjadi berkah dan bisa juga menjadi petaka tergantung siapa penerimanya. Bagi pria kutukan ini akan memberikannya kekuatan luar biasa namun dengan bayaran usianya, sedangkan bagi wanita kutukan ‘Melekhor’ akan memberikan kehidupan dan kecantikan abadi dengan bayaran dia akan melupakan segala yang dicintainya.


Di dalam pikiran Isabella, dia melihat sosok dirinya—namun jauh-jauh lebih cantik—sedang menunggunya di tepian sebuah kolam. Tatapan matanya bahkan sangat indah, sosok itu kemudian memanggil Isabella untuk mendekat dan ketika Isabella sudah mendekat dia menawarkan sesuatu kepada Isabella.


“Terimalah diriku, akan kupastikan kecantikan luar biasa dan kehidupan abadi akan mengikutimu," jelas sosok wanita itu kepada Isabella dengan nada yang sangat persuasif.


Isabella sebenarnya hampir mau menerimanya hingga samar-samar dia mendengar suara Leon memanggilnya entah dari mana.


“Jangan hiraukan suara itu, dengan keabadian dan kecantikan kau bisa mendapatkan semua pria yang kau mau. Tidak perlu untuk memikirkan satu pria kalau kau bisa memiliki segalanya," bujuk sosok tersebut.