Reincarnated As A Warlock

Reincarnated As A Warlock
Chapter 42



“Berarti kau ini sudah sangat tua ya, Han?” Leon mencoba bercanda dan dia tertawa.


“Roar! Jangan samakan umurku dengan umur kalian, manusia. Manusia memiliki umur yang sangat singkat," sahut Han Rou memuji diri sendiri.


Dia memang berbicara fakta bahkan seseorang dengan keahlian atau kultivasi tinggi sekali pun akan tetap mati sebelum menyentuh umur ratusan ribu tahun. Tetapi entah mengapa, nada yang digunakannya untuk menyampaikan fakta itu terasa seperti menghina kalau Leon tidak akan berumur panjang.


“Hey, Han. Apa kau berharap bahwa umurku tidak panjang?" Leon mengundang amarah pada dirinya sendiri, Han Rou hanya tertawa terbahak-bahak ketika mendengarnya.


“Tentu saja bukan itu maksudku, temanku. Justru aku berharap kau berumur panjang lebih panjang dari kebanyakan manusia," sahut Han Rou.


Tiba-tiba dari belakang mereka berdua muncul dua gorilla berwarna hitam dan dia memanggil Han Rou untuk berbicara.


“Roar! Arggh guarrgh rargggh ragghrr ragghh!” Gorila yang pertama berkata.


“Ruargghh Garrhh Grgggh Grrghhh Garahhhh!” Gorila yang kedua berkata.


“Roar! Rarggh Ryargghh Rorghhh Raergggh?” dibalas oleh Han Rou.


Kedua gorila itu pun pergi setelah usai berbicara dengan Han Rou. Leon mendekat ke teman besarnya itu lalu bertanya, “Apa yang mereka inginkan, Han?”


“Mereka tidak menginginkan apa-apa. Tadi mereka hanya menyampaikan berita saja," jawab Han Rou sebelum dia berkoar.


ROAR! Teriakannya sangat keras sampai mengguncang gunung ini.


“Han Rou berhentilah! Apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Leon karena tidak pernah ia lihat Han Rou menjadi seperti ini selama lima tahun berada di sini.


“Apa ada yang bisa kubantu, Han?” sahut Leon yang merasa bahwa ia harus membantu.


“Tidak perlu! Kau bersembunyilah saja, kawanku. Kalau aku kalah nanti, jangan pernah datang ke kerajaanku lagi," jawab Han Rou hingga membuat Leon bertanya lagi karena tidak paham.


“Mereka menantangku karena merasa tidak seharusnya. Aku melatih mu, Leon," sahut Han Rou menjawab kemudian dia melanjutkan, “Mereka yang menantangku merasa manusia sepantasnya mati atau dijadikan budak  bukannya menjadi teman."


“Lalu kau akan memakanku? Atau menjadikanku sebagai budak?” tukas Leon setelah mendengar penjelasan dari Han Rou.


“Apa kau gila?! Kan, tadi kubilang untuk tidak datang lagi jika aku kalah. Tujuannya agar kau tidak dimakan atau dijadikan budak oleh raja berikutnya!” seru Han Rou terlihat kesal.


“Sudahlah, jangan khawatirkan aku, kawanku. Bagaimana kalau kita menyelesaikan ini bersama? Aku akan membantumu melawan mereka semua." Leon berusaha menenangkannya dan bergegas merapikan barang sebelum mereka bergerak kembali ke kerajaan.


Ketika sampai di kerajaan, semua gorila yang ada berkerumun saling berteriak seperti menonton pertarungan tinju. Mereka hanya tinggal menunggu bintang utamanya yaitu Han Rou untuk maju menghadapi tujuh gorila lain yang menantang dirinya.


“Rouarrgh! Roarggh Rurgh Rarrgh Ruareggh!” Salah satu dari tujuh gorila itu berseru, tanpa perlu mengetahui artinya apa Leon dapat mengerti dari raut wajahnya kalau gorila itu sedang menghina Han Rou temannya itu.


Tidak lama setelah itu, Han Rou memberi isyarat pada Leon kalau pertarungan akan segera dimulai. Han Rou memukul salah satu dari penantang tepat di kepala dan membuatnya terjatuh, kemudian Han Rou bersiap menyerang dua penantang lagi yang bergerak ke arahnya.


“Jangan lupakan diriku! Ya, tidak ada yang melarang menggunakan sihir, bukan? Magic Soul Harvest!"


 Leon menggunakan sihirnya untuk menghabisi semua gorila yang menantangnya dan Han Rou dengan instan, yang tersisa dari mereka hanya tubuh tanpa nyawa.