
Semua Orc di dalam ruangan itu terkejut dan tidak menyangka bahwa ada manusia yang bisa melakukan hal ini.
Baltasar tidak terlalu terkejut dengan hal ini. Ia bertanya kepada Leon dengan pandangan yang sedikit menghormati, tidak seperti sebelumnya, “Apakah kau seorang Archmage?”
Archmage merupakan sebutan yang diberikan orang-orang di dunia ini untuk penyihir yang berada di 7 tahun tier ke atas dan mampu memanipulasi minimal 5 elemen sesuka hatinya. Kekuatan seorang Archmage mampu bertarung dengan 100 orang yang berada di tingkat kultivasi temperance puncak.
Leon hanya tersenyum kecil dan menganggukkan kepalanya, karena terlihat dari raut wajah Baltasar, bahwa dia cukup khawatir dengan seorang Archmage yang dapat dengan mudahnya membuat kekacauan di dalam klan miliknya.
“Karo! Kemarilah dan berdiri di sampingku! Yang lainnya keluar dari ruangan ini!" titah Baltasar kepada Orc lain di ruangan itu.
Kemudian sosok Orc besar dan kekar berwarna merah dengan pakaian terbuat dari bulu beruang dan bersenjatakan pedang besar mendekat ke arah Baltasar dan berdiri di sampingnya. Orc itu berdiri saling berhadapan dengan Mark yang juga berdiri di samping Leon.
Ketika menyadari kehadiran sosok Karo, Tyr yang sedang bersembunyi dan menunggu perintah Leon dibalik bayangannya membisikkan sesuatu kepada Leon, “Lord, menurut ingatanku sosok bernama Karo itu seharusnya sudah mati di tangan Boreas 20 tahun lalu.”
Tyr berusaha memperingatkan Leon kalau ada hal yang tidak wajar terjadi di sini. Leon pun memutar otaknya dengan sangat hati-hati untuk memikirkan rencana jika ternyata negosiasi ini berakhir dengan kemungkinan terburuk.
“Jadi Archmage, apa yang ingin kau diskusikan denganku?” tanya Baltasar dengan tatapan matanya yang bengis dan licik. Leon membalas tatapan matanya itu dengan memasang muka dingin dan menunjukan aura membunuhnya.
“Banyak hal. Tapi, pertama biarkan aku memperkenalkan diri terlebih dahulu. Namaku Galleon Silvestre, kau bisa memanggilku Leon. Kedatanganku ke sini bertujuan untuk menciptakan perdamaian antara manusia dan juga Orc," sahut Leon dengan sikapnya yang tenang dan persuasif. Namun tatapan Baltasar terlihat tidak tertarik sedikitpun dengan perkataan Leon.
“Perdamaian? Heh, tidak ada yang namanya perdamaian untuk kalian para manusia!” seru Baltasar menatap Leon dengan tatapan dingin untuk menandakan keseriusannya.
Leon sudah menduga kalau Baltasar akan menjawab seperti itu berdasarkan analisis dari sifat Baltasar yang brutal dan arogan, namun ia tetap berpikir keras agar negosiasi ini berjalan lancar dan dirinya tidak perlu melakukan pertarungan yang sia-sia. Pria itu menatap mata sosok mengerikan itu dengan tatapan tajam dan serius.
“Jika terus begini, apa kau yakin kalau kami para manusia akan tetap diam saja? Apa kau lupa kalau total jumlah manusia saat ini jauh lebih banyak dari pada kalian para Orc?” sahut Leon menegaskan untuk menakut-nakuti Baltasar dengan fakta kalau jumlah manusia lebih banyak dari para Orc.
Baltasar menatap mata Leon dengan pandangan yang sinis cukup lama sebelum membuka mulutnya dan berkata, “Kalian manusia tidak pernah bersatu, sedangkan aku memimpin semua Orc di penjuru dunia ini. Dengan satu perintahku, semua Orc yang ada di dunia ini bisa saja kukerahkan untuk menghancurkan manusia satu per satu."