Reincarnated As A Warlock

Reincarnated As A Warlock
Chapter 90



Tidak lama kemudian, pemandangan hutan mulai berkurang, tergantikan oleh tanah kosong. Ada sebuah dinding besar terbuat dari kayu dan batu. Boreas menghentikan kudanya begitu juga dengan Leon dan Roseria. Leon pun turun dari kudanya dan menanyakan apa yang terjadi. Boreas membungkuk di hadapan tuannya itu dan menjelaskan kepadanya.


Benteng besar di depan merupakan penanda wilayah dari clan Night Lion. Benteng tersebut memiliki ketebalan 3 meter dengan tinggi 80 meter. Biasanya hanya ada 2 High orc dan ribuan Orc knight yang akan menjaga benteng tersebut, Boreas juga memberikan informasi kalau High orc memiliki tiga warna kulit yang menunjukkan tingkatan kekuatannya. 


Dari yang terkuat ke yang terlemah; High Orc merah, High Orc hijau, High Orc coklat, dan High Orc hitam. Dalam clan Night Lion, High orc tertinggi adalah warna coklat selain dirinya yang berwarna hijau.


“Ayo kita masuk, Sayang? Apalagi yang perlu kita tunggu?” bisik Roseria kepada Leon.


Leon pun mengangguk dan menyuruh Boreas untuk berdiri dan memimpin jalannya. Ketika mereka semua masuk ke sana, hampir semua orc terkejut dan berniat menyerang mereka, namun berhasil dikalahkan oleh Boreas.


“Siapa pun yang berani membunuh Lord dan temannya harus maju menghadapiku!” seru Boreas dengan nada tinggi dan tegas sambil memasang wajah garangnya.


Tidak ada satu pun Orc yang berani menantang lagi sampai ada 5 High Orc berwarna coklat menghalangi jalan Leon dan Roseria.


“Lord!” seru Boreas karena Leon dan Roseria dihadang oleh 3 High Orc dan di hadapannya juga ada 2 High Orc coklat berusaha menahannya.


“Serahkan mereka kepadaku, Aayang," kata Roseria yang segera memasang kuda-kudanya dan menari dengan tombaknya. Hanya dalam hitungan 2 detik,  High Orc bertubuh besar sudah tercincang oleh tombak milik Roseria dan hanya tersisa satu lagi. 


Ketika wanita itu sedikit lengah, salah satu High Orc itu berusaha menyerangnya dari belakang namun gagal karena Leon segera menahannya menggunakan sihirnya dan meledakan Orc tersebut sampai habis tidak tersisa organ tubuhnya.


Duar! 


Di lain sisi, Boreas baru saja selesai mengalahkan High Orc yang menahannya. Ia benar-benar merasa marah dan ingin menghabisi kedua High Orc yang sedang terkapar lemah karena bertarung dengannya tadi.


“Beraninya kalian melawan Lord!” seru Boreas yang mengangkat kapak besarnya dengan tatapan keji kepada kedua High Orc tersebut.


Ketika ia mengayunkan kapaknya menuju leher salah satu High Orc itu, kapaknya tertahan oleh sebuah pedang besar terbuat dari tulang milik pemimpin clan Night Lion.


“Boreas! Berani sekali kau lancang di hadapan tuanmu!” kata pemimpin clan itu.


“Kau bukanlah Lordku! Aku hanya mengabdi untuk clanku selama ini, bukan untukmu, Varbuk!” bantah Boreas yang merasa kesal dan mengerahkan semua tenaganya dalam tebasan itu sampai membelah pedang Varbuk menjadi dua dan juga membelah tanah sejauh 700 meter menjadi dua.


Sing! Prang!


Varbuk, dia jauh lebih kuat dari pada Boreas. Berdasarkan auranya saja, dia terasa sangat mirip cherubim yang memiliki 5 sayap, pikir Leon dalam benaknya. 


Menurut pengetahuan yang Leon dapatkan dari ingatan Gris sebagai sosok Primordial angel, ada sebuah hirarki yang menunjukan tingkatan malaikat dari yang terkuat hingga yang terlemah yaitu Primordial, Archangel, Adjudicator, Dominions, Cherubim, Seraphim, Virtues, Angels, dan guardian angels. Semakin banyak sayap yang dimiliki oleh malaikat juga melambangkan besar atau lemahnya mereka.


Boreas hanya memiliki kekuatan setara dengan seorang Seraphim bersayap-8 sedangkan kekuatan yang dimiliki oleh Varbuk setara dengan Cherubim bersayap-5.