Reincarnated As A Warlock

Reincarnated As A Warlock
Chapter 24



Dari balik sebuah pintu, keluarlah sosok perempuan cantik dengan rambut hitamnya yang terikat panjang tergerai, mirip seperti istri Leron dulu. Pakaiannya yang berwarna biru muda dan celana coklat yang dibalut dengan kain berwarna merah, sama persis seperti matanya yang indah.


“Ada apa, sih, memanggilku? Apa Guru lupa kalau hari ini aku sedang si ...” Isabella menggantung kata-katanya kemudian terdiam ketika melihat Leon.


“Perkenalkan, bocah pendek ini yang membawa pedang besar. Namanya James," ujar Draco D.


Hal itu membuat Leon menjawab untuk membenarkan, “Ray, Guru. Bukan James!"


“Ya terserah, lah! Dan yang satu ini berambut Silver, namanya ...” 


“Namaku Galleon Silvestre, panggil saja Leon!” Leon memotong pembicaraan gurunya dan menyodorkan tangan untuk berkenalan dengannya.


“N-namaku Isabella Yra Calvet, panggil saja Isabel," sahut Isabel mengatakan dengan wajah yang bersemu merah padam, begitu juga dengan Leon.


“Hahaha! Siapa sangka wakil ketua baru dan ketua Party Dragonite akan saling jatuh cinta!” seru Draco D sambil tertawa terbahak-bahak.


“Tidak! Itu tidak benar, Guru!” Kedua dari mereka mengatakannya disaat yang sama.


“Boss, memang cocok kok!” Ray ikut menjodoh-jodohkan mereka dan juga ikut tertawa.


Guru kemudian memanggil semua anggota Party Dragonite yang ada untuk berkumpul di sebuah aula megah dengan banyak kursi yang nyaman untuk duduk.


“Baiklah, semuanya sudah ada di sini."


“Iya!” Semua orang menjawab serentak.


“Hari ini kita akan memperkenalkan empat wajah baru yang berbakat!” seru Draco D.


“Mereka telah menjadi bagian dan salah satunya bahkan kutunjuk sebagai Wakil Party Dragonite!” lanjutnya.


“Hey, Nak. Mulailah maju, mulai dari kau," pinta Draco D sambil menunjuk ke seseorang dengan tubuh cukup besar berotot pengguna kapak. Orang itu pun maju dan memperkenalkan dirinya.


“Perkenalkan, nama saya Budi Sergio Blackwater. Saya berasal dari keluarga Earl Blackwater. Usia saya sebentar lagi 15 tahun. Saya sering melatih teknik Kapak Kaisar dan teknik pedang pembelah bumi!” 


“Halo, namaku Prisciliana Sanchez. Aku bukan berasal dari keluarga bangsawan mana pun. Uhm … dan keahlianku adalah sihir penyembuh.” Kemudian dia memamerkan sihir penyembuh area miliknya dan kembali duduk.


Tiba saatnya bagi Ray untuk memperkenalkan dirinya.


“Halo, kawan-kawan!” sapa Ray, kemudian semua serentak menjawabnya, “Halo!”


“Nama saya Ray Hashglow," lanjutnya.


Ketika sedang berbicara, tiba-tiba saja ada murid yang memotong dan mengatakan, “Wah, keluarga Hashglow yang kaya raya itu, ya?!”


“Keluarga penguasa di Selatan! Keturunan raja!” Semua orang ribut penasaran mengenai keluarga Ray, kemudian guru menyuruh semua orang diam dan mempersilahkan Ray melanjutkannya.


“T-tidak, saya bukan keluarga bangsawan! Selama ini saya hanya tinggal dengan Ibu saya karena Ayah saya tidak menganggap saya sebagai anaknya.” 


Semua orang terdiam dan merasa iba, Ray pun kembali duduk. Berikutnya adalah giliran Leon untuk maju ke depan. Ketika ia berjalan maju, semua orang terpaku dan terdiam. Suasana hening sampai akhirnya Isabella bertepuk tangan untuk menyemangatinya.


“Halo semuanya!”


“Halo!" Isabella berseru paling keras lalu diikuti oleh yang lainnya.


“Nama saya Galleon Silvestre, kalian bisa memanggil saya Leon. Guru memintaku untuk menjadi wakil ketua Party ini, apa ada yang menolak?” tutur Leon untuk mencari tahu pendapat anggota lainnya. Sepertinya tidak ada yang menolaknya untuk menjadi wakil ketua Party Dragonite. Ia pun kembali ke kursinya, tiba-tiba saja Isabella menghampiri dan duduk di sampingnya.


“A-apa kau sudah punya tempat tinggal?” tanya Isabella dengan malu-malu, terlihat dari wajahnya yang memerah.


“Belum, Kak. Mungkin nanti—"


"Jangan panggil aku Kakak, panggil saja namaku.” Isabella memotong pembicaraan ketika Leon berbicara.


“Baiklah, Isabel. Jadi, apa kau mau menawari tempat tinggal?” tanya Leon dengan niatan menjebak. Tapi siapa sangka, gadis itu justru mengangguk dan mengajaknya.