Reincarnated As A Warlock

Reincarnated As A Warlock
Chapter 66



Ketika Mark dan Jenny saling bersalaman dari balik ruangan, Leon dan Roseria keluar untuk melihat apa yang terjadi.


“Ada apa, sih, malam-malam ribut begini? Apa kau tidak tahu kalau aku dan sayangku sedang berduaan di kamar?!” seru Roseria menggerutu sambil berjalan di samping Leon yang mendekat ke arah Jenny.


Leon memukul kepalanya sendiri, sudah tak dapat menasehati kelakuan Roseria padanya.


“Kau Mark, bukan?” tanya Leon mengalihkan pembicaraan. Ketika menatap kedua sorot mata yang dimiliki oleh Mark, ia merasakan kekuatan yang dimiliki oleh Mark hampir sama kuat dengan miliknya. 


Mark juga menyadari hal tersebut dan berjalan mendekati Leon kemudian berbisik, “Jadi kau juga sama ya ….” 


Leon menatapnya dengan tegas, tak merasakan adanya hawa baik di sini. Mark berjalan menjauh dan berteriak dengan lantang, “Pagi nanti temui aku di arena, Leon!”


Roseria kesal, ia berseru, “Apa-apaan itu?! Dia berani menantang Leon! Akan kuhabisi dia untuk mu sayang.”


“Tidak perlu. Aku sendiri yang akan menghabisinya besok," sahut Leon dengan ekspresi wajah seolah tidak sabar untuk membunuh Mark.


Leon dan Roseria kembali ke kamar lebih dulu untuk beristirahat dan Jenny masih tetap di luar dengan El. “Dimana Enma?” tanya Jenny.


El hanya menjawab, “Tidak tahu. Dia mungkin masih di jalan?”


“Kau pasti lelah, bukan? Bagaimana kalau menemaniku minum di bawah?” ajak Jenny kepada El untuk minum bersamanya dan El pun setuju untuk mengikutinya.


Di dalam kamar, Leon tidak bisa tertidur dan terus memikirkan kejadian ketika dia melihat Mark tadi.


“Apakah mungkin orang yang tadi itu juga memiliki kekuatan dari Primordial angel?” gumam Leon yang merasa tidak yakin dengan apa yang dia rasakan tadi. Leon terus memikirkan hal tersebut sampai pagi hari. 


...πππ...


Di pagi hari, Leon langsung bergegas menuju arena berlatih dan menunggu Mark datang. Tidak lama kemudian, Mark datang dan diikuti oleh beberapa orang dari Guild Venom yang penasaran ingin menonton.


“Maaf membuatmu menunggu, Leon," tutur Mark lalu mengeluarkan dua buah pedangnya dan bersiap menyerang Leon.


“Mari kita lihat seberapa kuat dirimu, Mark," sahut Leon dengan sengiran senyum pada mimik wajahnya.


“Luar biasa. Mereka berdua sangat kuat!” 


“Rasanya mereka jauh lebih kuat dibandingkan Kapten kita!” 


Orang-orang mulai bergosip ketika melihat kekuatan Leon dan Mark.


“Coba tahanlah seranganku ini, Leon!” Mark bergerak dengan cepat dan langsung muncul tepat di belakang Leon dan menghujam pundak Leon dengan pedangnya namun meleset karena Leon mampu menghindarinya.


Sing!


Leon membalas serangannya dengan menggunakan sihir Naga yang dia ketahui.


“Giliranku sekarang. Dragon’s Tongue ‘Hell Pyre’!” sahut Leon.


Kobaran api yang sangat besar berwarna ungu membakar dan menutupi lebih dari setengah ukuran arena berlatih yang sangat luas, memberikan efek serangan yang dahsyat kepada Mark namun tidak cukup untuk mengalahkannya.


“Yah ... kau memang kuat sekali. Namun sayangnya, pertahananku juga kuat, Leon! Reinforcement ‘Seraphim’!” 


Mark yang awalnya banyak terluka karena serangan Leon secara tiba-tiba menjadi sembuh. Sebuah baju perang berwarna silver dan pedang panjang yang bercahaya muncul dan terpasang di tubuhnya.


“Waktunya babak kedua, Leon!” seru Mark menantang. Kecepatan Mark meningkat 200 kali lebih cepat dibandingkan sebelumnya dan daya serangannya juga meningkat namun masih dapat dihindari dan di tahan oleh Leon dengan mudah.


Orang-orang yang menonton pertarungan itu tidak bisa mengikuti sama sekali karena kecepatannya yang sangat luar biasa.


“Mereka bukanlah manusia!”


“Pertarungan ini sudah berada di tingkatan yang berbeda!”


“Apakah mungkin mereka berdua sudah mencapai tingkatan Judgement?”


Semua orang sibuk membicarakan pertarungan yang mereka sedang lihat.