
Sedang Leon memberikan minuman kepada Isabella agar dirinya merasa lebih tenang, ia kemudian bertanya apa yang terjadi dan Isabella tidak menjawabnya. Tiba-tiba air mata keluar dari mata Isabella dan memeluk Leon dengan sangat erat.
“Hey, ada apa sih denganmu? Bicarakan saja kepadaku,” bisik Leon sambil terus mengelus punggung Isabella dengan lembut.
Ketika Isabella ingin berbicara dengan Leon, tiba-tiba saja Budi dan Prisciliana menghampiri. Mereka berdua datang lalu berkata kepada Isabella. “Jadi bagaimana kesepakatannya? Kau akan berhenti menjadi pemimpin Party Dragonite dan memberikan statusmu kepada Budi?” tanya Prisciliana dengan wajah sedikit emosi yang terkesan terlihat angkuh kepada Isabella.
Leon yang tidak mengetahui apa-apa dari Isabella terkejut ketika mendengar perkataan Prisciliana mengenai Isabella, terlebih dengan sikapnya yang terlihat angkuh terhadap Isabella membuat Leon hampir saja ingin menyerangnya namun ditahan oleh Isabella.
“Iya. Mulai sekarang, Budi akan kuangkat menjadi pemimpin Party Dragonite," sahut Isabella. Setelah mendengar hal itu, Prisciliana langsung angkat kaki sambil menarik Budi yang tercengang karena sikap pasangannya itu.
Leon langsung menggenggam tangan, karena melihat wajah Isabella yang terlihat seakan ingin menangis dan meminta maaf karena melakukan hal yang bodoh hanya karena ingin selalu berada di sisi Leon. Hanya karna perkara ini, grup mereka tercerai berai. Isabella yang merasa Leon menjadi lebih hangat dan menghargai perasaannya itu pun membalas pelukannya dan karena hal itu, semangat Isabella mulai muncul kembali dan senyuman di wajahnya yang indah pun kembali membuat Leon menjadi lebih tenang.
Di sisi lain.
Budi terus berdebat dengan Prisciliana sepanjang jalan, tentang apa yang telah ia lakukan kepada Isabella di hadapan Leon.
“Kau gila? Bagaimana bisa kau melakukan itu terlebih di depan sahabatku!” bentak Budi dengan penuh emosi kepada Prisciliana.
“Kau diam saja! Aku yang akan membukakan jalan untukmu. Kau pikir mudah bagiku mendapatkan posisi Isabella sebagai pemimpin Party Dragonite untukmu?” timpal Prisciliana berusaha menenangkan Budi.
Prisciliana yang pun mengeluarkan sebuah botol berisi ramuan Obedire dan meniupkan sedikit uapnya kepada Budi.
Ramuan Obedire merupakan ramuan mahal yang memungkinkan penggunanya untuk mengontrol setiap gerakan, pikiran, dan perbuatan dari targetnya tanpa bisa disadari oleh target itu sendiri.
Budi tiba-tiba saja merasa lemas dan terjatuh menimpa Prisciliana, karena tubuh kekasihnya yang cukup berat tidak mungkin bagi Prisciliana untuk membangunkan Budi. Selama Budi pingsan, Prisciliana terus berbicara mengenai rencana-rencana yang sudah dia siapkan kedepannya sambil mengelusnya seolah-olah Budi mendengar apa yang dikatakannya.
“Jangan khawatir, ayangku, akan ku lbuat semua impian kita bersama terkabul bahkan jika harus menjual diriku kepada iblis sekalipun akan kulakukan demi impian kita bersama. Membuat kerajaan sendiri yang lebih besar, lebih kuat, lebih damai, dan toleran dibandingkan Engrasia saat ini," bisik Prisciliana sambil memandangi langit yang mulai gelap dan dihiasi oleh gemerlap bintang di angkasa.
Wajahnya tertawa sinis, penuh tipu muslihat dan jahat hanya diakhibatkan oleh rasa cintanya akan segala sesuatu.
...πππ...
Leon dan Isabella pun memutuskan untuk kembali ke tempat Clan Night Lion bersama dengan Boreas dan Orc bawahannya. Selama di sana, mereka tinggal di sebuah bangunan besar yang dimiliki oleh kepala Clan Night Lion. Leon menyiapkan segalanya untuk Isabella mulai dari tempat tidur hingga selimut yang terbuat dari bulu harimau salju terbaik yang dibuat oleh para Orc pengrajin di Clan Night Lion.
“Apa kau tidak mau menggunakan selimut ini? Lihat, masih muat di sebelah sini," tanya Isabella sambil menepuk area kasur yang kosong untuk menunjukan kalau Leon bisa tidur dekat dengannya.