
Dalam hitungan detik, Leon sudah menebas tubuh Anubis sebanyak 12,000 kali. Namun, regenerasi tubuh milik Anubis terlalu cepat sehingga kerusakan yang diberikan olehnya tidak terlalu signifikan bagi Anubis.
“Jadi kau manusia yang dipilih oleh pak tua itu? Pantas saja kau berani sekali menantangku," sinis Anubis dengan tatapan bengisnya ketika menyadari kalau Leon mendapatkan kekuatan dari Gris yang merupakan Primordial Angel of Death.
Leon tak menghiraukannya, ia kembali berusaha menyerang Anubis namun sayangnya serangan itu dapat dilihat oleh Anubis yang menggunakan "Eyes of Reality" yang merupakan kemampuan mata untuk melihat semua kejadian di masa lalu dan masa depan dalam sepersekian detik, serta mampu membongkar semua ilusi yang ada.
Anubis pun mengeluarkan Domainnya—Hellish Judgement. Dengan Domain itu, Anubis memiliki kemampuan untuk menaruh kutukan kematian kepada musuhnya. Namun sayangnya, penggunaan kutukan kematian kepada Leon justru memperkuat dirinya karena Leon merupakan Primordial Angel of Death itu sendiri.
The Grimm Reaper, kemampuan yang dapat membuat Leon tidak dapat dibunuh oleh siapa pun karena dapat bangkit kembali sebanyak apa pun dengan wujud apa pun. Kemampuan ini juga memberikan penggunanya aura kematian yang sangat kuat.
“Kau! bagaimana mungkin kutukan kematian milikku tidak dapat mempengaruhi dirimu?” pekik Anubis karena masih belum menyadari kalau Leon dan Gris sudah melakukan Soul Fusion yang artinya Leon sendiri sudah menjadi Primordial Angel itu sendiri.
Sebelum Anubis melakukan serangan lagi, Leon meyerangnya lebih dulu dengan sihir naga—Absolute Frost—dan membekukan satu bangunan itu dengan Anubis terperangkap di dalamnya. Leon pun mendekati Anubis yang terperangkap di dalam es dan tidak bisa bergerak sedikitpun. Pria itu mengangkat tangannya ke atas gunung es ciptaannya dan menatap tepat ke arah Anubis dengan tatapan dingin dan berseru, "Absorb!”
Semua es yang ada terhisap ke tangan Leon begitu juga dengan Anubis yang terperangkap di dalamnya. Perlahan kekuatan yang dimiliki oleh Anubis terhisap oleh Leon, bukan hanya kekuatan yang dulu di berikan oleh Gris kepada Anubis tetapi juga kekuatan dewa yang sudah dimiliki oleh Anubis.
“Ah, ini pasti kekalahanku! Kuucapkan selamat kepadamu manusia karena kau menjadi ancaman di mata semua dewa saat ini," simpul Anubis sebagai kata-kata terakhirnya sebelum semua kekuatannya terhisap oleh Leon dan tubuhnya berubah menjadi serigala biasa.
Dengan setetes Mana miliknya, serigala itu berubah wujud mejadi Humanoid dengan tubuh yang berapi-api dan cakar yang sangat tajam serta matanya yang berwarna merah gelap. Leon juga merapal mantra untuk memanggil Spirit tingkat tinggi dan memasukkannya ke dalam wadah Humanoid itu. Ketika melakukan panggilan, tanah sempat bergetar sementara waktu dan cahaya diikuti api keluar dari tanah.
Spirit itu kemudian menggabungkan diri dengan tubuh Humanoid yang sebelumnya milik Anubis. Wujudnya berubah dengan rambut panjang berwarna merah menyala serta wajahnya menjadi cantik dengan warna kulit berwarna putih, sosok itu kemudian berjalan mendekat ke arah Leon kemudian membungkukkan badannya.
Ia menangis dan berkata, “Terima kasih karena telah memilih diriku. Apa pun keinginanmu akan selalu kulaksanakan, tuanku."
“Siapa namamu?” tanya Leon kepada sosok itu.
“Roh itu tidak punya nama, namun banyak makhluk lain memanggilku ‘Kaen 火炎'," jawab sosok itu.
Tiba-tiba tercetus ide dalam benak Leon untuk memberikan nama kepada sosok itu sesuai dengan penampilannya.
“Mulai sekarang, namamu Aguya!” tutur Leon lantang.
“Terima kasih, tuanku. Aku—Aguya—akan melayanimu sebaik mungkin!” seru Aguya dengan mata yang berkaca-kaca karena mendapatkan nama baru dari tuannya.