
Isabella pun menatap Leon seolah berusaha berkomunikasi dengannya, Leon mengerti apa yang Isabella coba katakan. Gadis itu mencoba membujuk kekasihnya agar tidak pergi ke tempat yang tidak terjamin keamanannya sendirian saja, namun tempat reruntuhan kuno itu masih merupakan sebuah rahasia bahkan bagi para anggota Guild Venom atau semua militer kerajaan Engrasia lainnya sehingga tidak mungkin bagi Leon untuk mengajak orang lain dari luar membantu dirinya.
“Semuanya ... a–ada yang ingin kubicarakan," kata Isabella dengan sedikit gugup karena tahu bahwa Leon pasti tidak akan menyetujui hal tersebut.
Prisciliana dan Budi yang awalnya saling mengobrol dan bercanda akhirnya berhenti dan mendengarkan Isabella dengan serius. Isabella kemudian menceritakan bahwa Leon akan pergi ke sebuah reruntuhan kuno yang belum pasti tingkat bahayanya, Isabella berharap bahwa Budi dan Prisciliana mau membantu.
“Tentu saja, kawan. Akan kubantu apa pun itu," sahut Budi tanpa keraguan sedikit pun,
namun tidak berlaku untuk Prisciliana. Terlihat dari wajahnya yang memucat lalu menepuk pundak Budi sambil menggelengkan kepala sebagai tanda bahwa dia tidak setuju jika Budi pergi ke tempat yang berbahaya tersebut.
“Maafkan aku, Isabella, tapi aku tidak mau mengirim orang yang kusayangi pergi menuju ke kematiannya!” seru Prisciliana dengan wajah yakin dan menolak kata-kata Isabella.
Mendengar hal tersebut Isabella mengerti, namun ada sedikit rasa kesal di dalam hatinya ketika mendengar kata-kata Prisciliana.
“Lalu kau pikir aku mau mengirim orang yang kusayangi ke tempat yang berbahaya seperti itu?!” pekik Isabella menimpali dengan menuangkan segala rasa kesalnya di tiap kata-katanya.
“Apa kau tahu, kalau sihir penyembuhanmu sangat cepat bahkan sangking cepatnya orang yang mengalami luka parah bisa langsung menuju ke alam kematian!” hina Isabella dengan nada kesal.
Priciliana yang merasa terhina pun menjadi marah hingga menarik rambut Isabella dengan sangat kuat, Isabella membalas hal tersebut dengan menjambak dan mencubit Priciliana. Selama Isabella dan Prisciliana melakukan pertarungan mereka, Boreas sudah kembali dengan menyajikan banyak makanan untuk mereka semua. Leon dan Budi pun berjalan ke arah hidangan yang sudah disiapkan oleh Boreas dan Orc lainnya.
“Lordku, silakan makan hidangan ini. Aku sendiri yang memburu kerbau dan bison Urukfah lalu memasaknya untukmu," tawar Boreas sambil mengantarkan Leon menuju tempat yang sudah disiapkannya.
Bison dan kerbau Urukfah adalah jenis binatang omnivora yang berukuran sangat besar dengan berat 900 kg dan panjang tubuh 5 meter serta memiliki sepasang tanduk menjulang yang mampu menghancurkan apapun di depannya. Tidak mudah untuk mengalahkan hewan yang kuat seperti itu bagi para manusia tetapi bagi Orc, bison Urukfah adalah makhluk yang mudah untuk diburu.
Leon duduk di depan daging Bison yang sudah dimasak oleh para bawahan Orcnya, Budi hanya bisa tercengang melihat ukuran makanan yang begitu besar. Leon pun mempersilahkan Budi serta semua Orc bawahannya untuk makan, dalam hitungan detik mereka semua saling berebut makanan seolah tidak ada lagi makanan yang akan tersisa.
“Makanan masih banyak, jangan berebut atau kupenggal kepala kalian!” amuk Boreas dengan nada marah kepada Orc bawahannya yang saling berebut makanan.
Ketika keadaan sudah tenang, Leon dan Budi sudah hampir menyelesaikan makanannya sementara Isabella dan Prisciliana baru saja sampai, mereka berdua datang dengan wajah murung dan langsung berjalan kepada pasangannya masing-masing. Prisciliana langsung duduk di pangkuan Budi sedangkan Isabella langsung duduk di kursi dekat dengan Leon. Budi langsung menawarkan makanan kepada Prisciliana yang sedang kesal dan dia pun langsung memakannya.