Reincarnated As A Warlock

Reincarnated As A Warlock
Chapter 52



Keesokan paginya, Leon bangun pagi-pagi sekali untuk menyiapkan barang-barang yang dia perlukan sebelum pergi meninggalkan Academy Ahrion. Ketika sedang menyiapkan barang, tiba-tiba saja Budi dan Prisciliana datang ke kamar Leon di mana Isabella juga ada di sana.


Mereka memberi tahu kepada Leon bahwa beberapa anggota Party Dragonite yang non bangsawan sedang ditindas oleh party lain. Mendengar hal itu, Isabella dan Leon langsung keluar untuk melihat tempat kejadian.


Di tempat kejadian.


Orang-orang dari berbagai Party di academy sudah bergerombol di tengah jalanan. Di tengah-tengah gerombolan itu, ada seorang laki-laki dengan pakaian berwarna biru dan berambut panjang berwarna coklat sedang bertarung dengan tiga orang dari Party Dragonite,


“Hahaha! Hanya ini saja kekuatan kalian? Pantas saja nama Dragonite sekarang menjadi melemah!” pekik laki-laki itu kemudian mengangkat tubuh Quantz yang sudah terkapar dan meninjunya sampai memuntahkan darah.


Buak!


“Sial! Hentikan! Dia sudah tidak sadarkan diri, apa kau gila hah?!” Ray berseru sambil berusaha bangkit dengan tubuh yang sudah berlumuran darah.


“Tangkap dia kalau begitu!” seru Laki-laki itu kemudian melempar tubuh Quantz yang sudah sekarat itu ke arah Ray, dan Ray berusaha menangkapnya.


“Quantz! Kau tidak apa?” Ray berusaha membuat Quantz tetap sadar dengan melemparkan pertanyaan, Quantz hanya mengangguk karena tidak bisa lagi berkata-kata.


“Hohoho! Lihat ada satu lagi anjing kampung yang tertidur disini!” Laki-laki itu berjalan ke arah tubuh seorang perempuan yang bajunya sudah penuh dengan sobekan dan darah.


“Adelia! Menjauhlah!" seru Ray segera berlari ke arah Adelia untuk melindunginya.


“Inilah bayaran karena kau tidak mau melayaniku, dasar orang kampung sialan! Magic skill Firestorm!"


Api besar tiba-tiba muncul dan membakar habis tubuh perempuan itu hingga menjadi debu, dan ketika itu semua orang berdarah bangsawan yang menyaksikan tertawa terbahak-bahak dan mencaci mereka yang bukan bangsawan.


Ray yang berada di tengah tengah itu pun kehabisan kesabaran dan mulai menyerang semua murid bangsawan disitu terutama Laki-laki yang menggunakan sihir ‘Firestorm’.


Ketika berhasil menjatuhkan Laki-laki tersebut, seorang pria berambut agak panjang dengan dilengkapi armor berwarna emas datang berjalan dengan beberapa bawahannya. Dia berjalan ke arah Ray lalu menghunuskan pedangnya tepat ke arah lehernya Ray.


“Apa yang kau inginkan, Gerry?!” Ray menepis pedang yang mengancam lehernya.


Gerry menjawab dengan tatapan angkuh, “Apa kau berani menantangku, Ray Hashglow? Aku yang keturunan Oswald ini, sudah memiliki tingkat kultivasi di ranah Sky Realm lapisan puncak ini!” 


Kemudian Gerry menyuruh dua orang bawahannya untuk mengalahkan Ray. Sayangnya mereka gagal karena Quantz dan Ray berhasil mengalahkan mereka berdua dengan mudah.


Ketika di tengah pertarungan, Lars D—sebagai kepala Academy—datang ke tempat kejadian. Gerry dan beberapa murid lainnya mengatakan kepadanya kalau pertarungan ini terjadi karena para murid non-bangsawan memberontak dan mengatakan akan menghabisi para bangsawan.


Mengejutkannya kepala Academy Ahrion mendengarkan kata-kata bohong dari para murid bangsawan itu dan memperbolehkan mereka semua untuk bertarung hingga membunuh atas nama membela diri sendiri.


“Ini pasti tidak mungkin, Tuan Lars! Guru pasti akan membela kami," seru Quantz berteriak di hadapan Lars D. Dalam hanya hitungan detik, Lars D tiba-tiba muncul tepat di hadapan Quantz lalu mencabut nyawanya dengan sangat cepat dan pergi dari sana.


Semua orang tidak menyaksikan hal itu karena terjadi sangat cepat, yang hanya mereka lihat adalah Quantz sedang berdiri dan tiba-tiba terjatuh ke tanah dengan berlumuran darah dan lubang di bagian jantungnya.