Reincarnated As A Warlock

Reincarnated As A Warlock
Chapter 30



Masing-masing dari ahli itu memegang dua buah pedang dan Leon asumsikan kalau mereka berdua adalah seorang Magic Swordsman.


“Tuan Doromir! Apa yang harus kita lakukan terhadap bocah ini?” tanya salah satu dari mereka.


“Harus kami tangkap atau bunuh di tempat?” tanya orang kedua.


“Bunuh dia! Bawa kepalanya untukku!” jawab Doromir de Croix.


Dua ahli itu langsung maju menyerang menuju ke arena. Mereka berdua menyerang Leon dari segala arah untuk menutupi kemungkinan lolos dari serangan mereka berdua.


“Serang dia dari sana!" seru orang pertama.


“Kau dari sini!” sahut yang kedua.


“Akan kukalahkan kau!”


Leon berusaha bertahan menggunakan kedua daggernya karena ternyata menggunakan mantra Soul Harvest benar-benar menguras tenaga yang ia miliki.


“Kau cukup hebat, Nak. Bisa membunuh 10 orang di ranah Sky Realm,” ujar orang pertama.


“Tapi sayang, kau akan mati saat ini!” timpal orang kedua.


“Ya kita lihat saja, Mountain Breaking Sword Strike!" Leon  menyerang mereka berdua walau tidak berhasil dan menghasilkan luka yang fatal. Tetapi menurutnya, luka-luka yang diterima oleh mereka berdua cukup untuk menahan pergerakan mereka selama beberapa menit.


“Arghhh, sialan! Akan kuhabisi kau!” seru orang pertama. 


Ketika dia mencoba bangkit dan menyerang Leon lagi, pada detik terakhir guru datang dan menghentikannya.


“Apa kau berniat membunuh muridku?!” tanya Draco D. Lalu ia melirik ke arah Leon.


"Pergilah, Nak! Biar Gurumu ini yang menyelesaikan.” 


“Siapa kau?! Apa kau berani melawan perintah seorang keluarga bangsawan?!” seru orang pertama pada Draco.


“Oh Jadi ini kau dari keluarga Croix ! Kebetulan sekali ada salah satu anggota keluargamu yang berhutang kepadaku !!” Draco D


“Apa maksudmu, sialan?!”


“Kau pasti Doromir,” ujar Draco D. Lalu ia melanjutkan, “Apa kau tahu keluargamu berhutang 700,000 Gein kepada diriku?”


“Apa yang kau bicarakan? Tidak mungkin keluargaku meminjam uang pada orang miskin sialan seperti dirimu!” sahut Doromir de Croix tak percaya.


“Sudah kuduga kalau kalian tidak akan membayar hutang itu!” Draco D berkata dan suasana mulai memanas.


“Kalaupun apa yang kau katakan benar, aku tetap tidak berhutang pada orang mati!” Doromir de Croix berseru lalu memberi isyarat kepada bawahannya untuk menyerang.


“Hah! Begitu rupanya, jangan salahkan aku kalau kedua bawahanmu mati!” seru Draco D.


Tiba-tiba sosok seorang pria dengan pakaian hitam berambut panjang berwarna coklat datang mendekati arena. 


“Berhenti! Cukup Draco! Sebagai kepala academy, akan kuhentikan sampai disini!” seru Lars Dunmark dengan mengayunkan pedangnya ke tengah seolah membuat batasan.


“Jangan ganggu sekarang Lars! Akan kuhabisi dia!” tolak Draco D.


“Apa kau tahu efeknya terhadap nama akademi ini?” Lars Dunmark mencemaskan nama akademi karna hal ini.


“Benar, menyerahlah bajingan!” seru Doromir de Croix menggunakan kesempatan ketika semua lengah dan menyerang kepala academy.


Srat!


“Sial! Kau tidak apa, Lars?" tanya Draco D cemas.


“Jangan khawatir, serangan lemah seperti itu tidak akan mempan kau tahu." Lars Dunmark berdiri kembali lalu bersiap untuk menyerang.


“Heh! Ternyata kau juga ....”


"Sudah! Diam dan fokus!” 


“Mulai saat ini tidak akan ada lagi keluarga bangsawan Croix!”


“Apa kalian berencana berperang dengan kami?!” seru Doromir Croix lalu memanggil lebih banyak bawahannya yang berada di tingkat Sky Realm lapisan puncak dan Mage 3rd Tier lapisan akhir.