Reincarnated As A Warlock

Reincarnated As A Warlock
Chapter 81



“Kau pikir bisa menghilangkanku? Kalau kau berani menghapus diriku, maka kau juga akan hilang dari dunia ini!” seru Leon kecil kepada Leon dengan tatapan wajahnya yang licik.


“Kecuali jika kau menyatukan jiwa dengan ku!” kata Gris kepada Leon dan perkataannya tersebut membuat Leon kecil kaget dan tampak marah.


“Kalian berniat melawan para dewa rupanya!” pekik Leon kecil dengan wajahnya yang kesal, namun Gris dan Leon tidak memperdulikannya.


“Aku akan mengeluarkanmu dari sini!” tegas Gris dengan serius. Tanpa waktu yang lama, Gris menggunakan kekuatannya yang besar dan membentuk sebuah lubang hitam besar yang mengeluarkan api hitam yang membara dan mampu menarik sisi jiwa Leon kecil yang diciptakan oleh para Dewi untuk memastikan Leon tetap berada dibawah kendali mereka.


“Sekarang bagaimana cara menyatukan jiwa seperti yang kau bilang?” tanya Leon karena penasaran dengan apa yang Gris katakan sebelumnya.


“Tunggu sebentar, aku harus mengurus sesuatu," sahut Gris kepada Leon.


Di luar pikiran Leon.


“Seraphim, jika ada yang mencari pemilik tubuh ini, katakan kalau dia sedang pergi berlatih di hutan," pinta Gris kepada Mark yang sedang tersungkur dan babak belur karena bertarung dengan dirinya.


Mark tidak bisa menjawab apa-apa karena sudah tidak memiliki tenaga untuk berbicara ataupun mempertahankan kesadarannya. Hal terakhir yang Mark lihat, Leon pergi meninggalkannya begitu saja dan bergerak pergi dan menghilang di antara gelapnya malam.


Sesampainya di sana, Gris yang sedang menggunakan tubuh Leon di dalam hutan segera bergerak ke area hutan yang paling dalam dan akhirnya sampai di sebuah tempat dengan air terjun. Gris pun duduk tepat di tengah air terjun tersebut dan kembali masuk ke dalam pikiran Leon.


“Ingatlah, kau harus tetap fokus selama melakukan ini. Jika tidak, yang akan menjadi bayarannya adalah nyawa kita berdua," tegas Gris kepada Leon.


Selama melakukan Soul Fusion, Leon selalu fokus dan menjaga pikirannya agar tetap terjaga dengan membayangkan wajah Isabella. Sedikit demi sedikit jiwa Gris dan Leon tergabung. Semua ingatan yang ada pada Gris tertransfer kepada Leon. Ketika ingatan Gris yang banyak masuk, Leon hampir membuatnya merasa ingin pingsan karena terlalu banyak kekuatan mental yang harus digunakan.


“Aku akan menambah sedikit serpihan jiwa dari seorang Archangel bernama Remiel untuk melengkapi dan mempermudah penggabungan jiwa ini," urai Gris kepada Leon. Leon hanya mengangguk sebagai jawaban dia mengerti.


...πππ...


Di dunia para dewa dan dewi.


“Yang mulia, Enid!” seru salah satu dewi kepada Dewi Enid yang sedang duduk di singgasananya dan ditemani beberapa pelayannya.


Enid menengok ke arah dewi yang memanggilnya dengan tatapan yang langsung tertuju kepadanya disertai dengan aura dominan yang membuat dewi tersebut tunduk di hadapan Enid.


“D-dewi Enid, kita punya masalah dengan salah satu budak yang kita miliki," sampai salah satu dewi itu. Enid yang mendengar hal tersebut langsung berdiri dari singgasananya dan menatap dewi itu dengan tatapan murka.


“Apa maksudmu? Apa masalah itu?" Mata Enid yang sedang murka bercahaya seolah akan mengeluarkan api, yang membuat dewi itu ketakutan dan gugup untuk menjawab pertanyaan dari Enid.


“K-kelihatannya sisi jiwa yang kita tanam ke tubuh orang itu telah dihilangkan.”