Reincarnated As A Warlock

Reincarnated As A Warlock
Chapter 11



“Apa yang terjadi di sini?” Zen Grimsbane datang dengan elegan, keluar dari kereta kudanya yang mewah.


“Ah, Lord Grimsbane. Perkenalkan, namaku Quintus Trevils. Tuan Grimsbane yang terhormat, aku hanya sedang memberi pelajaran kepada cecunguk sialan ini!” seru Quintus  sambil menunjukan jarinya ke arah ayah Leon.


“Maksudmu dia? Samuel Archion de Silvestre?” balas Zen Grimsbane lalu bergerak mendekat menuju ayah Leon. Ia memberikan sapu tangan kepada ayah untuk membersihkan tangannya.


“Lord Grimsbane, apa yang kau lakukan? Apa kau sudah gila dengan memberi bantuan kepada rakyat jelata?!” Dengan nada tinggi Quintus meruak, ia berusaha menyerang ayah dengan tendangannya.


“Penjaga!” Zen Grimsbane memerintah pengawal-pengawalnya, seketika Quintus langsung ditangkap oleh para penjaga dan dibawa pergi menjauh walaupun Ia tetap memberontak.


“Apa kau bodoh?! Berani-beraninya seorang Baron merendahkan seorang Marquess!!” Zen Grimsbane berseru melihat ke arah ayah.


“Kakak ipar, apa kau baik-baik saja? Tidak ada yang terluka bukan?” seru Zen Grimsbane kepada ayah. Samuel pun membalasnya, “Sudah tidak apa-apa, Zen kecil."


Samuel berusaha menenangkan Zen Grimsbane yang khawatir, Leon yang terfokus melihat ayah dan pamannya berbicara tiba-tiba saja terkejut melihat kedua sepupu perempuannya yang ada di belakangnya.


“Wah!” Savina dan Eleanore berseru serentak untuk mengejutkan Leon, mereka berdua tertawa melihat ekspresi wajah Leon yang sukses membeku.


“Savina, Eleanore, sudah jangan ganggu sepupumu ini, kasihan dia mukanya sampai pucat.” Ibu menegur mereka dengan lembut.


“Sudah-sudah, aku baik-baik saja, Bu.” Leon membalasnya dan mendekati kedua sepupu perempuan yang cantik. "Apa kalian berdua juga berniat masuk ke akademi Ahrion?” lanjut Leon bertanya kepada mereka.


“Ya, tentu saja,” jawab mereka berdua secara serentak kompak.


Dengan nada yang menggoda karena dia tau kalau Leon lebih menyukai sihir dibandingkan pedang walau keduanya sama bagusnya.


Mereka berbincang banyak hingga akhirnya saat-saat yang ditunggu telah tiba, di mana pengurus akademi muncul untuk menguji calon-calon murid akademi Ahrion tahun ini.


Seorang pria dengan kisaran umur  28 tahun, bertubuh tinggi, rambut panjang, dan baju biru dengan ornamen naga di sekitarnya, maju melakukan penyambutan.


“Hadirin sekalian, bangsawan atau rakyat jelata, aku sebagai salah satu pengurus Akademi Ahrion menyambut kalian semua yang hadir di sini!" seru pria itu menyambut dengan lantang hingga semua orang bertepuk tangan dan memperhatikannya.


“Sebelum kita mulai, biarkan aku memperkenalkan diri terlebih dahulu. Namaku Sohru Daimyen, di akademi ini aku mengajar bela diri aliran pedang," lanjut pria itu seraya memamerkan auranya—menunjukan tingkat kultivasinya.


"Luar biasa! Di usianya yang muda sudah mencapai ranah 'Dou Grand Master' lapisan keempat!!” kagum seluruh orang-orang di sana karna bakat pria itu.


“Hey! Kapan kita akan mulai?!” Quintus Trevils berseru karena sudah tidak sabar lagi menunggu sambutan panjang yang basa-basi ini.


“Sesuai urutan, kita akan memulai dari ...” Sohru melanjutkan kata-katanya namun dipotong oleh Quintus.


 “Kita akan memulai dari anak-anakku. Majulah, nak, tunjukan siapa kalian!" Dengan tidak tahu diri Quintus begitu egois, seketika munculah ketiga anaknya. Dua perempuan dan satu laki-laki.


“Huft … baiklah, tes kali ini akan menguji bakat kalian.” Sohru terpaksa menerima mereka dan ia melanjutkan penjelasannya, “Yang perlu kalian lakukan adalah menaruh tangan kalian di atas ‘Crystal Stone’ lalu masukan sedikit Qi atau Mana kalian ke dalamnya."