
Baltasar Baran merupakan seorang raja Orc dari Clan frost Wolf. Dia memiliki ukuran tubuh yang besar dan kekar dengan tinggi sekitar 230 cm. Dia merupakan satu-satunya Orc yang meminum air dari Chalice of Life yang membuatnya tetap terlihat muda meski sebenarnya sudah berusia 560 tahun.
Hubungan Baltasar dengan Mark cukup baik hingga suatu saat Baltasar berniat untuk menghabisi semua manusia. Keinginan kuat Baltasar didorong oleh kematian anaknya sendiri yang dibunuh oleh para warga desa di sekitar kaki gunung Hashnorth.
“Sejak kapan kau mengenalnya, Mark?” tanya Jenny yang membubarkan lamunan semua orang di sana. Dirinya terheran-heran mendengar perkataan Mark.
“Cukup lama," jawab Mark dengan singkat. Sontak pria itu memasang pelindung di sekitarnya agar tidak ada yang bisa melihatnya dan grupnya serta mendengar apa yang akan dibicarakan oleh mereka.
“Kau ... bagaimana bisa?” tanya Enma masih tidak mengerti bagaimana bisa seseorang memiliki kekuatan semacam itu.
“Kau tidak perlu tahu bagaimana caraku mendapatkannya. Yang kalian harus tahu adalah percayalah kalau aku bisa membantu kalian dan juga bisa menghabisi kalian semua dengan mudah," jawab Mark dengan nada serius dan tatapan dingin kepada semua orang terutama Enma.
“Kau pikir aku akan membiarkanmu membunuh mereka semua?” sahut Leon dengan raut wajah dingin hingga mengeluarkan aura membunuhnya dan bersiap merapalkan mantra untuk menyerang Mark.
Ketika Leon mengeluarkan aura membunuhnya yang samar-samar, Mark bisa merasakan kekuatan malaikat yang ada di dalam diri Leon. Untuk memastikannya Mark berniat bertanya kepada Leon dengan menggunakan telepati.
Telepati
“Primordial?” tanya Mark menggunakan telepati kepada Leon.
“Kau tahu hal itu?” timpal Leon kembali bertanya melalui koneksi telepati Mark.
“Tentu saja. Istriku dulu pernah membicarakan soal mereka—malaikat Primordial—adalah sosok purba yang sangat kuat namun tidak bisa mengontrol kekuatannya," sahut Mark kemudian dia menambahkan, "Dan sang pencipta juga membuat sosok yang lebih baik dari mereka para Primordial angel. Mereka adalah para Archangel, namun menurut istriku para Archangel tidak diketahui keberadaannya saat ini.”
“Apa kau tidak menyadari kalau kita sedang diawasi? Lihat ke arah Baratmu. Ada dua orang pria bertopeng aneh yang membuntuti kita dari sejak pertama kita kemari," jawab Mark sambil mengarahkan Leon untuk menengok ke arah dua orang pria yang pergi menjauh dari tempat mereka makan.
“Kita akan bicara lagi nanti," tambah Mark dan memutuskan telepatinya.
Koneksi telepati itu terputus, Mark kembali duduk ke kursinya begitu juga dengan Leon yang kemudian menghancurkan pelindung yang Mark pasang sebelumnya.
“Kita punya banyak sekali yang harus dibicarakan. Jadi sekarang apakah kalian setuju dengan misi ini?” tanya Jenny berusaha memecahkan suasana.
“Aku setuju," jawab Leon singkat. Yang lainnya mengiyakan apa yang Jenny katakan.
“Hey bisakah kita mulai makan saja? Kalian ini terlalu serius," timpal El yang sudah kelaparan ketika menunggu teman-temannya itu membicarakan hal yang tak ia mengerti.
Semua orang mulai memakan makanan yang sudah disajikan. Ketika selesai, tiba-tiba saja Leon tercetus sebuah pertanyaan.
“Jenny, menurutmu apa perlu kita menamai grup kita ini?” tanya pria itu kepada Jenny yang langsung melihatnya.
Jenny berpikir sejenak. “Tentu, bagaimana kalau Ghoul?” usulnya.
“Itu saja sudah bagus menurutku," tanggap Enma.
“Baiklah, nanti aku akan meregistrasi nama grup kita di Guild agar besok bisa mengambil misi," sahut Jenny dengan senang karena akhirnya dia selangkah lebih maju menuju impiannya untuk membawa perdamaian bagi Orc dan manusia walau jalan yang ditempuh sangat sulit.