
“Manusia, kemarilah ikut denganku," pinta Flaming Gorilla King kepadanya. Leon terpukau dengan apa yang Gorilla itu katakan padanya. “Kau bisa berbicara bahasa manusia?”
“Roar! Cepatlah Ikuti aku!” tuntut Flaming Gorilla King tanpa basa-basi. Kemudian Leon berjalan mengikuti gorila berapi bertubuh raksasa ini hingga sampai ke tempat tinggalnya di sebuah pohon yang sangat besar.
Di bawahnya tinggal beberapa gorila lain. Dari tampangnya, gorila lain tampak takut dengannya karena ketika dia melintas, semua gorila menundukan kepala mereka.
“Manusia, apa yang kau lakukan di teritori raja ular?" tanya Flaming Gorilla King itu. Ia menawarkan beberapa buah-buahan kepadanya.
"Untuk menjadi lebih kuat."
Kemudian gorilla itu mendekat dan memperhatikan Leon dengan seksama sebelum berkata, “Manusia, aku mencium aroma kalau kau adalah yang terakhir di keluargamu."
Omong kosong macam apa itu? Sudah jelas kalau aku masih memiliki Ayah, Ibu, dan Kakak, pikirnya heran.
“Apa maksudmu berbicara seperti itu?!” tanya Leon dengan nada emosi.
“Lupakanlah. Jadi, kau ingin menjadi kuat bukan, manusia?” sahut Flaming Gorilla King menyelimur kepada pertanyaan lain lalu keluar dan mengajak Leon untuk mengikutinya.
“Menetaplah di sini dan akan kulatih dirimu untuk menjadi kuat," tutur Gorilla itu hingga membuat Leon heran.
"Dengan bayaran apa? Tidak mungkin ada yang gratis di dunia ini terutama kita tidak saling kenal,” jawab Leon dan menunggu persyaratan yang ingin diajukannya.
“Membantu! Dengan bayaran kau membantuku melindungi semua orang di Kerajaanku ini.” Flaming Gorilla King itu berkata dan menunjukan tangannya ke arah tempat dimana para gorila lain tinggal.
“Baiklah aku setuju," terima Leon.
Flaming Gorilla King itu pun pergi keluar meninggalkan Leon sendiri. Ia juga pergi keluar untuk melihat-lihat tempat itu, lokasinya tidak segelap itu karena pepohonan yang berada di sanacukup renggang sehingga cahaya matahari masih bisa menerangi hutan ini.
“Manusia! Kemarilah! Roar!" Flaming Gorilla King memanggil Leon ke atas sebuah pohon besar. Sesampainya di sana, dia mengatakan kalau disini adalah tempat yang bisa Leon tinggali selama menetap di kerajaannya.
“Terima kasih. Kalau boleh tahu, siapakah namamu?" tanya Leon kepada Flaming Gorilla King.
"Aku tak memiliki nama sama sekali," jawab lawan bicara hingga membuat Leon kemudian berpikir bahwa terlintas nama salah satu teman yang ia kenal ketika ia berada di militer di kehidupan sebelumnya
Dia dulu sering dijuluki sebagai Gorilla penghancur oleh orang-orang. Namanya adalah Han Rou, mungkin akan cocok untuk gorila yang satu ini juga, bukan?
“Bagaimana kalau aku memberimu nama Han Rou?" usul Leon kemudian Flaming Gorilla King tersenyum setelah mendengarnya.
"Roar! Bagus manusia, bagus. Han Roar adalah nama yang sangat bagus!” puji Flaming Gorilla King setuju dengan usulan Leon.
“Bukan Roar tapi Rou!” tegas Leon mengoreksi kata-kata Gorilla itu.
“Terserah kau, manusia.” Han Rou berkata kemudian memanggil beberapa bawahannya dan mereka semua datang dengan membawa beberapa buah-buahan.
Kemudian Leon melihat Han Rou berbicara dengan para bawahannya dan memamerkan kalau dia sekarang memiliki nama. Ia menunjuk ke arah Leon seolah memberitahu ke bawahannya kalau nama itu adalah pemberian darinya. Tidak lama, mereka semua pergi. Leon sendiri di ruangan yang cukup besar ini di atas sebuah pohon.
Seperti biasa, Leon menyusun rencana mengenai apa yang akan ia lakukan setelah keluar dari dunia ilusi ini. Sejauh ini, yang terpikirkan olehnya adalah menjadi juara dalam pertarungan antar academy lima tahun mendatang dan menyelesaikan dendam dengan keluarga Croix. Mengingat karena ia telah membuat anak mereka sekarat dan lumpuh.
“Huft ... susah sekali hidupku di sini," gumam pria itu menghela nafasnya panjang.