Reincarnated As A Warlock

Reincarnated As A Warlock
Chapter 63



“Kota Hae … sudah lama aku tidak ke kota kecil indah ini!” pekik El dengan sangat bersemangat dan terlihat sangat senang.


“Tunggu sebentar, kau pernah ke sini sebelumnya, El?!” sahut Enma terkejut ketika mendengar perkataan El yang pernah datang ke Kota Hae sebelumnya.


"Iya, benar. Dulu ada tugas yang mengharuskanku untuk membantu menyembuhkan beberapa prajurit yang ditugaskan di kota ini," jawab El menjelaskan kepada Enma sambil berjalan menyusuri kota yang sangat ramai.


Enma menunjukan lokasi yang dia maksud kepada El menggunakan peta yang sebelumnya diberikan oleh Jenny. “Kita harus ke tempat ini. Apa kau tahu di mana tempatnya, El?” 


“Sepertinya ini adalah bangunan tua itu, bukan?” sahut El seraya menunjuk ke arah sebuah bangunan tua penjual senjata yang berada di seberang mereka.


“Ayo. Apa lagi yang kau tunggu, El?" ajak Enma dengan cepat berlari ke arah bangunan tua itu. El mau tak mau harus mengikuti Enma yang sudah berada di depannya.


Enma dan El membuka pintu Toko itu. Kriet … terdengar suara decitan ketika Enma membuka pintu toko tersebut dan masuk ke dalam.


Mereka melihat seorang pria muda dengan pakaian berupa jas berwarna biru tua sedang mengasah pedang miliknya, pria tersebut kemudian menghentikan aktivitasnya dan menaruh pedangnya di atas meja. Ia berdiri dan berjalan mendekati Enma dan El.


“Ada yang bisa saya bantu, nona-nona?” sapa Pria itu menyambut Enma dan El dengan senyuman, tanpa berlama-lama Enma langsung mengatakan tujuan mereka datang ke tempat itu.


“Apa kau tahu orang ini? Ia adalah Mark S. Nathan," tanya Enma seraya memberikan gambar dan juga data dari orang yang dia maksud kepada pria itu.


“Kalau kuberi tahu, apa yang akan ku dapatkan?” sahut pria itu dengan raut wajah menuntut.


El mengerucutkan wajahnya, menatap Enma seketika dan melihat ke arah pria itu kembali. "Kami akan memberikan apa pun jika kau bisa memberitahu kami," jawab El dengan serius.


"Sudahlah, cepat lakukan apa yang harus kau lakukan," tegas Enma memecah suasana aneh saat itu. Mereka semua pun terdiam.


Pria itu kemudian meminta Enma dan El berjalan masuk mengikutinya ke dalam sebuah ruangan. Setelah itu, ia mempersilahkan Enma dan El untuk duduk di kursi yang tersedia, kemudian pria itu mengatakan, “Jadi kalian dari Guild Venom. Iya, bukan?”


Seketika Enma dan El terkejut karena pria itu mengetahui dari mana mereka berdua berasal. “Bagaimana kau tahu?!” tanya Enma terlihat sangat waspada dan sudah menyiapkan sihir apinya untuk menyerang pria tersebut, tetapi ditahan oleh El karena menurutnya itu adalah hal yang tidak perlu.


“Orang yang kalian cari itu adalah diriku dan bukan hanya kalian yang pernah mencoba merekrutku. Apa kalian tahu kalau pemimpin kalian—Tuan Pan—yang terhormat pernah mencoba merekrutku?” sahut Mark santai kemudian pergi menuju ke sebuah meja dan mengambil secangkir kopi lalu kembali lagi.


“Mustahil! Untuk apa Kapten sendiri datang untuk merekrutmu?” kata Enma masih tidak percaya.


“Yah … entahlah." Mark mengangkat bahunya sebagai arti bahwa ia tak tahu. Seketika kursi yang digunakan oleh Enma terbelah kaki-kakinya sampai membuat Enma terjatuh dari kursi tersebut.


“Enma!” El yang terkejut langsung bergerak membantu Enma bangun dan mengecek apakah ada yang terluka.


Enma menatap ke arah Mark, melirik pria itu dengan kedua matanya yang melebar. “Kau! Sejak kapan kau melakukannya?!” pekik Enma dengan nada kesal.


“Rahasia.” Mark berkata dan tertawa karena menurutnya lucu.


“Kalau Leon ada di sini, dia pasti tidak akan tertipu dengan ini!” Enma yang masih merasa kesal tetap menyindir Mark yang terus menertawainya.


“Leon? Hahaha. Memangnya apa yang bisa dilakukan bocah itu kepadaku?” sahut Mark mulai terlihat serius dan mengeluarkan aura membunuhnya yang sangat kuat. Terasa mirip seperti milik Leon namun Enma dan El tidak menyadarinya.