Reincarnated As A Warlock

Reincarnated As A Warlock
Chapter 71



Mark melakukan hal yang sama kepada prajurit kedua dan membiarkan prajurit pertama tetap hidup namun tanpa mengingat kejadian tersebut sama sekali.


Brak!


“Sialan! Ash bertahanlah,” gumam Mark sambil meninju tembok tebal sebuah bangunan untuk melampiaskan kekesalannya. “Asnov, kematianmu sudah menunggumu!” Mark menggeram di sebuah bangunan kosong dan bersiap menyusun rencana untuk membunuh Asnov Sovexis malam ini.


...πππ...


Pada malam harinya, Mark berniat menyerang tempat di mana Asnov tinggal dan membunuhnya dengan sangat cepat. Mark memasuki rumahnya dan membunuh satu per satu penjaga yang dimiliki Asnov yang bertotal 30 orang Elf.


Ketika ia sampai di ruangan milik Asnov, dia bersiap menyergap dan membunuhnya. Dalam hitungan detik Mark menyerang Asnov dan memenggal kepalanya. Namun setelah dia melakukan itu, ia mendengar sebuah suara tepukan tangan dari arah belakangnya.


Prok! Prok! Prok!


“Luar biasa! Jadi ini Assassin terhebat di dunia. Betapa naifnya dirimu itu, Mark," ujar Asnov berdiri tepat di hadapan Mark saat ini dan bersiap menyerangnya dengan tombak di tangannya.


“Bagaimana bisa?!” Mark berseru karena masih tidak mengerti situasi yang terjadi. Ia sangat yakin mayat yang berada di depannya adalah Asnov, namun sosok Elf yang berada di depannya juga Asnov.


“Kau pasti bingung, bukan? Sekarang coba kau lihat mayat di depanmu itu," cibir Asnov sambil menunjuk ke arah mayat yang dimaksud. Mayat tersebut berubah bentuknya menjadi sosok wanita yang Mark kenal.


“Irina! Tidak mungkin!” Mark segera berlari ke arah mayat tersebut dan berusaha mendekatkan kepalanya ke tubuhnya yang sudah terpisah. Mark meneteskan air mata penyesalan karena dirinya telah membunuh sosok yang sangat berharga dalam hidupnya meski itu tanpa sepengetahuannya.


Ternyata Irina tetap melindungi tuannya—Asnov—itu sampai ke akhir hayat hidupnya, ia tak mengingkari janjinya sendiri yang ia ucapkan kepada Mark sehari yang lalu.


“Asnov! Bajingan! Mengapa kau melakukan  itu!” Mark geram berseru dengan wajah sangat murka bagai lahar api. Ia memeluk Irina yang sudah tak berwujud tanpa bisa menyesalinya lagi. Dilema, ia harus membunuh musuhnya, namun ia malah membunuh sahabat karibnya sendiri.


Mark sudah tak dapat meneteskan air matanya lagi dari liang sorot matanya, ia menatap kembali mayat Irina dan menangis. “Maaf! Maafkan aku, Irina. Jangan khawatir, aku akan membalaskan dendammu ini!” Mark kemudian menutup mata mayat dari Irina.


“Mati kau!” Asnov melayangkan tombaknya ke arah Mark dengan sangat cepat namun tidak ada yang kena.


Wush!


Mark terus menghindari dan menahan tiap serangan yang Asnov berikan kepadanya hingga membuat Asnov merasa kesal. “Kau pikir jika kau menghambatku di sini rencanaku akan dibatalkan? Tentu saja tidak, bodoh!” Asnov berseru kemudian menggunakan tombaknya untuk menghancurkan dinding.


“Semuanya, serang Desbenadia sekarang!” Asnov memberi perintah dengan suara sangat lantang hingga bisa terdengar ke seluruh penjuru Yugaria. Terdengar derapan kaki puluhan ribu pasukan High Elf bergerak keluar Yugaria setelah mendengar perkataan Asnov.


“Saksikanlah, Mark! Mulai saat ini, aku Asnov Sovexis, Apostle dari Dewi Artemis akan menjadi Raja dari para Elf di dunia ini! Dan kau akan sangat bersyukur mati di tanganku Mark." Asnov menggeram lalu menyerang Mark hingga dia terjatuh, ia mencekik Mark dan membawa Mark pergi ke daerah dekat Desbenadia.


Dilemparkannya tubuh Mark ke arah pepohonan lalu menusuk dada Mark dengan tombaknya.


Jleb!


“Mati kau, manusia sialan!” seru Asnov menusuk Mark dengan tombaknya namun dia tidak menyadari kalau Mark menyimpan pedangnya.


“Kalau begitu akan kuseret dirimu bersamaku, dasar bajingan!” timpal Mark menggunakan kedua pedangnya lalu menusuk punggung Asnov dan merobeknya menjadi dua.


Srash!