
“Jadi keluarga bangsawan Croix, Oswald dan Kastarino," ujar Leon sambil menunjuk ke arah mereka masing masing.
“Benar.” Mereka bertiga menjawab dengan serentak.
“Tadi kalian menghina bawahanku, bukan? Akan kuanggap itu sebagai menghinaku juga!" seru Leon dengan nada penuh emosi.
“Boss, sudahlah ... itu hanya kesalahpahaman!” Ray berusaha menenangkan diri Leon yang sudah muak dengan sifat arogan dari ketiga orang itu.
“Maaf, Tuan Muda Silvestre kami tidak tahu kalau—”
“Lalu kau ingin apa, Tuan Muda Silvestre? Begini saja, bagaimana kalau kuberikan kau 1000 Mein untuk biaya kompensasi budakmu itu?” Dengan sombong Gerry mengatakan hal itu lalu memberikan sekantong uang kepada Leon.
“Tidak,” tolak Leon lalu mengembalikannya. “Yang kuinginkan adalah permintaan maafmu kepadanya!”
“Apa kau gila, Leon Silvestre?! Bagaimana bisa kau menyuruh kami yang sesama bangsawan denganmu ini meminta maaf kepada rakyat jelata seperti dia!” seru Gerry tidak terima dan terasa emosinya mulai meluap.
“Aku serius! Memang apa susahnya, hah?!” Leon menantangnya agar dia mau menyerangnya duluan, akan ia habisi dia dalam sekali serangan atas nama membela diri.
“Mati saja kau, bajingan!” Gerry menyerang Ray seketika tanpa Leon sadari. Kemudian Ray mengeluarkan pedang besarnya dan menebas Gerry hingga ia terjatuh.
Sing!
Brak!
“Tidak mungkin! Bagaimana bisa rakyat biasa sepertinya mencapai tingkat kultivasi Dou Master puncak!”
Gerry berusaha bangkit dari tebasan yang mendorongnya mundur tadi, sekujur tubuhnya berhasil dibuat merinding oleh tebasan Ray.
“Hei, Ray! Kau tidak apa?” tanya Leon seraya berusaha mencari tahu keadaan Ray.
“Aku baik-baik saja, Bos. Melawannya itu tidak sulit, percayalah!” jawab Ray sambil tersenyum.
“Joko! Alfonso! Cepat panggil Pak tua itu biar dia mengurus dua orang sialan ini!” seru Gerry, seketika kedua orang itu pergi dan kembali dengan sosok pria tua di usia 50 tahun dengan pakaian serba hitam dan rambut putih.
“Aku ingin kau menghabisi dua orang sialan itu! Secepatnya!” titah Gerry dengan kasar kepada pak tua itu.
"Tapi, Tuan Muda Gerry, aku takut pihak Akademi Ahrion tidak akan membiarkan ini!” cemas pak tua itu dengan nada sedikit khawatir.
Gerry hanya dapat berlindung di balik tameng, begitu pengecut dan tak dapat menghabisi Leon dengan tangannya sendiri. “Aku tidak peduli! Cepat habisi mereka berdua, biarkan Ayah mengurus masalah akhirnya dengan akademi nanti!”
“Baik, Tuan Muda Gerry!" jawab pak tua itu lalu melihat ke arah Ray dan Leon.
"Maaf, anak muda, aku tidak punya dendam dengan kalian berdua, tapi kalian harus mati!” seru pak tua itu langsung maju dengan cepat, Leon mencoba mengalihkan perhatiannya dengan berkata, “Lalu apa kau berani mencari masalah dengan keluarga Silvestre?!”
Tiba tiba saja pak tua itu berhenti dan ragu, “ T-tentu saja tidak, m-mana mungkin aku mencari masalah dengan keluarga itu? Lagi pula Tuan Muda Gerry tidak mungkin mencari masalah dengan keluarga besar seperti itu, bukan?"
Pak Tua itu langsung melirik ke arah Gerry Oswald. "Sudah, habisi saja mereka berdua!”
“Pak Tua, kau itu hanya diperalat oleh nya! Jangan biarkan hal itu terjadi dan pergilah," timpal Leon berusaha meyakinkannya untuk pergi, karena jika mereka membuat keributan di sini akan berbahaya.
Pak tua itu memiliki tingkat kultivasi Dou Ancestor lapisan puncak yang sungguh menakutkan.
“Bunuh mereka dan aku akan meminta ayah untuk memberikanmu 200 Gein! Untuk setiap kepala mereka!” seru Gerry berusaha meyakinkannya, sungguh anak itu adalah pengecut bersenjata harta kekayaan.
Tiba tiba saja Pak Tua itu bergerak maju secepat kilat dan menyerang ke arah Leon, membuat Leon sontak memundurkan langkahnya.
Syut!
Bruk!
Melompat dan mendarat dengan selamat, membuat Ray takut akan hal itu.
“Boss awas!” Ray berusaha melindungi Leon hingga melukai sedikit bagian lengan kirinya. “Kau tidak apa Ray?” tanya Leon cemas.
"A-aku baik-baik saja, Boss!” jawab Ray sambil memegang lengan kirinya yang mengeluarkan gumpalan berwarna merah yang berbau anyir.