Reincarnated As A Warlock

Reincarnated As A Warlock
Chapter 17



(Hasil Analisis)


Cincin Emas Caldirus.


(Note) : Terlihat mahal dan memiliki rune yang bisa meningkatkan kekuatan fisik pengguna.


(Efek) : Strength Increase 15%, Agility Increase 12%, Dexterity Increase 4%, Charisma increase 20%, Focus Increase 8%


Anting Ruby Caldirus


(Note) : Anting yang terbuat dari Inti Phoenix Es dan ditambahkan Rune yang dibuat dari darah Singa Iblis Api mata 3 berusia 70,000 tahun.


(Efek) :  Strength Increase 40%, Fire magic resistance Increase 80%, Ice magic Resistance Increase 40%, Mana Increase 400% , Charisma Increase 2%


Robe of Cagliorso


(Note) : Jubah Replika milik sang Warlock pertama ‘Augustus Orellus’, Ukuran jubah bisa menyesuaikan tubuh pemiliknya


(Efek) : Mana Increase 278%, Resistance to all magic damage Increase 400%, Strength decrease 5%, Defense Increase 90%, Light magic power Increase 20%, Dark Magic power Increase 20%, Seductive Aura, Charm Increase 30%


Barang-barang itu pun disimpan, kemudian Leon pergi untuk bersih-bersih dan mempelajari sihir secara diam-diam. Ketika ia sedang berlatih sihir di ruangan khusus berlatih, tiba-tiba saja pintu ruangan berlatih terbuka dan membuatnya terkejut. 


Kriet.


Ternyata itu adalah kakak perempuannya—Laura—yang baru saja pulang dari akademi Lancaster, dengan cepat Leon memeluknya karena sudah selama enam bulan sejak terakhir dia pulang ke rumah. Gadis itu terpilih menjadi salah satu dari pengurus siswa di akademi Lancaster yang bernama Warden, beranggotakan 12 siswa dengan nilai akademik tertinggi di setiap angkatan.


Leon memeluknya dengan erat dan bertingkah manja selayaknya seorang adik. “Hey, kau ini kenapa, sih, Leon?” tanya Laura sambil memeluk adik laki-lakinya itu dengan erat.


"Hmm … bisa saja kau ini," sahutnya malu-malu sembari membayangkan wajahnya secantik apa yang Leon puji padanya. "Kau pasti sedang butuh sesuatu, iya, kan? Bilang saja kepada kakakmu ini," imbuh Laura sambil mengajak adik laki-lakinya itu untuk duduk dan mengobrol.


Leon menanyai kakaknya segala hal tentang dirinya selama di akademi, Laura pun menceritakan betapa susahnya menjadi seorang 'Warden' yang mengurusi seluruh permasalahan siswa di sekolah. 


Tak lupa, ia juga menceritakan apa yang terjadi ketika tes masuk di akademi Ahrion kepada kakaknya, Laura pun terkejut dan merasa senang hingga ia memeluk Leon dan membuat anak itu sesak nafas karna terlalu erat.


“K-kak, hentikan! A-aku tidak bisa bernafas!” gerutu Leon berusaha keluar dari pelukannya yang hampir membunuhnya.


“Oops, maaf! Oh, bagaimana kalau besok sebelum kau masuk akademi, Kakak membelikanmu sesuatu?” Dengan raut wajah senang yang sangat mencurigakan bagi Leon, Laura mengatakan hal itu.


“Membelikanku apa, Kak?” balas Leon dengan cepat.


Laura pun mendekatkan wajahnya pada salah satu daun telinga adik laki-lakinya itu lalu membisikannya di telinganya, “Rahasia!”


Sepanjang hari Leon terus berpikir apa yang akan dibelikan oleh kakaknya kepadanya, bahkan ia bertanya kepada ayah dan ibunya, kira-kira apa yang akan dibelikan oleh kakak untuknya besok. Mereka juga tidak bisa menebaknya. 


...πππ...


Keesokan harinya, Laura membangunkan Leon pagi-pagi sekali hingga membuat Leon menggerutu, "Kak Laura, ini masih belum waktunya bangun. Lihat! Matahari bahkan belum terbit.” Laura hanya tertawa kecil tanpa menghentikan niatnya.


Leon mengomel sepanjang jalan sambil menunjukkan fakta kalau memang matahari belum terbit, tetapi kakaknya tetap saja berjalan dan menyiapkan sebuah kereta kuda.


Ia dan kakaknya pun naik ke kereta kuda, mereka sedikit mengobrol membahas sesuatu yang tidak terlalu penting, seperti pertanyaan apakah kakak sudah memiliki seorang kekasih di akademi Lancaster. 


Sesampainya di kota, Laura langsung mengajak adiknya ke sebuah toko yang tidak pernah Leon lihat sebelumnya, toko itu terlihat seperti bangunan klasik yang indah dan terawat namun sepi pengunjung. Leon menebak pasti sesuatu berbau sejarah yang akan dibelikan oleh kakaknya, tetapi siapa tahu? Mungkin tebakannya salah. Sesampainya di dalam ...