Reincarnated As A Warlock

Reincarnated As A Warlock
Chapter 59



Ketika Leon dan Jenny sedang sibuk mencari tahu di mana lokasi tepatnya, mereka melihat dua orang pria keluar dari sebuah rumah besar. Salah satu dari pria itu menggerutu soal kerugian yang dialaminya ketika bertaruh.


“Sial! Jika saja aku tidak memilih A tadi, hari ini aku pasti sudah mendapatkan 100,000 Gein," umpat  salah seorang pria itu berseru kemudian melempar botol minuman yang dia pegang ke tanah.


Prang!


“Sudahlah! Kau ini baru kehilangan 10,000 Gein saja sudah begini!” tegur seorang pria lainnya. Ia berusaha menenangkan kawannya yang sedang marah tersebut.


Leon dan Jenny yang mendengar percakapan mereka berdua tiba-tiba saja sadar kalau tempat yang mereka cari adalah tempat di mana dua orang pria di depan mereka keluar sebelumnya. Leon kemudian menarik tangan Jenny untuk segera bergerak dengan cepat menuju ke rumah besar tersebut.


Ketika mereka berdua sampai di depan rumah besar tersebut, mereka langsung disambut oleh seorang wanita yang membukakan pintu untuk mereka berdua.


“Welcome to bayt altharwa." Wanita itu menyambut Leon dan Jenny begitu pula beberapa tamu yang mengantri di belakang mereka.


Ruangan megah dan ramai dengan banyak orang datang ke tempat tersebut, ada yang hanya sekedar mencoba mendapatkan uang, menikmati suasana, atau bahkan hanya sekedar penasaran.


“Tempat ini benar-benar besar sekali. Jauh berbeda dari bayanganku sebelumnya,” gumam Jenny sambil melihat ke sekelilingnya dan menarik tangan Leon untuk mengikutinya.


“Hey pelan-pelan, Jenny!” pekik Leon berusaha mengikuti Jenny yang bergerak dengan cepat ke seluruh tempat.


Ketika Jenny dan Leon sedang melihat-lihat, mereka dihampiri oleh seorang pelayan wanita di tempat itu, pelayan itu kemudian menundukan kepalanya dan berkata, “Tuan dan Nona sudah ditunggu kedatangannya oleh Nona saya di ruangannya. Apakah Tuan dan Nyonya ingin saya antarkan?”


“Antarkan kami berdua kepada Nonamu," pinta Jenny kemudian mereka berdua berjalan mengikuti kemana arah pelayan itu berjalan.


Pelayan itu berjalan masuk ke dalam sebuah ruangan yang memiliki sebuah lorong panjang dan gelap. Di penghujung lorong tersebut terdapat sebuah ruangan dengan pintu yang sangat besar, pelayan tersebut kemudian berhenti dan membukakan pintu.


“Silahkan masuk, Tuan dan Nona. Hanya tamu yang bisa masuk ke dalam ruangan ini.”


Leon kemudian melangkahkan kakinya disusul oleh Jenny di belakangnya. Ruangannya besar dan terang sekali, tidak seperti lorong yang mereka lalui sebelumnya. Ketika mereka berjalan, mereka melihat sosok perempuan dengan pakaian kain tipis serba putih duduk di tengah kursi besar dengan beberapa pria tanpa pakaian duduk di sampingnya.


Wanita itu kemudian berdiri ketika melihat Leon dan Jenny berdiri di depannya. "Tampan! Kau pasti pria yang ku pesan beberapa waktu lalu bukan?”


“Jangan khawatir sayangku, aku majikan barumu akan mengurusmu dengan penuh kasih sayang. Ingat saja, namaku Roseria." Wanita itu berbisik di kuping Leon sambil menggerayangi tubuh Leon.


“Maaf, bisakah kau menghentikannya?” tanya Jenny sambil berusaha melepaskan tangan Roseria dari tubuh Leon.


“Ah … kau pasti pengantar baru, bukan? Ini adalah hal yang biasa, jangan khawatir, Nak …,” sahut Roseria dan tetap mengira Leon adalah pelayan yang baru dia beli dan tidak memedulikan apa pun yang Jenny katakan.


“Nona Roseria!” seru Jenny dengan nada suara yang sangat tinggi sampai mengejutkan semua orang di ruangan tersebut.


“Aku sudah membayar dia, jadi aku adalah pemiliknya sekarang! Pergilah sebelum tombakku menancap di dada besarmu itu," ancam Roseria berseru dengan nada mengancam Jenny.