Reincarnated As A Warlock

Reincarnated As A Warlock
Chapter 12



“Crystal stone memiliki sembilan tahapan warna yang menunjukan bakat yang kalian miliki," jelas Sohru seraya menunjukkan kesembilan tahapan warna itu.


“Dari yang terendah ke yang tertinggi, meliputi abu-abu, putih, hijau, kuning, orange, merah, biru muda, biru Tua, dan emas.”


Sohru benar-benar menghabiskan waktunya untuk menjelaskan semuanya secara detail dan menyeluruh.


“Namun, ada kasus langka dimana muncul tiga warna lain yang kami sebut sebagai 'warna legenda' yaitu emas hitam, hitam, dan ungu.


Semua orang menyimak termasuk tiga anak dari keluarga bangsawan Trevils, lalu ia mempersilahkan ketiga anak-anak itu untuk melakukan tes lebih dulu.


“Hahaha ... lihat kak Zod. Aku—Cecile Trevils—mendapatkan warna Orange," urai Cecile menyombongkan dirinya sendiri.


“Sudah jangan sombong di sini!” balas Zod lalu mengambil giliran untuk tes. Crystal Stonenya menunjukan warna merah diikuti oleh adiknya yang kedua—Mina Trevils—yang mendapat warna sama seperti miliknya.


Semua anak keluarga bangsawan mengambil tes ini lebih dahulu dan hasilnya akan dibacakan oleh Sohru.


“Biar kubacakan hasil sejauh ini,” kata Sohru sambil memegang kertas berisi catatan hasil tes Crystal stone. Pria itu pun membacakannya;


Zod Hex Trevils           (Merah)    The Warrior lapisan ke- 9


Mina Trevils                    (Merah)    The High Priestess Lapisan ke-3


Savina Grimsbane         (Merah)    The High Priestess Lapisan ke-8


Gustang Khul Blossom  (Merah)    The Warrior lapisan ke- 8


Elena Hadewell         (Merah)    The Warrior lapisan ke- 3


Eleanore Grimsbane      (Kuning)    The Warrior lapisan ke- 4


Vlare Hextone Zid         (Kuning)    The High Priestess Lapisan ke-4


Bia Cha Blossom         (Orange)    The High Priestess Lapisan ke-6


Cornelius H. Dunker        (Biru muda)    The Warrior lapisan ke- 6


Mirana Dunker               (Kuning)    The High Priestess Lapisan ke-6


Sandra Kastarino        (Biru tua)    The High Priestess Lapisan ke-5


Alfonso De Croix       (Biru tua)    The High Priestess Lapisan ke-8


Gerry Oswald                    (Emas)    The High Priestess Lapisan ke-9


Budi S. Blackwater        (Biru muda)    The Warrior lapisan ke- 9


Galene V. Albizi        (Biru muda)    The High Priestess Lapisan ke-3


Catherine Albizi        (Biru tua)    The Warrior lapisan ke- 7


Jacob Giodio Albizi        (Orange)    The High Priestess Lapisan ketujuh.


Dan masih ada sekitar 20 nama anak dari keluarga bangsawan lagi.


“Sebelum kita mulai tes untuk keluarga non-bangsawan, masih tersisa satu keluarga lagi yang belum mengambil tes ini," pesan Sohru berkata setelah ia membakar list tersebut dengan kekuatan Qi api birunya.


“Mari kita beri tepuk tangan yang meriah untuk keluarga Marquess Silvestre yang terkenal akan kehebatan seni pedangnya!”


Semua orang memberi tepuk tangan dan semua mata mengarah kepada keluarga Leon, bahkan sebagian dikhususkan kepada anak itu.


“Kita sudah mendengar kehebatan kepala keluarga ini dan anak perempuannya, Laura De Silvestre. Apakah hal hebat juga akan terjadi kepada putranya ini? Ia dijuluki sebagai jenius dari jenius di kalangan keluarga bangsawan sama seperti saudarinya," sorak Sohru mengatakan lalu melirik ke arah Leon dengan pandangan yang ia nilai sedikit mengejek, tidak yakin kalau dirinya seperti apa yang Sohru katakan barusan.


“Mari kita sambut untuk maju ke depan, Tuan Muda Galleon Azuth de Silvestre!” Semua orang memperhatikan Leon, ibunya mendorongnya dengan lembut untuk maju ke depan dan memberi isyarat untuk tetap tenang.


Ketika sampai di depan, ‘Crystal Stone’ Sohru menjelaskan cara-caranya hingga Leon mengikuti instruksinya. Seketika crystal itu berubah warna.


Crystal Stone itu bergetar menghasilkan guncangan yang cukup dahsyat sebelum berubah warna, Leon memejamkan matanya sebentar, tanpa ia sadari, ia melepaskan aura membunuh dan membuat satu aula menjadi ketakutan.



Bahkan para Ksatria penjaga akademi berlutut bukan karena mereka mau, tapii karena aura yang Leon keluarkan membuat tubuh mereka seperti ditimpa oleh besi seberat ribuan ton.