
Leon dan Jenny pun berjalan menuju ke kamar yang sudah dipesan.
“Kita akan beristirahat di sini dulu, karena ini pasti akan lama kau tahu," jawab Jenny memberitahu alasannya memesan kamar di penginapan ini.
“Tapi hanya ada satu kasur di sini," sahut Leon sambil menunjuk ke arah kasur.
“Kita bisa berbagi jangan khawatir.” Jenny hanya tertawa lalu menepuk ke bagian kasur yang kosong sebagai isyarat kalau masih ada tempat untuk mereka berdua beristirahat.
“Kau istirahat duluan saja, aku akan duduk di kursi dan memikirkan sebuah rencana.” Leon berjalan menjauh dari kasur dan duduk diatas kursi sambil memikirkan bagaimana cara meyakinkan seseorang yang memiliki jejak kriminal untuk bergabung dengan grup militer.
Ketika sedang berpikir tiba -tiba saja Jenny bertanya pertanyaan yang berusaha mencairkan suasana. “Apa kau mengenal adik-adikku, Leon?”
“Maksudmu Gustang dan Bia?” jawab Leon. Seketika Jenny bangun dari kasur dengan wajah semangat dan berjalan ke arah Leon.
“Iya benar itu mereka!” sahut Jenny lalu ia duduk di depan Leon.
"Bagaimana kabar Bia dan Gustang sekarang? Sudah lama sejak aku terakhir bertemu mereka berdua," tanya Jenny antusias.
“Aku tidak tahu soal Bia, namun kalau kau bertanya soal Gustang, dia terlihat baik-baik saja sejauh ini,” jawab Leon menjawab lalu mereka berdua mulai mengobrol banyak hal, yang lain dan tidak ada sangkut pautnya dengan merekrut orang.
“Baiklah-baiklah sudah cukup kita ngobrolnya. Kita harus keluar malam ini menuju ke tempat ini.” Jenny menunjukan jarinya ke sebuah tempat di peta.
“Ini tempat hiburan malam? Apa kau yakin dia ada di tempat ini?” tanya Leon dengan nada sedikit khawatir mengenai apa yang akan mereka lakukan malam ini.
“Apa kau tidak punya pakaian yang lain? Bukankah itu terlalu terbuka?” tanya Leon sambil berusaha mengalihkan pandangannya dari pakaian yang digunakan oleh Jenny.
“Kita kan harus membaur dengan keadaan di sana, Leon," sahut Jenny. Kemudian Leon melempar Jubah cadangan yang ia bawa kepada Jenny.
"Gunakan ini untuk menutupi bagian tubuhmu itu. Aku tidak mau semua orang melihat bagianmu itu.”
Wajah Jenny tiba tiba saja berubah menjadi kemerahan dan kemudian dia berkata, “Baiklah, terima kasih.”
Jenny segera memakai jubah tersebut, setelah itu ia dan Leon segera pergi meninggalkan penginapan untuk sementara waktu dan bergegas bergerak menuju ke daerah hiburan malam.
...πππ...
Di tengah malam dan ramainya daerah hiburan malam kota Tovarre yang besar, Leon dan Jenny berjalan mencari tempat yang ditunjukan berdasarkan data yang mereka miliki tentang Roseria.
“Kita sudah berkeliling di sini tiga kali, apa kau yakin kalau dia ada di sini, Jenny?” tanya Leon dengan suara yang terengah-engah karena kelelahan mencari tempat yang dimaksud.
Jenny yang sedang duduk di sebuah kursi taman karena juga kelelahan, mencari pun hanya menggelengkan kepalanya karena tidak yakin.
“Berdasarkan data yang kita miliki seharusnya dia ada di sekitar sini. Tempat di mana para orang kaya berjudi dan menghabiskan uangnya," jawab Jenny sambil mengecek apakah informasi yang dia miliki akurat atau tidak.
“Kita sudah berkeliling dan tidak melihat tempat seperti itu di sini, bukan?” sahut Leon sambil mengamati peta yang dipegang oleh Jenny.