
Buddha yang awalnya berdiri di tengah langsung melompat ke depan Chang’e dengan maksud untuk melindungi dirinya. Buddha pun mengangkat senjata-senjatanya dan bersiap dalam posisi menyerang, namun Batara Bayu memintanya untuk meletakan senjata karena mereka sama sekali tidak punya maksud untuk bermusuhan.
“Tenanglah Buddha! Kami tidak ada maksud untuk bermusuhan denganmu ataupun dengan Dewi Bulan Chang’e. Yang kami inginkan adalah informasi apakah itu benar atau tidak," seru Batara Bayu yang berusaha membuat Buddha menjadi lebih sedikit tenang.
Chang’e menepuk pundak Buddha sebagai isyarat untuk tidak mengangkat senjatanya lagi, Buddha menyetujuinya kemudian mulai berbicara secara detail tentang bagaimana mereka membantu para manusia terutama terhadap para Apostle milik dewa lain yang terkadang bertindak kurang ajar.
Batara Bayu dan dewi Amaterasu mengerti karena terkadang para Apostle bertindak kurang hajar ketika menggunakan kekuatan yang diberikan, padahal mereka bukan salah satu dari kekuatan utama yang diletakkan oleh para dewa dan dewi. Tetapi kebanyakan dewa dan dewi lain membiarkan hal itu begitu saja karena mereka menganggap itu sebagai sebuah hiburan yang menarik bahkan Raja para dewa membiarkan hal itu terjadi.
“Aku sekarang mengerti alasan kalian merasa itu adalah hal yang benar untuk dilakukan. Izinkan aku menawarkan kerja sama dan membentuk aliansi dengan kalian," lanjut Batara Bayu dengan penuh keyakinan kepada Buddha dan Chang’e.
Dewi Amaterasu awalnya sedikit ragu, namun dia akhirnya juga menyatakan diri untuk bergabung membentuk aliansi dengan dewi Chang’e dan juga dewa Buddha dengan tujuan lain.
“Sudah terlalu lama Raja memimpin. Sekarang kurasa sudah saatnya ada seseorang yang menggantikannya. Dari pengamatanku, hanya ada tiga dewa yang memiliki kemungkinan besar untuk menggantikannya. Yang pertama dewa Odin, disusul oleh dewa Indra, dan terakhir adalah kau Buddha!” seru dewi Amaterasu kepada Buddha sekaligus menyatakan dukungannya kepada Buddha.
Buddha hanya tersenyum dan berterima kasih atas dukungan tulus yang diberikan oleh dewi Amaterasu kepada dirinya, namun ia secara berterus terang mengatakan bahwa saat ini tidak pernah terlintas dalam pikirannya untuk menjadi Raja para dewa dan dewi. Yang dia pikirkan hanya bagaimana cara membuat para manusia hidup lebih harmonis dengan ras lainnya.
“Kau terlalu merendah sebagai seorang dewa, wahai Buddha kawanku. Apa kau sadar kalau kau bertarung dengan kami bertiga di sini saat ini juga akan berakhir dengan kemenangan telak bagi dirimu?” urai Batara Bayu.
...πππ...
Pagi-pagi sekali setelah perayaan selesai, Leon sebagai pengganti kepala desa yang baru langsung memerintahkan Boreas dan pasukan Orcnya untuk membangun rumah-rumah yang lebih bagus dan dinding yang lebih kuat.
Boreas pun mengikuti keinginan tuannya tersebut dan langsung menyuruh semua bawahannya untuk bekerja, selagi mengawasi bawahannya Leon juga melihat ada segerombolan Orc pengikut Baltasar saling berbicara.
“Kau yakin kalau Khan ingin berdamai?”
“Khan pasti sudah terlalu tua dan mulai lemah itu sebabnya dia memilih damai!” seru Orc lain menimpali.
“Sudah saatnya kita menggantinya! Aku Doroin akan menantang sang Khan saat ini!” seru Doroin dengan penuh rasa percaya diri dan langsung mengangkat kapak miliknya.
Semua Orc lain di sekitar itu mengelu-elukan namanya untuk menyatakan dukungan.
“Doroin! Doroin! Doroin!”