Reincarnated As A Warlock

Reincarnated As A Warlock
Chapter 53



“Quantz! Quantz! Seseorang tolong panggilkan anggota medis!” seru Ray meminta tolong sambil memegangi tubuh Quantz yang sudah mulai dingin, namun tidak ada yang bergerak sedikit pun untuk menolong.


Sebagian besar murid bangsawan mulai pergi dari tempat kejadian dan sebagian lain mulai bertindak kasar kepada mereka yang bukan dari golongan bangsawan.


“Itulah nasib kalian sebagai anjing yang berani melawan perintah tuannya!” seru Gerry kemudian menebaskan pedangnya ke arah Ray, beruntungnya tebasan tersebut dapat Ray hindari dengan mudah.


Sing!


Ray kemudian balik menyerang Gerry dengan segenap tenaga yang tersisa dalam dirinya.


Tiap tebasan yang Ray berikan mampu ditangkis oleh Gerry dengan pedangnya dengan gerakan yang sangat cepat. 


Namun pedang besar milik Ray cukup efektif untuk memaksa Gerry terus bergerak mundur sambil menahan tiap serangan yang dilontarkan oleh Ray kepadanya.


“Cih … boleh juga gerakanmu, Hashglow! Sekarang giliranku, tahanlah seranganku ini. Sword Strike ‘Shark Rampage’!” Gerry menyerang ke arah Ray dengan pedangnya yang bergerak sangat cepat. Ketika menebas, terlihat seperti ada aura hiu yang ikut menyerang bersamaan dalam tebasan pedang itu.


Slash!


Ray berusaha menahan serangan Gerry dengan pedang besarnya, dan terjadi ledakan karena dua tabrakan kekuatan yang besar. Namun walau serangan Gerry berhasil ditahan oleh Ray, kondisi tubuh Ray yang saat ini penuh dengan luka yang sudah tidak memungkinkan lagi untuk melanjutkan pertarungan.


Melihat kondisi Ray yang sudah lemah, Gerry berusaha mengambil kesempatan untuk menyerangnya. Dengan cepat Gerry bergerak dan mengarahkan pedangnya tepat ke arah dada Ray, namun serangan tersebut berhasil ditahan oleh pedang milik Pan Quadro.


“Apa kau berniat membunuh anak ini?” tanya Pan kepada Gerry dengan tatapan yang sinis, dia bahkan mengeluarkan Aura membunuhnya yang mampu membuat Gerry terjatuh karena tekanannya yang dahsyat.


“Aku tanya sekali lagi, apa kau berniat membunuh anak ini, Oswald?!” seru pria itu hingga menghentikan suara apa pun di tempat itu.


“Iya! Lagi pula dia hanya rakyat jelata. Itu tidak masalah, bukan?” jawab Gerry dengan raut wajah yang tidak memiliki rasa bersalah sama sekali.


Melihat wajah Gerry yang seperti itu, Pan mulai kehabisan kesabaran dan ingin sekali menyerangnya. Namun dia tersadar kalau dia harus menyelamatkan nyawa seorang anak kecil terlebih dahulu—Ray.


"Urusan kita belum selesai," geram Pan seraya meninggalkan Gerry yang terpaku sendirian dalam ketakutan.


Pan kemudian membawa Ray pergi dan segera menuju ke tempat medis. Ketika sedang di perjalanan menuju tempat medis, Pan dan Ray berpapasan dengan Leon dan Isabella yang tergesa-gesa berlari ke arah mereka.


“Ray!” pekik Isabella dengan nada khawatir ketika melihat teman satu timnya penuh berlumuran darah.


“Tuan Pan, terima kasih atas bantuanmu karena melindungi Ray sampai sejauh ini," ujar Leon kepada Pan dan kemudian segera fokus untuk membawa Ray ke tempat yang aman.


“Tidak masalah, Nak. Setelah membawanya kembali ke gedung Party Dragonite kalian, aku akan menunggumu di sana, Nak," sahut Pan kepada Leon dan segera pergi entah ke mana. Leon dan Isabella segera membawa Ray ke tempat medis dan beruntungnya mereka segera berusaha menyembuhkan Ray.


“Ray, siapa pelakunya?!” seru Isabella bertanya kepada Ray dengan nada marah, Leon berusaha menenangkan Isabella dengan memeluknya dan perlahan amarah Isabella mulai tertahan.