Reincarnated As A Warlock

Reincarnated As A Warlock
Chapter 117



Baltasar hanya tersenyum kecil, bukan karena meremehkannya tapi karena samar-samar dia teringat dengan masa mudanya dahulu ketika sering menantang berbagai pemimpin clan Orc di dunia.


Akan kutunggu kau memenuhi sumpah tersebut, pikir Baltasar sambil menatap Doroin dan pengikutnya yang kian menjauh.


Setelah itu semua selesai, semua orang kembali melakukan tugasnya. Bagi para Orc, mereka bersiap untuk kembali menuju tempat mereka walau ada beberapa Orc yang memutuskan untuk tetap tinggal di desa manusia itu, tapi sebagian besar memilih untuk pergi mengikuti Khan mereka Baltasar Baran.


Di tengah keributan dan ramainya desa karena sedang membangun dan memperbaiki, Baltasar datang menghampiri Leon dengan niat ingin berbicara tatap muka. Leon pun mengangguk dan memasang sihir dinding pelindung agar pembicaraan mereka tidak bocor keluar.


“Manusia, kabar soal kehebatanmu dalam membuat perjanjian damai denganku pasti akan tersebar luas dengan sangat cepat. Aku cukup yakin bahwa apostle atau orang-orang titisan dewa dan dewi akan mulai mencarimu entah itu karena penasaran atau karena menganggapmu sebagai ancaman. Kau memang mendapat dukunganku, namun aku tidak bisa janji dapat mengalahkan mereka semua,” jelas Baltasar kepada Leon untuk memberinya sebuah peringatan awal soal apa yang kemungkinan besar dapat terjadi.


“Kalau aku bisa mengalahkanmu, mengapa mengalahkan mereka itu mustahil? Tapi ... kuhargai tawaranmu itu akan sangat membantu," sahut Leon dengan sedikit senyuman karena merasa tujuannya untuk mendapatkan dukungan dari raja para raja Orc sudah tercapai.


Baltasar pun bersalaman dengan Leon sebelum dia membawa para Orc pengikutnya untuk kembali bersamanya. Setelah Baltasar pergi, Leon langsung fokus kembali mengawasi Boreas yang sedang membangun dinding pertahanan dalam kecepatan kerja yang sangat tinggi.


Leon mengamati dinding tersebut dengan seksama. Banyak sekali ukiran-ukiran rune kuno yang dibuat untuk meningkatkan pertahanan terhadap segala macam serangan, bahkan Leon langsung mengujinya dengan merapal mantra api sederhana dan melemparkan api tersebut ke arah dinding. Memang terjadi ledakan yang besar, namun dinding tersebut sama sekali tidak tergores sedikitpun dan membuktikan bahwa rune yang terukir memang sangat efektif dan signifikan dalam menaikan kekuatan pertahanan dinding tersebut.


Leon sedikit tersenyum dan menepuk pundak Boreas sebagai bentuk pujian karena dinding yang telah dibuat oleh mereka sudah terbukti kuat. Boreas dan para Orc lainnya merasa sangat senang karena pujian dari tuannya yang membuat semangat mereka semakin tinggi.


Selagi Boreas dan bawahannya mengerjakan perintah Leon untuk melanjutkan membangun dinding dan rumah di desa, Leon memutuskan untuk mencari Isabella kemudian berkumpul dengan beberapa anggota grupnya dari Guild.


Isabella akhirnya ikut hadir bersama Leon dalam pertemuannya dengan anggota grupnya. Jenny dan Enma sedang sibuk melatih anak-anak muda untuk menggunakan pedang, sedangkan El membantu beberapa warga dan Orc dalam membangun rumah. Melihat kehadiran Leon dan Isabella membuat Enma tersadar dan segera memanggil El dan Jenny untuk berkumpul.


“Fyuh ... hari ini agak panas, bukan?  Ambillah minuman ini," ujar Enma kepada Leon sekaligus menawarkan minuman kepadanya dan Isabella.


Leon mengambil minuman tersebut dan memberikannya kepada Isabella terlebih dahulu, setelahnya baru dia meminumnya. Tidak lama setelah Enma datang, Jenny dan El pun tiba dan langsung mengambil minuman yang disediakan oleh Enma.