Reincarnated As A Warlock

Reincarnated As A Warlock
Chapter 94



Tyr dan Den hanya mengangguk mendengar kata-kata Boreas, mereka memutuskan untuk kembali masuk ke dalam bayangan Leon bersama dengan orang-orang clan mereka yang memutuskan untuk mengikuti Leon dari balik bayangannya.


“Boreas berapa jumlah Orc yang kita miliki?” tanya Leon dengan tegas dan keras kepada Boreas.


“1000 High Orc ada di bawah komadoku dan 500 High Orc dari clan Domiscus. Notte berada di balik bayanganmu serta 2000 Orc biasa jika aku mentotalkan semuanya sekitar 3500 Orc Lord ku,” jawab Boreas menundukkan kepalanya penuh rasa hormat.


“Berapa banyak pasukan yang dimiliki oleh Baltasar?” tanya Leon kepada Boreas.


“Banyak Lord, pasukan Elite yang berada dibawah komandonya langsung berjumlah 3000 Orc dan ada 30,000 Orc yang mengikutinya di seluruh penjuru tempat ini," jawab Boreas dengan detail.


Leon pun berdiri tepat di hadapan Boreas dan memberikan tatapan dingin disertai aura membunuh yang sangat kuat lalu berkata, “Apa kau masih mengikutinya atau diriku?”


Boreas yang menatap mata Leon merasakan untuk pertama kalinya apa yang dinamai ketakutan. Aura yang dikeluarkan oleh tuannya dan tatapannya yang dingin serta menusuk itu seolah mampu membunuhnya tanpa harus bertarung.


“Aku hanya mengikutimu, Lordku. Tidak ada yang lain,” jawab Boreas dengan sangat gugup dan takut.


Leon sedikit tersenyum dan menarik kembali aura membunuhnya, dia memerintahkan Boreas untuk membawa pasukan Orc yang berada di bawah komandonya untuk melindungi Isabella karena samar-samar ketika melewati perbatasan antara clan Black Bear dengan clan Frost wolf. 


Leon merasakan kehadiran Isabella di dekatnya namun dia tidak memiliki waktu untuk berbicara karena harus fokus dan segera bergerak untuk membantu Mark bernegosiasi atau mengalahkan Raja para Raja Orc Baltasar.


Boreas mengumpulkan semua Orc yang berada dibawah komandonya. Total Orc yang dia bawa berjumlah sekitar 100 dan masing-masing dari mereka cukup kuat untuk bertarung dengan 3 High Orc sekaligus.


“Bersiaplah dan berbaris!” seru Boreas dengan suaranya yang berat.


Semua Orc langsung berbaris sesuai dengan perintahnya, Boreas berjalan mengelilingi mereka dengan tatapan yang tajam untuk melihat apakah mereka benar-benar sudah siap untuk pertarungan sekalipun.


Salah satu Orc mengangkat tangannya dan bertanya kepada Boreas, "Siapa manusia itu?”


“Entahlah aku tidak yakin namun wajah Lord terlihat bahagia ketika berbicara tentang manusia itu," jawab Boreas sambil menggaruk kepalanya karena merasa bingung harus menjawab apa.


“Lalu bagaimana kita mencarinya?” tanya salah satu Orc lagi kepada Boreas.


Boreas menunjukkan sebuah kalung dan berkata, "Lord memberikan kalung ini untuk memudahkan kita dalam mencarinya.” Ia pun melanjutkan, "Kita clan Night Lion adalah ahli dalam memburu, sesuatu seperti ini adalah hal yang mudah!”


Orc-orc itu pun mengerti akan perkataan pimpinan mereka. Boreas tersenyum dan mengangkat tangannya untuk menyemangati dan membakar semangat mereka semua dengan berseru, “Untuk Lord kita!”


“Untuk Lord!” balas semua Orc dengan penuh rasa semangat.


Boreas dan pasukannya segera bergerak dan melacak keberadaan Isabella. Dengan menggunakan intuisi yang mereka miliki sebagai pemburu terbaik di antara Clan Orc lain, mereka akhirnya berhasil melacak keberadaan Isabella di dekat area kekuasaan Clan Frost Wolf.


“Tuan Boreas, kita berhasil melacak keberadaan manusia yang diminta oleh Lord," kata salah satu bawahan Boreas dengan gugup.


“Kenapa kau terlihat gugup?” tanya Boreas dengan nada serius.


“M-mereka sedang bertarung dengan beberapa pemburu dari Clan Frost Wolf," jawab salah satu bawahan Boreas dengan sedikit ragu.


“Berapa pasukan pemburu yang menyerangnya?” tanya Boreas dengan geram.


“1000 dan yang memimpin mereka adalah Uzza.”